Wednesday, February 8, 2023

Kontes Perdana Tanaman Hias Paku Tanduk Rusa

Rekomendasi

Trubus.id — Saat ini tidak hanya aglaonema dan sanseivera yang beradu elok di kontes. Namun, beberapa bulan yang lalu, kontes tanaman hias paku tanduk rusa juga digelar. Tepatnya 15 Oktober 2022 lalu, telah sukses digelar kontes paku tanduk rusa di Jakarta Convention Center.

Kontes perdana paku tanduk rusa itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Florikultura Indonesia dengan pemenang kontes yakni Platycerium willinckii koleksi Maulana Yusuf. Sosok tanaman itu tampil menawan dan menarik bak rambut perempuan selepas dikeriting.

Kolektor asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu membeli tanaman paku hias dari Jepang pada 2019 seharga Rp25 juta. Dahulu, penangkar asal Negeri Sakura membeli willinckii dari pehobi di Indonesia dan mengembangkannya.

Saat itu daun pendek, berukuran 20 cm. Mutasi juga belum terlihat sempurna. Kini, untaian daun 60 cm. Mutasi daun berbentuk keriting di bagian ujung. Tiga juri mendaulat paku tanduk rusa itu sebagai juara di kelas mata majemuk.

“Kekompakan induk tunggal dengan anakan sangat rapi dan terlihat sehat semua,” tutur Hendra Rukmana.

Juri itu menjelaskan segi penilaian dari penampilan yang meliputi keindahan, kekompakan, dan keseimbangan. Keseimbangan tanaman berarti menunjukkan topofil (mahkota) dan sporofil (batang) seimbang.

Segi keindahan juga dilihat dari ukuran yang proporsional serta keunikan bentuk daun yang stabil. Juri juga melihat kesehatan dan kelangkaan tanaman. Lalu, bagaimana perawatannya sampai meraih juara kontes?

Perawatan

Sebelum kontes paku perdana, Maulana (27) merawat tanaman anggota famili Polypodiaceae itu. Ia menempatkan tanaman di rumah tanam dengan kanopi berbahan plastik ultraviolet. Tujuannya, supaya tanaman tetap terkena sinar matahari tetapi tidak terkena air hujan.

“Saat tanaman terkena air hujan, warna daun akan berubah menjadi kecokelatan,” ujar Maulana.

Ia juga menata lokasi supaya sinar matahari tidak terlalu lama mengenai tanaman. Pada rumah tanam itu terkena sinar matahari dari pukul 14:00–16:00 WIB. Ia juga rutin menyiram tanaman setiap pagi.

Nutrisi tanaman berupa pupuk daun yang mengandung nitrogen 17% sebanyak 20 butir. Maulana meletakkan butiran pupuk di atas media tanam. Frekuensi pemberian sekali dalam sebulan. Maulana menggunakan akar kadaka sebagai media tanam lantaran murah.

“Sebenarnya memakai sphagnum moss juga bagus, tetapi harganya mahal,” tutur Maulana.

Papan untuk menempelkan media tanam beserta tanamannya berupa kayu mahoni yang lebih tahan lama, sekitar 2–3 tahun. Pergantian media tanam bersamaan saat papan mulai lapuk. Pencegahan cendawan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif Propinep. Konsentrasi satu sendok makan dalam 5 liter air untuk 20 tanaman. Frekuensi pemberian dua bulan sekali.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peluang Bisnis Bibit Buah Naga

Trubus.id — Banyak yang tertarik untuk ikut mengebunkan buah naga kuning. Wajar saja, sebab banyak masyarakat yang menyukai buah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img