Friday, December 2, 2022

Kuat Karena Kenaf

Rekomendasi

Pemanfaatan kenaf sejauh ini baru sebatas serat dari kulit yang menyelimuti batangBatang kenaf yang terbuang itu layak menjadi bahan meja, lemari, dan langit-langit rumah yang kuat.

Pekebun kenaf di Lamongan, Provinsi Jawa Timur, memisahkan serat dari kulit batang. Setelah mengambil serat, petani itu membuang batang Hibiscus cannabinus begitu saja. Selama ini batang kenaf memang menjadi limbah atau paling banter sebagai kayu bakar. Padahal, serat kenaf hanya 40%, sedangkan batang mencapai 50% dari total bagian tanaman. Jika sehektar menghasilkan 5 ton serat kenaf, artinya ada 5-6 ton batang tak berguna. Produktivitas kenaf nasional rata-rata mencapai 40 ton per ha.

Menurut anggota staf di bagian Produksi Bahan Interior PT Toyota Boshoku, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Trenggono, pemanfaatan batang kenaf nyaris nihil. PT Toyota Boshoku produsen interior mobil merek Toyota yang memanfaatkan serat kenaf sebagai bahan baku. Padahal, batang kenaf yang tersia-siakan itu berpotensi besar sebagai pengganti kayu sebagaimana riset Dr Dede Hermawan dari Departemen Teknologi Hasil Hutan, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat. Menurut Dede, batang kenaf berpotensi menggantikan kayu untuk papan partikel dan palet untuk kemasan ekspor.

Tanpa gula

Dr Dede Hermawan, “Jika limbah bisa bernilai komersial, kesejahteraan petani pun meningkat.”3.	Palet batang kenaf menggantikan palet dari kayu utuhFaedah lain batang tanaman kerabat bunga sepatu itu juga meningkatkan kekuatan papan gipsum-bahan pembentuk ornamen di langit-langit rumah. Kelebihan lain, batang kenaf rendah kandungan gula dan karbohidrat sehingga meniadakan biaya pengolahan awal. Bandingkan dengan limbah dari industri perkebunan lain seperti kelapa sawit. Batang kelapa sawit mengandung karbohidrat sehingga memerlukan proses awal seperti pemanasan dan perendaman.

Selain itu, batang, pelepah, dan tandan sawit kaya gula. Dampaknya, dalam pembuatan papan semen, batang, pelepah, dan tandan tidak bisa langsung bercampur dengan semen. Sebab, bila bercampur dengan semen yang bersifat basa, selnya terurai dan mengeluarkan zat yang merusak proses pengkristalan semen. Itu tak akan terjadi dengan batang kenaf. Lagi pula, “Jika limbah bisa bernilai komersial, kesejahteraan petani pun meningkat,” ujar doktor Wood Science  alumnus Kyoto University, Jepang, itu.

Kegunaan lain batang kenaf adalah sebagai bahan baku palet sebagai alas barang ekspor dalam kontainer. Palet mencegah kerusakan komoditas ekspor akibat benturan. Selama ini palet terbuat dari kayu utuh, bukan serbuk gergaji atau partikel kayu. Masalahnya, penggunaan kayu utuh sebagai palet kerap terhalang International Standards for Phytosanitary Measures No 15 atau ISPM 15, yang membatasi penyebaran serangga dan penyakit perusak kayu.

“Palet batang kenaf tidak akan terhalang ISPM 15 karena pembuatannya saja dengan pemanasan,” kata Dede. Pemanasan itu menjamin semua telur hama maupun spora cendawan penyebab penyakit mati sehingga dapat menghemat biaya. Untuk membuat palet atau papan partikel, mula-mula Dede mengeringkan batang kenaf hingga berkadar air 2-5%. Ia lantas mencacah batang kering itu menjadi serbuk kasar berukuran 20-60 mesh, lalu memasukkan ke mesin pengempa panas sekaligus pengelem. Dalam 5 menit, mesin itu mengubah serbuk kenaf kasar menjadi palet maupun papan partikel.

