Saturday, August 13, 2022

Kontes Serama Trubus Agro Expo 2006 : Cenil Bintang WTC

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dengan penuh percaya diri, di babak .final klangenan Edi Sebayang asal Tangerang itu berjalan di atas catwalk dengan kepala tegak dan dada membusung. Penampilan prima selama5 menit itu mendapat ganjarankampiun terbaik di kontes serama Trubus Agro Expo Mei 2006.

Pantas Cenil diberi gelar bergengsi.“Gayanya bagus dan tidak canggung. Tanpa perlu dipancing Cenil sudah membusungkan dada,” ujar Henky Tandjung, ketua tim juri. Keistimewaan itu menjadi nilai tambah saat bertarung di fi nal. Kepala, ekor, kaki, dan corak bulunya juga nyaris sempurna.

Saingan terberat Cenil datang dari Datuk. Kampiun dewasa B jantan itu sebetulnya tampil bagus. Sayang, ketika berjalan klangenan yang juga milik Edi Sebayang itu dilanda demam panggung. “Langkah dan gaya Datuk terlihat kaku,” ujar Hengky.

Beda tipis

Sebelum melangkah ke fi nal, sang terbaik perlu menundukkan lawan-lawan tangguh di kelas muda jantan. Sebut saja Cendana, serama sesama milik Edi Sebayang. Gaya berjalan Cendana tidak kalah. Sosok tubuh pun mendekati sempurna. Namun Cenil tetap tidak tergoyahkan. Ia mengumpulkan nilai 72 atau 2 angka lebih tinggi dibanding Cendana.

Pertandingan tak kalah seru di kelas anakan jantan. Kelas ini akhirnya dimenangkan Pitung Yunior dengan mengantongi nilai 56. Kemenangan itu sekaligus memupuskan harapan Kancil milik Cempaka asal Jakarta untuk merebut tiket ke babak fi nal. Kancil menyerah dengan perbedaan tipis, 3 angka.

Adu molek di WTC Manggadua itu juga melahirkan jawara-jawara baru. Di antaranya Iis Dahlia di kelas betina dewasa. Meski baru pertama kali berlaga, klangenan Aris Hartanto itu sukses merebut juara pertama. Dengan keunggulan tubuh besar dan bulu putih, ia berhasil menyingkirkan 3 pesaing beratnya, Sinta, Kenanga, dan Ken Dedes Junior.

Kuning Padi pendatang baru milik Johan disemati gelar terbaik di kelas all size jantan. Dengan bulu kuning keemasan bak bulir padi, ia mengalahkan Roberto dengan selisih nilai 5. “Gayanya bagus dan coraktubuhnya juga cantik,” kata Hengky.

Kemenangan Pitung Yunior dari kelas anakan membuktikan bahwa ternakan lokal kini tak kalah berkualitas dengan serama asal Malaysia. “Semakin lama peternak lokal semakin pintar menghasilkan serama berkualitas,” ujar Udin dari Bintara Farm di Jakarta.

Ramai

Adu molek yang diselenggarakan P2ASI (Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia) bekerja sama dengan Trubus itu mampu menyedot perhatian pengunjung WTC Manggadua, Jakarta Pusat. Meski acara sedikit molor dari jadwal, tapi tak mengurangi gairah bertarung dari 64 peserta.

Kehadiran peserta dari Bali menambah semarak kontes. “Baru pertama kali ada peserta dari Bali yang mengikuti kontes di Jakarta. Sayang, seramanya belum berhasil meraih juara,” ujar Rudi Pelung dari P2ASI. Acara lomba yang berlangsung hingga pukul 16.00 itu selain bertujuan menambah pengetahuan masyarakat tentang serama juga untuk menyemarakkan Trubus Agro Expo 2006. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img