Thursday, August 18, 2022

Kontes Cupang INBS Award Dan Jakaqua Zoo: Kejayaan Serit Bebas Dan Maskot Di Kontes Akbar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Maklum, warna bebas di dunia cupang Indonesia bak anak tiri. Itu lantaran ia identik dengan kesan murahan dan tidak layak menyandang gelar grand champion. Namun, mitos itu runtuh saat penghuni akuarium SWB 07 dianugerahi grand champion pada Kontes Cupang Hias InBS Award 4 di Giant, Lebak Bulus.

Keputusan itu jelas mengundang tanda tanya dan rasa penasaran para peserta. “Kok bisa warna bebas yang juara,” ujar salah satu peserta. Tak heran, setelah mengetahui cupang andalan Fantasy Aquatic itu menang, para peserta langsung mendekat menelisik kesempurnaan ikan. Ada yang memeriksa seritnya, dasi dayung, ekor hingga tubuh. Bertindak layaknya seperti juri, beragam komentar tidak percaya langsung terdengar.

Namun, keputusan para juri telah bulat. “Dia layak grand champion. Kesalahan pada ikan hampir tidak ada. Bentuk bagus, serit kekar dan tebal,” ungkap Herman. Menurut salah satu pengurus KOBAPI itu, sang jawara tampil dengan tubuh proporsional dan mental prima. Ia kian mencorong dengan warna terang.

Serit dan halfmoon alot

Persaingan meraih posisi tertinggi di kelas serit terbilang terjal. Setelah mengalahkan para pesaing di kelas masing-masing, para jawara saling beradu cantik untuk menjadi terbaik. Jawara serit dasar merah, maskot, kombinasi, dan bebas merupakan calon terkuat pemegang tropi bergengsi. “Semua tampil bagus dan aktif. Mental bertanding pun bagus. Tinggal cari kesalahan masingmasing ikan,” ujar Herman.

Keindahan jawara maskot luntur lantaran serit bawah renggang sedangkan sirip atas melengkung. Tak hanya maskot, serit merah pun tampil mengecewakan. Di depan para juri, ekor belakang si merah terlalu rapat sehingga bukaan kurang maksimal. “Spasi ekor kurang mantap,” kata Arif, juri lain. Sedangkan kampiun kombinasi memiliki serit bawah yang kecil dan tidak rata. Sementara serit bebas memiliki serit yang sempurna. Semua kekurangan para pesaing membuat cupang bertubuh mungil itu berhak bertengger di puncak kejayaan.

Perebutan posisi terhormat di kelas halfmoon juga seru dan ketat. Gelar grand champion di kelas bukaan ekor 1800 diraih jawara warna kombinasi. Andalan Fantasy Aquatic dari Bogor tampil terbaik lantaran warna hingga bukaan ekor tampil maksimal. “First impression bagus. Tubuhnya pun besar dan kokoh,” ujar Ahmad Yusuf, juri kontes. Menurut Yusuf—demikian ia dikenal—mental ikan didukung bukaan ekor yang penuh dan memukau. Keistimewaan itu semakin lengkap dengan tampilan warna biru kombinasi putih yang apik di ekor dan sirip.

Penghuni akuarium HWK 10 itu berhasil merengkuh gelar grand champion setelah mengempaskan rivalnya, jawara halfmoon dasar gelap. “Ikan itu sebenarnya bisa juara. Bukaannya lebih bagus dan warna pun apik,” tutur Herman. Sayang, keindahan warna gelap pekat itu ternodai pada dasi berwarna merah dan pecah.

Kontes yang bertema InBS Award ke-4 itu berhasil memikat perhatian peserta dan pengunjung. Gelar adu cantik cupang hias yang dilaksanakan di Giant, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, itu menampilkan cupang berkualitas di kelas serit, halfmoon, plakat, double tail, dan betina. Sebanyak 197 peserta dari Jakarta, Bandung, Bali, Batang, Temanggung, hingga Australiameramaikan perlombaan.

Penjurian malam

Tak ada yang menyangkal kini kontes cupang bak jamur di musim hujan. Hampir setiap minggu kontes dilaksanakan. Selang seminggu kontes adu molek Betta splendens kembali berlangsung di ITC Permata Hijau, Jakarta Barat. Sebanyak 250—259 peserta dari Jakarta, Bandung, Bogor, Batang, Malang, Bali, bahkan Australia turut meramaikan kontes.

Tak pelak perseteruan meraih gelar terbaik di dunia cupang kembali terjadi. Tiga juri kontes—Kamil, Hermansyah, Mamin—harus bekerja keras memeras otak untuk menentukan pemenang. Mereka berjuang melawan lelah dan kantuk yang menyerang. Maklum, penjurian dimulai dari pukul 19.30 hingga berakhir pukul 02.30. “Sangat melelahkan. Semua ikan memiliki kualitas bagus. Jadi, agak lama untuk menentukan juaranya,” ujar Hermansyah.

Di kelas serit, cown tail andalan Hokkie Betta dari Jakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik. “Ia layak grand champion. Bukaan serit sempurna dan tidak cacat,” ujarnya. Menurut Herman—begitu ia disapa—penghuni akuarium SM 03 itu memiliki ekor belakang, atas, dan bawah sempurna. Walaupun warna kurang terang, tetapi tubuh dan mental yang bagus mampu mengangkat perolehan nilai.

Untuk meraih posisi terhormat tak semudah membalikkan telapak tangan. Saat perebutan grand champion, 9 jawara di setiap kategori—junior dasar gelap dan terang, junior maskot, junior kombinasi, junior warna bebas, senior dasar gelap dan terang, senior kombinasi, dan senior warna bebas—tampil pol-polan untuk bisa bertengger di posisi puncak.

Serit kombinasi dan senior dasar terang tampil prima sebagai rival terberat. “Warna hitam serit kombinasi bagus. Senior dasar terang warna merah berkilau. Keduanya memiliki mental bertanding tinggi,” tutur Herman. Sayang, spasi serit belakang senior kombinasi tidak maksimal. Sedangkan ekor belakang senior dasar terang terlalu rapat dan tidak mengembang. Tak pelak kedua pesaing itu cuma bisa gigit jari.

Di kelas halfmoon pun tak kalah seru. Sebanyak 4 kategori lomba—halfmoon dasar gelap, dasar terang, kombinasi, dan warna bebas—menampilkan tontonan menarik. Di antara jejeran akuarium jawara, kampiun halfmoon warna bebas tampil memikat di depan ketiga juri. “Bukaan ekor hitam kombinasi putihnya 1800. Sirip panjang dan mental juga bagus,” ujar Herman. Menurut juri bertubuh bongsor itu warna jawara halfmoon warna bebas, memang kurang menarik. Namun, penilaian bukaan ekor yang lebar dan sempurna mampu memuluskan langkah meraih grand champion.

 

Kontes cupang hias yang bertajuk Jak Aqua Zoo 2005 itu berjalan sukses. Puluhan pengunjung dan peserta memadati arena kontes di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan. “Animo masyarakat dan hobiis semakin bagus. Hampir setiap minggu kontes dilaksanakan,” tutur Yuyung Halim, panitia kontes. Acara yang bekerjasama dengan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta itu berlangsung 1—11 September 2005. Selain kontes, juga dimeriahkan pameran ikan hias, akuarium, satwa, dan berbagai macam lomba. (Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img