Sunday, August 14, 2022

Kontes Aquarama 2007 : Jiran Usik Pasukan Tumasik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kamis, akhir Mei 2007, pukul 9.35 waktu Singapura, Grace Fu Hai Yen, Menteri Pembangunan Nasional Singapura, menyerahkan piala bergengsi untuk para peraih grand champion kontes ikan hias internasional itu. Setiap kali para grand champion itu naik ke atas panggung untuk menerima piala, para pendukungnya selalu meneriakkan yel-yel nama negara. ‘Malaysia! Malaysia!,’ teriak Lim Fang sambil merangsek maju ke samping Trubus yang sibuk mengabadikan para pemenang.

Prestasi peserta Asia Tenggara sangat mencorong. Empat tahun lalu saat Aquarama 2003 dan 2005, wakil Asia Barat, Guy Kaplan dari Israel, masih bisa menerobos dominasi Asia Tenggara. Kini meski turun dengan kekuatan penuh, Guy takluk dari Guppy Center dari Singapura. ‘Inilah lomba, selalu ada menang dan kalah,’ kata pemilik Beautifish Farm itu. Namun, Guy tidak pulang dengan tangan hampa. Dua juara di kelas single colour dan AOC berhasil direngkuh.

Arwana mati

Kejutan terbesar terjadi di kategori cupang. Champion crowntail dan halfmoon, tunduk pada champion plakat di babak grand champion. ‘Plakat juara karena nilai minusnya paling sedikit: 6,’ kata Jesda Attachvit, juri Thailand. Champion crowntail dan halfmoon, masing-masing dari Indonesia dan Singapura mendapat nilai minus 17. ‘Di insang halfmoon ada noda hitam. Pada crowntail, warna dasinya tidak cerah saat babak final,’ jelas Jesda.

Kondang sebagai pencetak superred nomor satu dunia, Indonesia berjaya di kelas superred. Oscar de La Hoya milik Edo Kristanto menyabet kampiun big size arwana. Sayang di babak grand champion, siluk berumur 3 tahun itu tumbang dari kampiun small size milik Stanley Tang dari Singapura. Secara kasat mata, siluk Stanley sepanjang 25 cm tidak memiliki ring merah yang solid. Selain itu inilah perdana dalam sejarah kontes, kelas small size menumbangkan juara big size. ‘Silakan nilai mana yang lebih bagus,’ kata Edo.

Mungkin bila Muhammad Ali, juga milik Edo turun gelanggang, daftar peraih gelar grand champion superred akan berbeda. Banyak peserta kontes menjagokan sosok ikan yang mencomot nama petinju kelas berat legendaris era 1980-an, Muhammad Ali, itu. ‘Tubuhnya simetris dan corak red-nya solid,’ ujar Edo. Namun, siluk yang sempat ditawar Rp300-juta itu mati setelah sehari menginap di akuarium lomba. ‘Panitia tidak mengecek lagi kualitas air,’ sesal Edo yang mendapati suhu air akuarium mencapai 33?C.

Di kategori maskoki, andalan Soon Hui Cheong meraih predikat terbaik. Ranchu kaliko itu memiliki syarat juara. Punggung melengkung bak busur dan semua sirip mulai perut dan anal tampak seimbang. ‘Ikan ini juga aktif bergerak,’ ujar YB Hariantono, juri Indonesia. Selain dominasi juara asal Malaysia dan Singapura, satu-satunya wakil tanahair sukses merebut kampiun ryukin, lewat kemenangan Harsono Harjadz. ‘Ini kejutan karena pesaing di kelas ini cukup banyak dan bagus-bagus,’ kata pemilik PT Adi Central Arometal itu.

1.427 ikan

Lomba dan pameran Aquarama 2007 yang berlangsung 24-28 Mei 2007 itu lombakan 14 kategori ikan hias. Itu sama seperti Aquarama sebelumnya. Kategori yang dilombakan antara lain: diskus, maskoki, arwana, guppy, tetra, pleco, siklid, corydoras, dan gurami hias. Panitia mencatat sekitar 1.427 ikan dari 10 negara saling beradu cantik. ‘Inilah jumlah peserta terbesar,’ kata Jeniffer, panitia Aquarama.

Seperti biasa penjurian dilakukan sehari sebelum pembukaan Aquarama. Setidaknya 30 juri dari Asia, Amerika Serikat, dan Eropa, menjadi pengadil lomba. Mereka dipilih oleh komite yang beranggotakan perwakilan pemerintah dan organisasi ikan hias dunia. Para juri itu dipecah menjadi kelompok kecil, terdiri dari 3-4 orang untuk setiap kategori.

Yang berbeda dari Aquarama sebelumnya, kali ini panitia melarang para wartawan masuk meliput langsung detik-detik penjurian. Hal itu sangat mengesalkan teman-teman wartawan dari Norwegia, Taiwan, dan tuan rumah Singapura. ‘Mungkin gara-gara ada ikan mati,’ ujar Kuo Kwan, editor Fish Magazine dari Taiwan. (Dian Adijaya S)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img