Saturday, April 13, 2024

Kombinasi Delapan Herbal Untuk Menekan Ukuran Tumor dan Gejala Klinis

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Hasil penelitian klinis dr. Zuraida Zulkarnain dan rekan membuktikan kombinasi ekstrak delapan herbal memperkecil ukuran tumor payudara jinak (fibroadenoma mammae, FAM).

Subjek penelitian periset di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu yakni 26 perempuan berumur 20— 40 tahun.

Mereka mengidap tumor payudara. Setiap pasien mengonsumsi satu bungkus jamu setiap hari. Jamu terdiri atas 15 g temu mangga Curcuma mangga, 7 g daun teh Camellia sinensis, 8 g benalu teh Scurrula sp., 10 g kunir putih Kaempferia rotunda, dan 5 g bidara upas Merremia mammosa.

Kedelapan herbal itu dipilih karena melewati tahap kontrol kualitas. Mereka merebus sebungkus jamu dalam 800 ml air selama 15 menit. Setelah mendidih, mereka menyaring rebusan lalu membaginya menjadi 2 gelas.

Frekuensi minum satu gelas pada pagi dan sore selama 16 pekan. Setelah hari ke-112, hasil ultrasonografi (USG) medis menunjukkan ukuran tumor rata-rata menurun dari 6,47 mm menjadi 5,74 mm. dr. Zuraida Zulkarnain menyatakan, FAM terkadang menimbulkan gejala klinis berupa nyeri dan gatal.

Konsumsi jamu setelah pekan ke-6, 69,23% subjek menyatakan rasa nyeri berkurang dan 30,77% subjek menyatakan rasa gatal berkurang. “FAM paling banyak menyerang perempuan dewasa muda karena masih terjadi fluktuasi menstruasi dan hormon estrogen. Pada riset ini, sebagian besar subjek sudah menikah, hanya tiga subjek yang belum menikah,” tutur Zuraida.

Zuraida mengatakan, lebih dari 50% subjek memiliki pendidikan tinggi. Pasien FAM dengan pendidikan tinggi lebih aktif dalam mencari pengobatan untuk penyakit mereka.

“Di Indonesia, penderita FAM sering meminum jamu untuk penyembuhan. Herbal yang mereka dapatkan dari meracik sendiri, membeli di toko jamu, pergi ke pengobatan tradisional cina, praktisi, klinik jamu, atau praktisi pengobatan tradisional,” tutur Zuraida.

Bagaimana duduk perkaran kombinasi herbal itu mengecilkan tumor? Menurut Zuraida masyarakat khususnya di Pulau Jawa memanfaatkan jamu itu untuk mengobati tumor secara empiris. Setiap tanaman memiliki senyawa aktif yang bersifat kemopreventif. Artinya senyawa aktif yang terkandung mampu mencegah, menunda, bahkan melawan pertumbuhan sel kanker.

“Bagian tanaman memiliki sifat antiproliferatif dan aktivitas sitotoksik. Khususnya senyawa aktif flavonoid bersifat menyerupai hormon estrogen (fitoestrogen) yang berperan menghambat dan menginduksi poliferasi tumor payudara,” tutur Zuraida.

Ia mengatakan penggunaan herbal untuk tumor, terutama tumor jinak payudara berdasarkan pengalaman empiris. Uji klinis formula herbal untuk tumor jinak payudara khususnya FAM belum pernah dilakukan di Indonesia sebelumnya.

Riset itu adalah studi percontohan untuk mengetahui khasiat jamu formula yang dikembangkan B2P2TOOT terhadap ukuran dan klinis gejala FAM. Diperlukan uji klinis lebih lanjut dengan kelompok kontrol (randomized controlled trial/RCT) untuk memperkecil kemungkinan bias pada penelitian itu.

Menurut dr. Danang Ardiyanto, tumor jinak payudara yang paling sering adalah FAM. Belum diketahui secara pasti penyebab FAM. Namun, tumor FAM diduga berhubungan dengan kadar hormon. Kemunculannya paling sering pada masa kehamilan atau pubertas dan hilang setelah menopause.

Dokter di B2P2TOOT itu mengatakan, pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan adalah ultrasonography (USG) payudara, mamografi, dan biopsi. Pemeriksaan payudara klinis (sadanis) salah satu upaya preventif untuk mencegah serangan tumor payudara.

 “Biopsi jadi golden standard untuk kepastian diagnosis tumor payudara,” kata kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Menurut Danang pada banyak kasus FAM tidak butuh pengobatan. Namun, beberapa perempuan memilih untuk mengoperasi FAM supaya merasa tenang dan tidak waswas.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img