Batang kenaf bukan cuma bisa menggantikan kayu. Dede juga mengembangkan papan gipsum berbahan batang kenaf dan campuran semen. Maklum, gipsum kian populer di masyarakat. “Papan semen gipsum lazim digunakan sebagai komponen rumah di Jepang,” tutur Dede. Apalagi pembangun bisa memodifikasi bahan gipsum sesuai kebutuhan, misalnya dengan menambahkan lapisan marmer,” kata pria yang menanam kenaf di Cianjur Selatan, Jawa Barat, itu.

Gipsum kuat

Menurut Dede gipsum berbahan batu kalsium sulfat itu punya kelemahan, yakni mudah hancur. Musababnya, kalsium sulfat bersifat menyerap air sehingga bentuknya tidak beraturan. Membuat gipsum kuat bukan sebuah hambatan, antara lain dengan menambahkan serbuk batang kenaf. Ia mencampurkan semen, serbuk batang kenaf, dan air dengan perbandingan 2,5 : 1 : 1,25 untuk bahan pelapis atas dan bawah. Adapun untuk bagian tengah, ia mencampur gipsum, serbuk batang kenaf, dan air dengan perbandingan 3 : 1 : 1,5.

kenaf dalam gipsumBerikutnya, ia menyusun pelapis atas, bagian tengah, dan pelapis bawah, serta mencetak dengan pengempa bertekanan 35 kg/cm2 selama 24 jam. Dede lantas mendiamkan hingga kering sempurna. Pada kondisi ruang, campuran semen dan gipsum tanpa kenaf perlu sebulan agar mengeras sempurna. Campuran semen, gipsum, dan serbuk batang kenaf kering sempurna hanya dalam 2 pekan. “Apalagi jika dikeringkan di dalam autoklaf, waktu bisa dipangkas menjadi 24 jam. Sedangkan apabila ditambahkan CO2 dalam autoklaf, prosesnya hanya sejam,” ujar Dede.

Penambahan serbuk batang kenaf terbukti mempercepat pengeringan papan gipsum. Selain itu penambahan serbuk batang kenaf terbukti meningkatkan kekuatan gipsum, daya kelenturan pun meningkat dari 8.8 kg/cm2 menjadi 24.43 kg/cm2. Gipsum kenaf juga sanggup menahan beban hingga 84,26 kg/cm2, meningkat hampir 3 kali lipat daripada gipsum semen biasa, yang patah oleh beban uji 33,19 kg/cm2. Daya mencengkeram sekrup maupun paku juga meningkat 2 kali lipat, dari 10,5 kg menjadi 20,42 kg. Artinya penambahan serbuk batang kenaf memperkokoh gipsum.

Penambahan kenaf menjadikan rayap enggan bersarang dalam gipsum. Maklum, sifat papan gipsum biasa yang mudah menyerap air membuat rayap betah bercokol di dalamnya. “Mereka tidak memakan gipsum seperti memakan kayu, tapi kehadiran rayap membuat gipsum berlubang-lubang sehingga kekuatannya berkurang,” kata Dede. Sudah begitu, penambahan serbuk batang kenaf tentu saja mengurangi kebutuhan semen. Batang kenaf pun lebih berfaedah, bukan sekadar kayu bakar, tetapi bahan bangunan kelas ekspor. (Susirani Kusumaputri/Peliput: Nabila Chairunnisa)

 

Keterangan Foto :

  1. Pemanfaatan kenaf sejauh ini baru sebatas serat dari kulit yang menyelimuti batang
  2. Dr Dede Hermawan, “Jika limbah bisa bernilai komersial, kesejahteraan petani pun meningkat.”
  3. Palet batang kenaf menggantikan palet dari kayu utuh

 

Previous articleTerancam Siang Malam
Next articleBiogas Berlipat Ganda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img