Friday, August 12, 2022

Kontes Adenium Bali dan Surabaya Sang Raja Taklukkan Astina

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Watusila-begitu ia disapa-bukanlah prajurit Pandawa. Ia juga tidak berperang melawan Kurawa. Keturunan raja Puri Ngurah Sibang Kaja, Badung, Bali, itu bertandang ke lapangan Astina Raya di kota Gianyar untuk bertarung dalam ajang kontes adenium dan bonsai yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. Dalam kontes itu Watusila memboyong adenium somalense setinggi 2 m yang tengah berbunga di pot berdiameter 1 m.

Jerih payah Watusila memboyong tanaman raksasa itu akhirnya berbalas manis. Setelah melewati penilaian selama 72 jam, tim juri yang beranggotakan 5 orang sepakat menobatkan adenium milik Watusila sebagai jawara di kelas total performance besar.

Sejak awal penilaian adenium somalense raksasa itu memang menyita perhatian para juri. Adenium berumur 2,5 dekade itu tampak sehat dan terawat. Batang adenium berdiameter sekitar 25 cm yang menjulang memang berbeda dari penampilan kontestan lain yang mengandalkan bonggol besar dan bentuk indah. Namun, ketidaklaziman itulah yang akhirnya mengantarkan Watusila ke takhta juara. Nilai yang diraih melejit meninggalkan 10 peserta lainnya.

Menggeliat

Kontes adenium di Kabupaten Gianyar itu seolah menjadi ajang pembuktian geliat adenium di Bali. Itu terlihat dari jumlah peserta di kategori prospek besar dan kecil yang masing-masing diikuti 37 dan 31 peserta atau 39% dari total 175 kontestan. Kategori prospek diikuti oleh adenium yang masih dalam tahap ‘pematangan’. Artinya, para hobiis jepun jepang-sebutan lain adenium-di Pulau Dewata masih pada tahap persiapan untuk mencetak adenium-adenium berkualitas. Pemenang kedua kategori itu masing-masing diraih oleh A.A Made Oka dari Denpasar dan Andi (perwakilan Jawa Timur). Kategori lain yang dibanjiri peserta adalah unik kreasi dan alami. Kedua kategori itu masing-masing diikuti 20 peserta dan 35 peserta.

Menurut I Gede Marta, salah seorang anggota tim juri asal Denpasar, kedua kategori itulah yang paling menguras ketelitian para juri. Selain menilai penampilan tanaman, unsur seni juga termasuk dalam hitungan. ‘Dan itu sangat subyektif,’ kata Marta. Pantas bila perdebatan seringkali mewarnai diskusi penentuan pemenang. Meski melewati perdebatan panjang, para juri akhirnya sepakat menetapkan koleksi milik I Wayan Artana SH MM asal Gianyar yang bertema pituah sebagai jawara unik kreasi.

Pituah tak melenggang begitu saja menuju takhta juara. Ia mesti menyisihkan 19 peserta lainnya. Salah satunya koleksi milik Gus De asal Denpasar yang bertema surfi ng. Bonggol adenium unik karyanya menyerupai peselancar yang tengah menaklukan gulungan ombak. Untuk memperkuat tema itu Gus De menambahkan aksesoris miniatur papan selancar dan pot yang menyerupai ombak. Pesaing lainnya, adenium unik dengan bonggol berbentuk seekor naga milik Kriting asal Karangasem, Bali.

Sayang, keunikan mereka rupanya tak sanggup menandingi karya I Wayan Artana. Selain bonggolnya menyerupai bentuk manusia, dua adenium yang disatukan dalam satu pot itu juga menyiratkan cerita seorang ayah yang sedang menasehati anaknya. Oleh sebab itu, sang pemilik menamakannya pituah yang berarti nasehat.

‘Tema adenium yang memiliki jalan cerita menjadi nilai tambah,’ ujar Marta yang juga berprofesi sebagai pelukis dan pemahat itu. Keistimewaan itulah yang tidak dimiliki kontestan lain yang umumnya hanya menyerupai bentuk tertentu. Pada kategori unik alami, koleksi Andi asal Jawa Timur yang bertema gajah tampil sebagai pemenang.

Perdana

Kontes yang berlangsung pada 24-26 April 2007 di Lapangan Astina Raya, Kabupaten Gianyar, itu merupakan kontes adenium perdana yang diselenggarakan di Kabupaten Gianyar. Kontes itu salah satu rangkaian kegiatan Pameran Adenium dan Bonsai hasil kerja sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Gianyar.

I Wayan Artana, penasihat panitia kontes, menuturkan kontes adenium diselenggarakan untuk mengangkat pamor adenium yang baru menggeliat di Kabupaten Gianyar. Oleh sebab itu, penyelenggara kontes adenium masih di bawah naungan PPBI, bukan komunitas penggemar adenium seperti kontes-kontes di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Setelah menyaksikan langsung jalannya pameran dan kontes, Anak Agung Gede Agung Bharata, bupati Gianyar, optimis tanaman hias akan menjadi komoditas andalan Kabupaten Gianyar di masa mendatang. ‘Apalagi sektor utama Kabupaten Gianyar adalah sektor pariwisata. Pemerintah akan memfasilitasi apa yang menjadi kesukaan masyarakat. Salah satunya hobi memelihara tanaman hias. Pameran serupa rencananya diselenggarakan secara rutin di Kabupaten Gianyar,’ katanya.

Perang bintang

Nun di Surabaya, Jawa Timur, ajang kontes adenium yang tak kalah seru juga berlangsung di Maspion Square. Setidaknya 206 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi turut andil memperebutkan takhta jawara. Acara yang bertajuk Surabaya Big Show 2007 itu juga menggelar kontes tanaman hias lain yang saat ini sedang populer yaitu anthurium, aglaonema, sansevieria, dan euphorbia.

Selain kontes reguler yang mempertandingkan 13 kategori, acara yang diselenggarakan Perhimpunan Pecinta Adenium Indonesia (PPADI) cabang Surabaya itu juga menggelar ajang perang bintang. Artinya, kompetisi itu hanya diikuti para kontestan yang pernah menjuarai berbagai kontes adenium sebelumnya. Dari 12 kategori yang diperlombakan, hanya 1 kategori tanpa peserta yaitu kategori RCN besar.

Sepekan berselang, pertarungan mawar gurun bertajuk Semarang Ornamental Plants Contest 2007 digelar di Taman KB, Semarang, Jawa Tengah. Dari 20 peserta yang berlaga lahir jawara di 4 kategori: bunga kompak, snape performance, unik, dan arabicum. (Imam Wiguna/Peliput: Karjono dan Nesia Artdiyasa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img