Friday, August 12, 2022

Kontes Kaktus Ekor Setan Jadi Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Stenocereus eruca koleksi Deddy Luyanto di Yangon, Myanmar, menyabet juara pertama.

Persaingan kaktus seru di jagad maya. Ekor setan tampil menawan.

Trubus — Sosok Stenocereus eruca koleksi Deddy Luyanto baru kali pertama mengikuti lomba. Namun, kehadirannya sukses mencuri perhatian juri. Tanaman sehat dan lebih unggul daripada peserta lain. Menurut juri asal Jakarta, Fernando Manik, Stenocereus eruca milik Deddy tampil prima dan tergolong unik. “Ditambah lagi duri kaktus yang terlihat garang dengan warna putih dan tebal,” katanya.

Pantas saja kaktus berujuluk Devil’s tail itu mengumpulkan poin tertinggi. Deddy mendatangkan kaktus klangenannya itu pada 2018. Ia jatuh hati pada kaktus endemik Pulau Magdalena, Provinsi Quebec, Kanada, itu lantaran dapat tumbuh merambat di permukaan tanah. “Penampilan tanaman semakin memikat kelak ketika beranak sebab akan menciptakan pemandangan lansekap yang atraktif,” kata Deddy.

Perawatan

Demi menunjang kesehatan tanaman, Deddy menyiramkan pupuk NPK campuran dengan dosis 10 : 52 : 10. Ia melarutkan 1 sendok makan pupuk itu ke dalam 10 liter air. Penyiraman dilakukan maksimal setiap pekan.

Pemilik nurseri Indonesian Cactus Nursery Yangon itu menuturkan perawatan menjadi kunci tanaman sehat. Ia berencana memindahkan tanaman ke tanah dengan permukaan media tanam yang lebih tinggi agar Stenocereus eruca tumbuh sentosa. “Musababnya, pertumbuhan akar cepat dan besar,” ujarnya.

Echinocereus chloranthus elok dengan tubuh berbentuk kolumnar berhiaskan duri-duri panjang milik Arly Faizal di Jakarta.

Kontes bertajuk CSSI Spiny Cactus Photo Contest 2020 yang diselenggarakan oleh komunitas Cactus and Succulent Society of Indonesia (CSSI) itu juga menabalkan Gymnocalycium frederichii milik Sutanto, di Jakarta Barat, sebagai juara kedua. Frederichii milik Sutanto amat menarik dengan penampilan yang nyaris sempurna. Pada punggung ribs terdapat bulu berwarna putih dengan duri mungil yang menyembul.

Sejatinya, Sutanto tidak berharap bakal masuk dalam jajaran pemenang. Musababnya, duri frederichii miliknya kurang menggigit. Namun, juri memberikan poin tinggi pada penampilan mihanovichii klangenan Sutanto itu. Menurut tim juri asal Surabaya, Jawa Timur, Ibnu Ilyas, kriteria penilaian terdiri atas 40% duri, 30% kesehatan, dan 30% performa. Frederichii berselimut warna hijau itu layak masuk dalam jajaran pemenang.

“Penampilan tanaman memukau walau tanpa duri garang,” ujarnya. Penampilan yang sempurna itu tentu berkat tangan dingin sang pemilik. Ketelatenan Sutanto merawat tanaman berbuah manis. Ia meletakkan tanaman dalam rumah tanam dengan intensitas sinar matahari sebanyak 80%. Ia memilih media tanam porous sebagai ruang tumbuh. Pria ramah itu menjatuhkan pilihan pada campuran pumis, serbuk sabut kelapa, perlit, dan vermikulit. Ia juga memberikan 5 butir pupuk lambat urai dan vitamin B1 secara berkala.

Daring

Kaktus milik Arly Faizal di Jakarta juga mendapat penghargaan dari juri sebagai juara ketiga. Sosok Echinocereus chloranthus itu elok dengan tubuh kolumnar berhiaskan duri-duri panjang. Yang menarik, dalam satu duri terdapat tiga warna yakni merah, cokelat, dan putih. Tanaman berumur sekitar 5—8 tahun itu juga tampak sehat. Penampilan tanaman kian indah dengan pot berbentuk persegi warna putih.

Baca juga : Kelir Kaktus Keren

“Saya pun tak menyangka bakal masuk jajaran juara sebab kaktus yang ikut kontes rata-rata berkualitas,” kata Arly. Kontes kaktus berduri itu berlangsung secara daring pada Juli 2020. Setiap peserta wajib mengunggah foto tanaman pada halaman grup facebook milik CSSI. Mereka wajib menuliskan nama jenis kaktus secara valid yang diikutsertakan dalam lomba.

Sosok Gymnocalycium frederichii milik Sutanto, di Jakarta Barat, sebagai juara kedua.

Foto yang dipajang harus diambil dari 3 sudut yakni sisi atas; sisi terbaik bisa dari depan, belakang, atau samping; dan detail duri. Syarat lain yang tak kalah penting adalah penulisan tagline #CSSISPINYCACTUSPHOTOCONTEST2020. Menurut ketua CSSI, Sugita Wijaya, kontes kaktus berduri itu merupakan momen unjuk kebolehan para pehobi kaktus. “Ini merupakan kontes kedua yang dilakukan secara daring sepanjang 2020,” ujarnya.

Kualitas peserta cukup bagus. Kepiawaian dan antuasiasme peserta dalam merawat kaktus patut diapresiasi. Sugita berharap adu cantik di jagad maya mampu meningkatkan kecintaan pehobi pada kaktus. Mereka akan merawat tanamannya mati-matian seperti si ekor setan yang tampil menawan. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img