Trubus.id—Koenih rimbo tanaman endemik Sumatra Barat dengan status konservasi rentan (vulnerable). Upaya konservasi ex-situ atau konservasi di luar habitat alami telah dilakukan oleh beberapa pihak.
Hal itu demi menurunkan status keterancaman koenih rimbo dari rentan menjadi tidak terancam punah (least consern), tersebar luas, dan melimpah.
Beberapa individu koenih rimbo dari beberapa lokasi telah dikoleksi dan ditanam di Kebun Koleksi Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas. Baca juga Mengenal Koenih Rimbo Setelah 150 Tahun.
Koleksi dan penanaman koenih rimbo juga berlangsung di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Upaya konservasi ex-situ lain tengah dilakukan oleh Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, BRIN, bekerja sama dengan FMIPA Universitas Andalas untuk memperbanyak koenih rimbo secara in vitro.
Artinya kedua pihak menumbuhkan tanaman kerabat temulawak itu dalam ruang terkontrol menggunakan teknik kultur jaringan. Dr. Muhammad Idris dan tim dari Dosen Departemen Biologi, FMIPA, Universitas Andalas berhasil mendapatkan individu-individu koenih rimbo yang bebas kontaminan pada kondisi aseptik dalam media kultur jaringan.
Proses inisiasi tunas koenih rimbo in vitro yang membutuhkan waktu cukup panjang menjadi tantangan bagi Dr. Idris beserta dosen Universitas Andalas dan periset BRIN. Kerja sama itu juga untuk mengembangkan teknik dan metode mikropropagasi koenih rimbo sehingga pemanfaatannya bisa diseimbangkan dengan kecepatan penyediaan bibit melalui kultur jaringan.
Kerja sama itu juga mempunyai program lanjutan berupa fokus pada adaptasi kondisi habitat koenih rimbo dalam kondisi aseptik in vitro. Fokus lainnya peningkatan metabolit sekunder serta mutu benih yang diproduksi melalui teknik kultur jaringan.
Penanaman kembali (reintroduksi) individu koenih rimbo hasil kultur jaringan ke habitat alaminya juga menjadi salah satu tujuan utama dalam kerja sama itu untuk menambah jumlah individu dan populasi koenih rimbo di alam. (Resa Sri Rahayu, M.Si., Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
