Tuesday, November 29, 2022

Kompor Gas Isi Kulit Padi

Rekomendasi

 

Janan tengah menggoreng jamur tiram Pleurotus ostreatus dengan kompor berbahan sekam saat Trubus datang. Mula-mula ia meletakkan arang kayu yang membara di dasar tabung. Di atas bara, Janan menambahkan 6 kg sekam kering. Agar pasokan oksigen lancar, ia mengaktifkan blower yang berhubungan dengan tabung itu. Asap hasil pembakaran sekam mengandung gas metan berkadar 30% itulah yang menjadi sumber bahan bakar kompor.

Gas mengalir melalui pipa polivinilchlorida berdiameter 2,5 cm. Metan atau metana merupakan gas yang tak berbau, tanpa warna, mudah terbakar, dan sulit larut dalam air. Gas alam mengandung metan yang diperoleh dengan penyulingan. Proses pembusukan tumbuhan pun menghasilkan gas metan. Gas sekam yang digunakan Janan itu hasil inovasi Soelaiman Budi Sunarto. Budi selama ini dikenal sebagai produsen bioetanol di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Banyak bahan

Menurut Budi dengan 6 kg sekam, kompor menyala hingga 3 jam tanpa henti. Itu setara dengan 1,5 liter minyak tanah. Saat ini harga seliter minyak tanah Rp5.000 atau Rp7.500 per 1,5 liter. Sedangkan sekam di Karanganyar, Jawa Tengah, tak ada harganya. ‘Yang punya penggilingan malah senang jika masyarakat mengambil sekam. Sebab, sekamnya tidak menumpuk,’ kata Budi.

Semakin besar volume bahan baku, kian lama kompor menyala. Tabung bervolume sekam 12 kg, misalnya, kompor menyala 6 jam. Pengguna kompor gas tenaga sekam itu dapat menambahkan kulit padi ketika persediaan dalam tabung menipis. Itu setelah mengeluarkan sisa pembakaran sekam dalam tabung. Abu itu masih bermanfaat sebagai pupuk atau media tanam.

Budi kini menyempurnakan gas temuannya. Agar lebih aman, ia mempertebal tabung hingga 5 mm; sebelumnya, 3 mm. Tabung bahan baku itu ia masukkan ke dalam drum yang sebagian permukaannya diberi air untuk menurunkan energi partikel metan (lihat ilustrasi). Dengan penambahan air, suhu gas turun sehingga mencegah tabung meledak. Tabung bahan baku berkapasitas 50 kg mampu menyalakan sebuah kompor selama 8 jam nonstop.

Jika kadar metana sekam 30%, 50 kg bahan baku setara dengan gas berbobot 15 kg. Selain sekam, beberapa bahan potensial lain adalah serbuk gergaji, kulit durian, jerami, dan klobot alias kulit jagung. Cara menyalakan kompor sama saja: meletakkan arang kayu membara di bagian dasar tabung dan mengaktifkan blower berkekuatan 5 watt.

Bagaimana jika listrik padam? Menurut Budi energi untuk blower dapat digantikan dengan aki atau baterai. Budi memasang press guege di tangki penampung gas untuk mengetahui ketersediaan tekanan gas. Dengan melihat alat itu pengguna kompor biogas tahu kapan harus menambah sekam.

Sampah melimpah

Menurut Budi kompor gas tenaga sekam sudah terjual 9 buah sejak diluncurkan pada Januari 2009. ‘Yang inden memesan sekarang ada 18 orang,’ kata pria kelahiran Semarang 29 Mei 1963 itu. Harga sebuah kompor dengan tangki 5 kg Rp3-juta. ‘Biaya produksi untuk membuat kompor sangat tinggi, terutama untuk pengadaan besi plat setebal 5 mm,’ kata Budi. Menurut Ir Basriyanta MT, produsen biobriket di Yogyakarta, kompor biogas kreasi Budi cocok untuk masyarakat pedesaan karena bahan baku melimpah.

Di perkotaan, sampah memang melimpah, terutama di pasar-pasar. Namun, menurut Bambang Hajib, produsen kerupuk di Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, perlu biaya untuk mendapatkan sampah itu. ‘Untuk mengangkut sampah ke truk, membawa ke lokasi pembakaran perlu transportasi berjenjang,’ kata Bambang. Namun, ketika minyak tanah kian langka dan tak dapat diperbarui, kompor biogas sebuah altrenatif. (Sardi Duryatmo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img