Friday, August 12, 2022

Kontes Cupang HUT ke-60 RI Gelar Terbaik untuk Merah dan Hitam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sambil membungkuk, mereka memelototi satu per satu akuarium dengan senter. “Sulit menentukan grand champion,” ujar Hermansyah sambil menggulung kertas voting berisi nama cupang yang diunggulkan. Serit dasar merah dan halfmoon gelap jadi kandidat terkuat di kelas serit dan halfmoon.

Tingkah laku para juri itu membuat peserta kontes tegang. Degup jantung mereka kian kencang kala Hermansyah dan Kamil menyerahkan kertas “sakti” berisi nama pemenang kepada Joty Atmadjaja, panitia lomba. “Grand champion di kelas serit adalah serit dasar merah,” serunya. Tak pelak, sorak-sorai penonton pun menggema di antara sesaknya pengunjung hypermarket asal Perancis itu.

Wajar bila posisi terhormat itu jatuh ke tangan jawara serit dasar merah. “Seritnya bagus. Tubuh sangat proporsional,” kata Kamil. Menurut pentolan juri kontes cupang itu serit merah pantas menang lantaran dasi dan dayungnya apik. Ia kian mencorong dengan warna merah ngejreng dan bersih dari kepala hingga serit.

Menuju puncak

Kemenang an penghuni akuarium SDM 12 itu sudah diperkirakan sebagian peserta. “Peserta kelas serit dasar merah bagus-bagus. Mungkin grand champion serit ada di kelas ini,” ujar salah satu peserta asal Jakarta. Maklum, semua ikan yang bertanding di kelas itu memiliki kualitas di atas rata-rata.

Perjalanan serit merah pemenang terbilang panjang dan berliku. Saat bertarung di kelasnya jagoan Nico Filemor, hobiis di Bandung, itu m e n e ku k 15 serit lain asal Bali, Bandung, Jakarta, dan Malang. Persaingan ketat pun tidak dapat dihindari. “Kualitas ikan bagusbagus. Juri sulit menentukan pemenang,” ucap Kamil. Lantaran tampil percaya diri dan mental bagus, cupang apik itu berhasil mengempaskan para pesaing. Ia pun melenggang ke tangga perebutan gelar grand champion.

Di sana ia harus beradu molek dengan 7 jawara dari setiap kategori serit—serit dasar hitam, warna kombinasi, dasar gelap, warna bebas, maskot, dasar terang, dan betina. Bermodalkan warna merah terang di sekujur tubuh dan liukan serit yang menawan, lagi-lagi serit dasar merah berhasil mengalahkan rival terberatnya, jawara serit kombinasi. “Kedua ikan itu bagus. Mentalnya pun bagus. Keduanya layak jawara,” ujar Herman. Menurutnya serit kombinasi memiliki kekurangan pada ekor sehingga mengurangi penilaian. Akhirnya, gelar grand champion serit jatuh ke tangan sang jawara.

Halfmoon ramai

Tak ada yang menyangkal bila perebutan gelar grand champion di kategori halfmoon berlangsung alot. Semua ikan tampil dengan performa terbaik. Para mania halfmoon asal Bogor, Bandung, Jakarta, Temanggung, Bandung, bahkan hobiis dari Australia dan Singapura turut ambil bagian.

Gelar grand champion akhirnya disematkan pada jawara halfmoon dasar gelap. Andalan Andree Gunawan asal Bogor itu tampil cantik dengan warna hitam pekat di sekujur tubuh. “Kualitasnya bagus banget. Tubuh, ekor, dan sirip bagus,” ucap Herman. Menurut pria berkulit hitam itu bukaan ekor penghuni akuarium HDG 02 melebihi 1800. Keistimewaan itu mendongkrak perolehan nilai untuk meraih posisi tertinggi.

Segudang kelebihan bukan berarti perjalanan meraih puncak kejayaan mulus. Walaupun tampil dengan kecantikan sempurna, 10 halfmoon apik dari Australia, Jakarta, Temanggung, dan Bogor berusaha menjegalnya di kelas halfmoon dasar gelap. Namun, bermodal mental dan kondisi top performance ia mampu menekuk semua pesaing.

Kisah sukses itu terus berlanjut. Di tangga menuju gelar terbaik, ia beradu molek dengan jawara-jawara halfmoon dasar terang, dasar gelap, dasar merah, kombinasi, dan bebas. “Semua ikan yang bertanding memiliki kualitas terbaik. Hampir sempurna,” ucap Herman mengomentari pertandingan. Lantaran tubuh proporsional, dasi, dan sirip dayung yang lebih bagus, halfmoon hitam berhasil mengempaskan rival terberatnya, jawara halfmoon kombinasi.

Membludak

Kontes kecantikan cupang yang diselenggarakan IndoBetta Splendens Club (InBS) bekerjasama dengan Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Kotamadya Jakarta Selatan dan Carrefour itu terbilang sukses. Walaupun diundur sehari dari jadwal yang ditentukan, animo pemain dan hobiis tidak surut. Buktinya, jumlah peserta membludak hingga 211 di 21 kategori yang diperlombakan.

Kontes cupang memang bak jamur di musim hujan. Setiap bulan lomba pamer kecantikan Betta splendens itu dilaksanakan hingga 3—4 kali. “Kontes cupang semakin semarak digelar untuk menarik pemain baru,” ujar Ahmad Rifa’i, ketua panitia. Menurut Pai tercatat 10—15 pemain baru berdatangan dari berbagai daerah. Kontes menyambut HUT Kemerdekaan ke-60 RI itu memperebutkan Piala Walikota Kotamadya Jakarta Selatan. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img