Tuesday, November 29, 2022

Kontes Akuarium Air Laut Aquarama 2005 Gelar Terbaik di Kontes Perdana

Rekomendasi

Di depan akuarium MT-13, Anthony Calfo, juri asal Amerika Serikat memperhatikan secara saksama tata letak dan kombinasi akuarium itu. “Sempurna Kombinasi batu, koral, dan ikan sangat alami,” ujarnya. Akuarium milik James Tan asal Taiwan itu akhirnya meraih peringkat pertama pada kontes perdana akuarium air laut di Aquarama 2005.

Bak terhipnotis dengan keindahan panorama air laut dalam akuarium itu. Para juri yang terdiri atas: Svein Fossa (Norwegia), Anthony Calfo (Amerika Serikat), Chou Loke Ming (Singapura), Tan Bok Yang (Singapura) sepakat mengganjar akuarium air laut kreasi North Kaoshiung Aquarium Pte Ltd itu sebagai terbaik. “Akuarium itu pantas juara. Karang daging, jamur-jamuran, dan akar bahar tersusun rapi,” tutur Svein Fossa, juri yang juga presiden Ornamental Fish International (OFI).

Sejak penjurian, akuarium sepanjang 1 m itu telah memancarkan aura kemenangan. Semua pengunjung yang memadati arena lomba pun berdecak kagum melihatnya. “Akuarium itu memang pantas juara. Semuanya bagus mulai dari batu, terumbu karang, dan pasir sangat elegan,” ujar John Duff y, praktisi akuarium air laut Indonesia yang berkunjung ke sana.

Selain elemen batu, karang dan koral, ikan air laut seperti clownfi sh, purple tang, dan Zebrasoma fl avescens menambah anggun penampilan. “Mereka mampu menciptakan ruang yang bagus di dalam akuarium. Pemilihan ikan juga sangat penting,” ujar Anthony. Wajar bila para juri memberi poin tertinggi di setiap parameter penilaian.

Bersaing ketat

Bukan langkah yang mudah bagi James Tan bersama kru untuk menjadi terbaik. Di kontes itu mereka harus menghadapi 20 akuarium kreasi aquascaper kawakan asal Singapura, Indonesia, Th ailand, Taiwan, Israel, dan Philipina. Semuanya berebut poin untuk tampilan batu, terumbu karang, serta penilaian keseluruhan seperti kombinasi warna, kesehatan ornamen, dan penampilan.

Untuk mendapatkan sang pemenang, keempat juri internasional itu membagi kontes menjadi 2 babak, 10 dan 5 besar. Di babak 10 terbaik itu James harus menghadapi 15 akuarium favorit juara karya pasukan Singa—merlion. Berbekal pengalaman puluhan tahun di dunia akuarium, ia berhasil mengempaskan para pesaing utama. “Semuanya sangat bagus dan indah. Ada beberapa akuarium tidak memperhitungkan ruang gerak dan komposisi setiap elemen. Ini masalah seni, semua harus indah,” ucap pria bertubuh tambun itu.

Kisah sukses itu terus berlanjut. Di babak 5 besar, ia harus menghadapi keindahan dan kemolekan akuarium terbaik dari Singapura, Israel, Malaysia, dan Taiwan. Saingan terberat datang dari Israel dan Singapura. Akuarium andalan Yosi dari Coral Farm Israel Pte Ltd itu sebenarnya mampu menyaingi kecantikan akuarium James. “Akuarium ini bagus. Sayang ada 3 terumbu karang yang peletakannya salah. Ruang yang terbentuk tidak seimbang,” ucap Anthony mengomentari penampilan akuarium MT-16 itu. Tak pelak, ia harus puas berada di posisi kedua.

Perdana

“Luar biasa. Antusiasme peserta dan pengunjung sangat tinggi,” ujar Desmond Neo, penanggung jawab kontes. Menurut pemimpin Marine Aquarium Association Singapore (MAAS) itu mereka tertarik karena perhelatan itu perdana di Aquarama dan akan terus dilaksanakan. Trubus mengamati tidak kurang dari 50—100 pengunjung setiap hari berjajar di pinggiran akuarium untuk melihat atau berfoto.

Jumlah peserta 20 akuarium yang diikuti oleh 15 akuarium dari Singapura dan sisanya berasal dari Indonesia, Th ailand, Taiwan, Israel, sertaPhilipina. Untuk berlomba, para kontestan harus mengeluarkan dana Sin$100 atau setara Rp570-ribu per akuarium untuk pendaft aran. Itu belum termasuk pembelian alat dan ornamen laut yang mencapai jutaan rupiah.

Namun, hadiah yang diberikan pun cukup menggiurkan. Pemenang pertama mendapat Sin$2.000 setara Rp11.400.000 plus tropi. Bagi pemenang kedua dan ketiga masingmasing mendapat Sin$1.000 dan Sin$500 serta tropi. Hadiah itu pantas bagi mereka yang mampu menciptakan keindahan panorama laut di dalam kotak berukuran 1 m x 0,5 m x 0,5 m. (Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img