Monday, August 8, 2022

Kontes Multitrah GRCI Jabar Empat Jawara Lahir di Kota Kembang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penampilan shih tzu berbulu kelabu itu menawan. Bulu lembut dan lebat, gerakan lincah, dan responsif terhadap pemiliknya menjadi pertimbangan juri berpengalaman sejak 1989 itu. Pantas, bila kemenangan itu sangat membanggakan Agus Riyanto asal Solo, Jawa Tengah. Sebab, 3 juri lain yang menilai di kontes itu hanya mengunggulkan anjing impor itu sebagai best of breed (BOB).

Di ring terpisah, Susette Monk, juri lain asal Australia menobatkan Pomindo Sweet Dream, pomeranian milik Suherman asal Jakarta sebagai BIE. Anjing impor itu mengalahkan 11 rivalnya, termasuk Can Th ai Ch Symarun’s Incredibly Possible, shih tzu Agus Riyanto. Kali ini golden retriever tidak ikut pertandingan memperebutkan BIE. Kelompok gun dog itu dinilai khusus Michele Stansbury, juri spesialis asal Amerika Serikat.

Kontes multitrah back to back itu melombakan 14 trah sekaligus. Mereka dinilai 2 juri di ring terpisah selama 2 hari. Hari pertama, John C. Frederick Peddie, juri asal Kanada bertugas di ring I. Setelah bertanding di masing-masing kelas, Tahi Ina Ch Whisky von Winner, mini pinscher milik Suherman menjadi yang terbaik. Di ring lain, Chan Weng Woh, juri asal Malaysia justru menobatkan golden retriever andalan Agus Wiediyanto, Biss Ina Th Ch Gold Rush Harry Potter.

Juri spesialis

Puncak acara saat memilih BIE pada hari ke-2 memang yang ditunggu-tunggu peserta. Maklum, meraih juara di kontes harapam setiap hobiis. apalagi jika mampu mengalahkan jenis lain. Ajang bergengsi itu terjadi saat Michele Stansbury menilai golden retriever. “Juri yang diundang spesialis golden retriever. Ia minimal 10 tahun memelihara anjing itu dan sudah menghasilkan anjing best in show. Sehingga yang menang di kontes menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Agus Wiediyanto, ketua umum Perkin Jawa Barat.

Tak heran, bila lomba itu terlihat seru sejak penilaian di kelas anakan A (umur 3—6 bulan) hingga anjing-anjing peraih champion. Contohnya, di kelas remaja betina yang diikuti 6 peserta. Juri selama 12 tahun itu kelimpungan memilih sang juara. Setelah menilai, Michele menobatkan Hytrees I Love Th is Bar andalan Fourtyone Kennel dari Bandung, Jawa Barat. “Siku kaki dan punggung bagus. Gaya berjalan lebih baik dibanding lainnya,” kata anggota Golden Retriever Club di Amerika Serikat itu (GRCA).

Pertandingan di kelas champion pun sangat ketat. Wajar, rata-rata anjing yang ikut sudah malang melintang di jagat kontes luar dan dalam negeri. Di antaranya, Ina Ch Snowshoe’s Heart Break Hotel “Elvis”, Biss Ina Th Ch Gold Rush Harry Potter, Golden Castle Ninja Anthem’s New York River, dan Ina Can Int Ch Jackson Show Me Th e Money. Juri sekaligus pembiak golden retriever selama 25 tahun itu menobatkan Ina Ch Snowshoe’s Heart Break Hotel “Elvis” juara dikelasnya.

Sayang andalan Agus Wiediyanto itu gagal mengukir prestasi tertinggi di kontes itu. Puncak pemilihan BOB yang diikuti 6 anjing dimenangkan golden retriever pendatang baru andalan Jani Lauw, Am Ch Biss Goodtime Fannie Mae. Pantas, bila pemilik Golden Castle Kennel itu bangga atas prestasi anjingnya. Sebab, John C. Frederick Peddie dan Susette Monk hanya menganugerahkannya sebagai best futurity. Bahkan, Chan Weng Woh memenangkan anjing itu di kelasnya, madya jantan.

Lebih gairah

Kontes yang diselenggarakan Gold Retriever Club Indonesia (GRCI) itu berlangsung meriah. Suasana gedung olahraga itu pun terasa nyaman lantaran dipasang beberapa mesin pendingin (AC) di beberapa sudut bangunan. Peserta pun tertib mengikuti jalannya lomba yang dimulai pukul 09.00 hingga 19.00.

Penilaian trah golden retriever termasuk paling lama. Maklum, pesertanya terbanyak, 72 ekor; 1 trah lain rata-rata diikuti 10 peserta. Bahkan, kelas maltese dan yorksire cuma diikuti 1 peserta.

Di kontes itu juga menobatkan best baby in exchibition (BBIE) dan best puppy in exchibition (BPIE). Predikat BBIE diberikan anjing terbaik kelas anakan A (umur 3—6 bulan) dari setiap trah; BPIE, kelas anakan B (umur 6—9 bulan) dan C (umur 9—12 bulan). “Pemilihan ini untuk merangsang pembiak lokal agar lebih bergairah mengikutkan anjing ternakannya,” kata Agus Wiediyanto. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img