Thursday, August 18, 2022

Kulit Kepiting Sumber Hormon Penumbuh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sarmin, manajer produksi PT Parung Farm, produsen sayuran hidroponik, penasaran dengan lonjakan hasil itu. Ia mencoba hormon berbahan baku rumput laut hingga 6 kali. Hasilnya menggembirakan karena produksi bayam menjulang, meningkat lebih dari 100%. Peningkatan produksi berarti juga omzet melambung. Harga jual bayam hidroponik Rp39.000 per kg sehingga omzet per bak seluas 8 m2 mencapai Rp780.000.

Toh, harga pupuk itu relatif murah: Rp10.000 per 200 ml. Sarmin menyemprotkan pupuk ramah lingkungan itu berdosis 3 ml per liter air. Frekuensinya 2 kali/hari ketika tanaman berumur 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Ia memanen bayam ketika berumur 35 hari. Dengan pupuk rumput laut, ‘Irit dan hasil pun berlipat,’ kata pria kelahiran 11 September 1959 itu.

Radiasi

Pupuk berbahan dasar rumput laut itu hasil riset Tita Puspitasari MS, peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional. Master Kimia alumnus Institut Teknologi Bandung itu mengolah alginat dari rumput laut cokelat Sargassum filipendula. Sebagai pengental, rumput laut cokelat jenis sargasum yang tumbuh di perairan tropis kalah bersaing ketimbang rumput laut jenis laminaria, macrocrystis, dan aschophyllum yang tumbuh di perairan subtropis. Sebab, kandungan zat pengental rumput laut cokelat relatif rendah, cuma 100 centipoise; pada konsentrasi 1%; rumput laut hijau, 10.000 centipoise.

Puspitasari memanfaatkan rumput laut itu sebagai hormon penumbuh lantaran kaya giberelin, auksin, alginat, dan sitokinin. Keempat kandungan itu merupakan faktor penumbuh tanaman. Puspitasari mula-mula membersihkan 10 gram rumput laut dan merebus dalam larutan natrium karbonat selama 2 jam pada suhu 80oC sehingga menjadi bubur. Ia menyaring bubur rumput laut dan mengendapkannya dengan asam klorida, kemudian melarutkannya dalam natrium hidroksida sehingga berubah menjadi natriumalginat berbentuk jeli.

Perempuan kelahiran 23 Oktober 1969 itu lalu meradiasi jeli rumput laut dengan kobalt. Dosis radiasi 75 kilogray. ‘Zat penumbuh itu terbuat dari cincin benzen. Meski diradiasi tetap utuh,’ kata Puspitasari. Radiasi memutus rantai polimer alginat sehingga hormon penumbuh terlepas dari kungkungannya. Selain itu radiasi juga menyebabkan viskositas alias kekentalan dan mengurangi bobot molekul. Ia lalu mengencerkan oligoalginat alias alginat yang telah diradiasi itu dalam air.

Konsentrasi larutan 50 ppm. Cairan itulah yang berfaedah meningkatkan produksi bayam seperti diterapkan Sarmin. Tanaman memerlukan hormon penumbuh seperti giberelin, auksin, alginat, dan sitokinin untuk pertumbuhan. Nah, ketika ketersediaan hormon itu memadai, tanaman pun berproduksi maksimal.

Kepiting

Selain rumput laut, sumber hormon penumbuh lain adalah cangkang kepiting dan kulit udang. Cangkang kepiting dan kulit udang mengandung kitin dan kitosan, sebagai hormon penumbuh. Dr Gatot Tri Mulyadi, ketua tim periset kitosan Badan Tenaga Nuklir Nasional, meradiasi hormon itu berdosis 50-100 kilogrey. Hormon itulah yang dimanfaatkan Badri, pekebun sayuran di Cisarua, Kabupaten Bogor.

Ia menyemprotkan oligokitosan-kitosan yang sudah diradiasi-ke sayuran di lahannya. Hasilnya menggembirakan lantaran produksi menjulang. Pada bunga kol, misalnya, ‘Produksi menjadi 1 kg per tanaman. Sebelum menggunakan oligokitosan, produksi bunga kol hanya 0,5 kg,’ kata Badri yang meraih Kalpataru. Selain pada bunga kol, pria 59 tahun itu juga menyemprotkan oligokitosan pada beragam sayuran seperti brokoli, kubis, dan wortel.

Produksi semua sayuran itu meningkat tajam. Sebagai gambaran, sekilo wortel terdiri atas 5-6 umbi; sebelumnya, 12-13 umbi. Begitu juga dengan brokoli yang terdiri atas 3-4 bunga. Padahal, sebelum menggunakan oligokitosan bobot 1 kg terdiri atas 5-6 brokoli. Singkat kata oligokitosan yang mengandung hormon tumbuh giberelin, auksin, dan sitokinin mendongkrak produksi sayuran.

Oleh karena itu sejak 2003 Badri terus memanfaatkan oligokitosan di lahan sayuran organik. Kitosan tak hanya berfaedah menjernihkan air atau mempercepat penggumpalan darah manusia. Di bidang pertanian, oligokitosan dan oligoalginat asal rumput laut yang kini tersedia di pasaran itu melambungkan produksi. (Niken Anggrek Wulan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img