Monday, August 8, 2022

Kratom Obat dari Rimba Borneo

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tanaman herbal “baru” yang multikhasiat.

Serbuk daun purik diminati pembeli mancanegara.
Serbuk daun purik diminati pembeli mancanegara.

Inilah herbal yang khasiat maupun reputasinya kontradiktif. Konsumsi sedikit mengusir kantuk, konsumsi lebih banyak membuat mengantuk. Di Amerika Serikat, banyak orang mengonsumsi herbal itu untuk mengatasi efek kecanduan terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol. Banyak veteran di sana mengonsumsi herbal itu untuk mengatasi stres akibat trauma pascaperang (PTSD, post-traumatic stress disorder).

Herbal asli Indonesia itu berkerabat dengan jabon Anthocephalus cadamba. Masyarakat menanam jabon untuk diambil kayunya. Batangnya pun mirip dan sama-sama mampu tumbuh di lahan kritis. Herbal itu adalah kratom. Berbeda dengan jabon, pohon kratom lebih umum dimanfaatkan daunnya. “Popularitas kratom meningkat sejak 10 tahun terakhir,” kata Ariansyah, eksportir berbendera Kratom Fiesta di Pontianak, Kalimantan Barat.

Multimanfaat
Dalam Tumbuhan Berguna Indonesia jilid 3, botanis berkebangsaan Belanda K Heyne menyatakan kratom Mitragyna speciosa itu ditanam di Semenanjung Malaya untuk dimanfaatkan daunnya. Sementara penduduk Kalimantan memanfaatkan kayunya untuk membuat peti. Menurut Ketua Asosiasi Kratom Borneo (AKB), Drs Suhairi, etnis Dayak di Kalimantan Barat turun-temurun memanfaatkan daun puri—nama lain kratom—untuk berbagai keperluan.

“Kratom paling efektif untuk penyembuhan luka pascapersalinan,” ungkap Suhairi. Dalam International Journal on Drug Policy, D Saingam menulis masyarakat Malaysia dan Thailand memanfaatkan daun itu untuk mengatasi gangguan pencernaan pada kerbau dan sapi.

Riset lain menyebutkan pemanfaatan tradisional sebagai penambah energi saat bekerja di ladang. Sejatinya nama kratom berasal dari bahasa Thailand. Di Kalimantan, orang menyebutnya daun puri atau purik. Pembudidaya dan produsen serbuk daun kratom di Pontianak, Kalimantan Barat, Ir Abdul Kadir, menyatakan ada 3 varian daun kratom. Paling banyak adalah jenis red vein, yang dicirikan oleh warna merah di tulang dekat tangkai daun yang menempel ke ranting.

Ir Abdul Kadir, pembudidaya daun purik di Pontianak.
Ir Abdul Kadir, pembudidaya daun purik di Pontianak.

Itulah varian daun puri yang paling banyak tumbuh dan dijumpai. Jenis lain, green vein, berciri tulang daun hijau. Sementara white vein, yang paling langka dijumpai, memiliki tulang daun hijau pucat keputihan. Sentra penanaman kratom terluas di Kabupaten Kapuashulu, Kalimantan Barat. Kapuashulu menjadikan kratom sebagai tanaman rehabilitasi.

Perbanyakan pohon purik sangat simpel. Selain biji, pucuk tanaman pun bisa disetek. Dua tahun terakhir, anjloknya harga kelapa sawit dan karet membuat masyarakat memerlukan mata pencaharian alternatif. Pada saat bersamaan, pasar daun kratom di mancanegara mulai terbuka sehingga kebutuhan daun segar meningkat. Oleh karena itu mengusahakan daun purik itu menjadi mata pencaharian baru.

Senyawa aktif
Menurut Suhairi harga daun segar mencapai Rp6.000 per kg. Proses pengeringan untuk membuat serbuk daun pun cepat. Hanya dalam 2—3 hari daun pun kering dan siap olah menjadi serbuk. Cirinya, “Hancur kalau diremas,” kata Ariansyah. Pada masa awal memproduksi, Ariansyah langsung mengumpankan daun kering itu ke dalam mesin pelumat (grinder), menyaring, memasukkan kembali bagian yang masih kasar sampai halus seluruhnya, lalu mengemas dalam plastik atau kapsul.

