Tuesday, July 23, 2024

Kualitas Kakao Fermentasi Petani di NTB Meningkat, Berkat Kotak Fermentasi Terkontrol

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Eng. Kamarisima, S.Si., M.Si., dan tim berinovasi  membuat perangkat kotak fermentasi kakao terkontrol.

Kotak fermentasi terkontrol itu merupakan bentuk pengabdian masyarakat SITH ITB yang melakukan pendampingan fermentasi kakao pada 2021—2022.

Tim pengabdian masyarakat pimpinan Kamarisima itu melibatkan para petani kakao di Dusun Senara Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk Pardan.

Sejak menggunakan kotak fermentasi itu Pardan hanya membutuhkan waktu 1—2 hari. Semua biji kakao pun terfermentasi.  Selain itu kadar air biji kakao hasil fermentasi hanya 4%.

Kadar air yang rendah meningkatkan masa simpan dan meminimalisir kerusakan. Pardan menggunakan kotak kayu berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.

Kotak itu berisi starter mikrob dari isolasi biji kakao dan penambahan bakteri asam laktat. Fermentasi menggunakan kultur cair mikrob dengan perbandingan 10% dari bobot biji kakao.

Tidak semua biji kakao menjalani fermentasi. Pardan hanya memilih biji kakao dengan daging buah tebal dan bersih. Ia menyemprotkan kultur cair mikrob dalam kotak kayu berkapasitas 25 kg itu secara merata pada hari pertama. Setelah penyemprotan kultur cair mikrob merata, ia menutup kotak kayu. 

Perangkat itu terdiri dari 2 lapis yang bertujuan mengisolasi panas dari dalam kotak dan meminimalisir kontak dengan udara luar. Dengan begitu suhu dalam kotak terjaga pada 38— 40oC. 

Saat suhu lebih tinggi dari 40oC, kipas ventilasi (exhaust fan) menyala otomatis untuk mengurangi panas. Kotak juga dilengkapi sistem pengaduk otomatis sehingga petani tidak perlu memisahkan dan memindahkan biji kakao ke kotak yang baru saat pengadukan. 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img