Wednesday, August 10, 2022

Kontes Adenium Kediri Kecantikan Mawar Gurun di Tengah Malam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sambil menahan kantuk, mereka berjalan menyusuri jajaran ratusan adenium cantik. Tepat di hadapan pot bernomor 20, mereka terpaku menikmati keindahan mawar gurun. “Luar biasa. Kreativitas adenium ini tinggi. Ia layak juara,” ujar Rudy Nayoan, juri kontes. Dua belas jam kemudian, bendera kemenangan akhirnya ditancapkan ke adenium andalan Mutiah asal Tulungagung.

Malam itu memang malam pembuktian kecantikan adenium obesum milik Mutiah. Tampil dengan kondisi prima, ia pun berhak menyandang gelar jawara di kelas total performance. “Tajuk dan kanopinya balance. Dimensi pun terlihat jelas,” kata Astro Wardoyo, juri lain. Menurut Astro sang juara memiliki batang besar dan kokoh. Ruang pun terbuka hingga bagian belakang tanaman terlihat jelas. “Itu kelebihannya dibanding juara 2,” tambahnya.

Kemenangan adenium itu terbilang terjal. Di kelas utama ia harus mengempaskan 19 peserta lain yang tak kalah memukau. Malam itu, sang pesaing asal Bandar Nursery, Kediri, tampil tak kalah cantik. Bunga putih bersih tampak menawan berhias garis tepi merah muda keunguan. “Adenium itu juga bagus. Ia menang inovasi dan pembentukan tajuk yang bagus,” ujar Astro. Sayang, kelebihan itu tidak mampu menutupi gerak dasar yang kurang jelas. Menurut Astro adenium nomor pot 19 itu kurang matang dan kurang kokoh. Percabangan batangnya menumpuk di mana-mana sehingga dimensi hilang dan tertutup.

Prospek ketat

Tak hanya di kelas total performance yang menyuguhkan keindahan adenium. Di kelas adu unik juga ramai dan seru. Sebanyak 46 adenium unik dan antik dari Blitar, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Jombang ikut berlomba. Semuanya menampilkan gaya dan bentuk berbeda-beda. Ada bentuk naga, ular, hingga bentuk dinosaurus yang tampil memikat.

Di kelas adu unik itu adenium mungil bertema permit menjadi jawara. Tampil dengan batang mirip orang kayang, ia mempesona para juri. “Dialah yang paling unik. Penilaian dititikberatkan pada keunikan dan kelangkaan. Bukan keindahan,” kata Astro. Menurut ayah 2 putra itu tingkat kesulitan adenium itu sangat tinggi. Ia kian langka lantaran batang yangmelengkung itu ditumbuhi daun.

Tak kalah ketatnya pertarungan memperebutkan gelar terbaik di kelas prospek 60 cm ke atas. Di kelas “neraka” itu, sebanyak 32 adenium yang didominasi hobiis Jawa Timur memamerkan bakat. “Hampir semua adenium prospek bagusbagus. Penilaian untuk masing-masing adenium selisihnya sangat tipis,” ucap kelahiran Banyuwangi 54 tahun lalu itu.

Keluar sebagai pemegang bakat paling bagus, adenium bongsor jagoan Wo Supriadi asal Desa Tugurejo, Kecamatan Gampeng, Kabupaten Kediri. “Penampilan akar, cabang, batang, hingga tajuk memiliki prospek paling bagus. Masa depannya sangat cerah,” tuturnya. Penghuni pot nomor 33 itu menang lantaran bahan tanaman tergolong istimewa. Keistimewan itu kian bersinar karena pemotongan dan pengkawatan yang benar.

Untuk menyandang gelar terbaik, ia harus berjuang mati-matian. Pasalnya, adenium prospek milik Didi asal Diagro ABSA, Kediri, juga tidak mau mengalah begitu saja. Tampil dengan bahan tanaman yang tak kalah bagus, ia mampu memikat mata juri. “Sudah bagus. Pertumbuhan batang juga tak kalah,” kata pentolan hobiis adenium itu. Menurut Astro kelemahan adenium nomor pot 15 itu ada pada penampilan yang kurang artistik.

137 adenium

Perhelatan perdana di Kota Kediri itu terbilang sukses. Sebanyak 137 adenium turut serta dalam kontes adu bagus-bagusan. “Ini pertama kalinya kontes bertaraf nasional diadakan di Kediri,” ujar Toro, panitia kontes. Maklum, hampir seluruh hobiis adenium tanahair berkumpul di sana untuk unjuk gigi kehebatan merawat dan membentuk adenium.

Sejak dibuka hingga kontes ditutup, animo masyarakat Kediri dan kabupaten sekitarnya sangat bagus. Tak kurang dari 100 pengunjung setiap hari berjubel melihat kecantikan kamboja jepang. “Animo masyarakat Jawa Timur sangat bagus,” kata Chandra Gunawan, juri kehormatan. Ucapan itu bukan isapan jempol belaka. Trubus mengamati walaupun malam tiba mania adenium tetap berdatangan sekadar melihat adenium-adenium berlaga. Maklum selain kontes, belasan stan menawarkan beragam bentuk dan jenis adenium.

Kontes adenium di Kediri malam itu memberikan 1 gelar adenium favorit pilihan pengunjung. Puluhan kuesioner dibagikan untuk memilih adenium terbaik versi pengunjung. Di malam itu, adenium nomor pot 3 kepunyaan Garden Gallery, Kediri, dari kelas total performance dinobatkan sebagai adenium favorit. (Rahmansyah Dermawan)

Jawara di Kota Lumpia

Sepekan setelah kontes adenium Kediri, sebuah perhelatan serupa digelar di Taman KP, Semarang. Di sana sebanyak 70 peserta beradu cantik di 4 kategori, yaitu total performance, bunga kompak, arabicum, dan unik.

Lomba bertajuk Kontes Adenium Eksotik I 2005 yang diselenggarakan oleh komunitas Penggemar Adenium Eksotik Semarang Indonesia (Paradise) itu diikuti oleh peserta dari Semarang, Yogyakarta, Pati, Pekalongan, Kendal, bahkan Jakarta. Pada Ahad sore, 2 Oktober 2005, para jawara di masing-masing kelas ditabalkan. Para juara berhak memboyong tropi Gubernur Jawa Tengah. Berikut daftar para pemenang. (Evy Syariefa)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img