Kratom jenis red vein bertulang daun merah.
Kratom jenis red vein bertulang daun merah.

Pembeli mengeluhkan serbuk tulang daun yang cenderung mengapung ketika diseduh. Untuk mengatasi hal itu Ariansyah menambahkan 1 tahap dalam proses. Sebelum masuk grinder, ada tahap peremasan dan pemisahan tulang daun secara manual. Tidak itu saja, tenaga produksi pun mengenakan pakaian khusus, masker, dan sarung tangan untuk menjaga higienitas serbuk hasil proses. Musababnya, “Pembeli pernah datang langsung dan meninjau proses produksi untuk memastikan tidak ada penambahan bahan lain,” tutur ayah 2 anak itu.

Menurut Suhairi, serbuk tulang daun hasil samping produksi pun ada pembelinya. Meski harganya tidak setinggi serbuk daun yang berkisar US$40—US$50 per kg, tulang daun pun bisa dijual sehingga ia memproses secara terpisah. Kandungan utama daun kratom adalah alkaloid bernama mitraginin, painantin, dan spesioginin. Dalam laporan An Insight into the Effect of Mitragyna speciosa Extract on Various Body System, periset dari Departemen Anatomi Universiti Kebangsaan Malaysia menyatakan bahwa penghentian konsumsi kratom memicu berbagai efek samping.

Efek samping itu di antaranya kegelisahan, kehilangan kontrol sesaat terhadap gerakan tangan, dana kehilangan nafsu makan. Hal lain yang memicu kontroversi adalah efek sedatif alias menenangkan. Akibatnya pada Juli 2016, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration, USFDA) memerintahkan pencekalan impor kratom melalui Import Alert 54-15.

Full.pdf
Kratom green vein bertulang daun hijau.

USFDA mendasarkan pelarangan itu kepada berbagai penelitian tentang efek konsumsi kratom yang memicu gangguan berbagai fungsi tubuh. Di tanahair, pada September 2016 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan larangan penggunaan kratom dan turunannya dalam suplemen makanan maupun obat. Banyak riset membuktikan efek penenang daun kratom. Salah satunya oleh Dini Novindriana dan rekan dari Program Farmasi Universitas Tanjungpura Pontianak.

Mereka membuktikan efek menenangkan ekstrak etanol daun kratom terhadap mencit. Dini membandingkan efek sedatif ekstrak kratom dengan diazepam, obat penenang yang umum digunakan di dunia medis. Periset itu mengukur waktu reaksi mencit dengan beberapa tes, salah satunya dengan uji traksi. Kaki depan mencit digantungkan pada seutas kawat setinggi 40 cm dari meja lalu peneliti menghitung waktu sampai tubuhnya berbalik dan lalu jatuh.

Pada uji traksi, mencit memperlihatkan gejala sedasi—melambatnya refleks atau berkurangnya kewaspadaan—sejak 10 menit pascapemberian. Namun hal yang perlu dicatat bahwa kelompok 1 yang memperoleh dosis terendah (lihat tabel Efek Penenang Kratom), efek penenang itu nyaris tidak tampak. Mencit di kelompok kontrol positif yang mengonsumsi obat penenang generik diazepam malah memperlihatkan efek sedasi lebih tinggi ketimbang kratom.

Jika dikonversi kepada manusia berbobot 55 kg, dosis terendah mencit itu setara 42 kg serbuk daun segar. Ariansyah paling banter mengonsumsi 2 kapsul berisi kira-kira 2 g serbuk daun segar sebelum bermain futsal atau badminton.

564_-35“Tidak mungkin orang bakal mengonsumsi 42 kg serbuk daun kratom segar sekali makan,” kata Ariansyah. Suhairi yang menekuni pembuatan ekstrak daun kratom 6 tahun terakhir pun tidak pernah melihat penyalahgunaan kratom. “Tidak ada orang mabuk apalagi ‘fly’ setelah mengonsumsi kratom,” ungkap ayah 4 anak itu.

Suhairi yang kerap mengonsumsi meskipun tidak rutin juga tidak merasakan efek apa pun ketika tidak konsumsi. Daun purik itu salah satu kekayaan flora tanahair yang memerlukan dukungan penelitian lanjut. Sayang sekali kalau menjadi bahan terlarang padahal khasiatnya belum terungkap. (Argohartono Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img