Sunday, August 14, 2022

Kontes Serama Tujuh SeramaMenguak Jawara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bobot tubuh bukan satu-satunya modal kemenangan ayam berumur 1,5 tahun itu. Ukuran kaki dan kepala proporsional, serta ekor pedang menjulang sejajar dengan kepala, kunci lain. Selain itu ayam berbulu cokelat itu bersifat autogaya. “Tak perlu dipancing ia sudah membusungkan dada,” kata Hartono. Kemenangan itu sekaligus mengandaskan harapan Anak Bo.

Serama kebanggaan Rudiasfi e Sjofi nal, hobiis dari Pondokbambu, Jakarta Timur, itu mesti puas di peringkat kedua. Ia mengantongi poin 63. Penampilan ayam berbulu hitam itu sebetulnya bagus. Ekor—salah satu bagian tubuh yang dinilai—rapi dan klimis. Sayang, menurut Hartono, penampilannya kurang atraktif.

Lomba bagus-bagusan yang berlangsung di halaman Rudi Pelung Farm milik Rudiasfi e Sjofi nal, Pondokbambu, Jakarta Timur, itu seolah milik Megananda. Betapa tidak, di kelas dewasa dan muda, koleksi mantan direktur perkebunan itu mendominasi. Di kontes dewasa, 4 serama andalan Mega Bird Farm (MBF) milik Megananda merebut kampiun; kelas muda, 3 ekor. (lihat boks: Kampiun di Pondokbambu, Jakarta Timur). Prestasi 7 serama itu kian mengokohkan Megananda sebagai gudang serama jawara.

Bersaing ketat

Di kelas serama muda, 2 andalan Megananda berhasil menorehkan prestasi terhormat. Dengan mengantongi nilai 64, Sri Rama memboyong gelar juara I. Sri Melayu, jagoan lain puas di urutan II. Di kontes yang berlangsung di Kalimalang, Jakarta Timur pada November 2004, Sri Melayu menyabet juara I. “Keduanya bagus, tapi mental bertanding sang juara lebih baik. Saat di meja penilaian, ayam itu makin bergaya,” kata Hengky Tanjung, sang juri.

Perlombaan di kelas muda tampak kurang seru karena hanya diikuti 5 peserta. Persaingan ketat terjadi di kelas serama remaja. Sebanyak 10 kontestan beradu cantik meski rata-rata belum banyak yang terlatih. Akibatnya juri harus memancing ayam agar bergaya.

Tampil perdana Narada milik Mudjiman asal Jakarta Pusat. Begitu diangkat ke meja, serama berbulu hitam totol putih itu langsung membusungkan dada, lalu berjalan mengitari catwalk. Kaki kanan dan kiri pun diangkat secara bergantian. Dengan penampilan itu Narada meraih poin 49 dan dinobatkan sebagai juara I.

Pesaing Narada adalah Roketnya Ajong dari Pulomas, Jakarta Timur. Ayam berbulu cokelat itu sebenarnya tak kalah cantik. “Ayo bergaya. Kok, diam saja. Nah…, gitu dong,” ucap Ajong menyemangati jagoannya. Roket akhirnya meraih juara II.

Peserta di kelas muda sebenarnya bagus. Namun, mereka banyak yang gagal lantaran kondisinya kurang fi t. Jadol milik Dadang asal Sumedang, Jawa Barat, misalnya, memang tidak dipersiapkan maksimal. Tak heran, ketika dinilai ayam itu sering mendekati bibir meja. Meski begitu, serama tipe slim itu meraih juara ke-4.

Kontes juga melombakan ayam berumur 3—5 bulan yang terhimpun di kelas anakan. Sepuluh peserta turut menyemarakkan lomba. Penampilan mereka lucu karena bulu belum tumbuh sempurna. Apalagi, mental belum terbentuk sehingga ayam acap diam di meja. Ada juga ayam yang atraktif sehingga harus dipegang. Juara I disabet Karisma milik H Yusuf, disusul Comronya Dadang dari Sumedang dan Ganjen andalan Ajong di urutan ke-3.

Ramai

Kontes serama itu berlangsung meriah. Meski lokal, setidaknya 40 peserta hadir meramaikan acara. “Semula kontes ini hanya latihan bersama menjelang kontes nasional, tapi ternyata peserta antusias untuk datang ke kontes,” kata Rudiasfie Sjofinal, ketua panitia. Makanya, panitia kelabakan lantaran peserta melebihi target. Acara lomba yang seharusnya digelar pukul 12.00, akhirnya diundur hingga 1 jam lantaran ada peserta yang belum hadir.

Kemeriahan tampak ketika acara penobatan serama terkecil dan betina terbaik. Gelar ayam termungil diberikan pada Black Thunder milik Budiyanto asal Pluit, Jakarta Utara. Cleopatra milik Jerry Hermawan dari Kota Wisata, Cileungsi, Bogor dinobatkan betina terbaik. (Nyuwan SB)

 

Previous articleTernak Ayam Kalkun
Next articleAdenium Taiwan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img