Friday, August 12, 2022

Kulit Manggis untuk Imunitas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kulit manggis mengandung senyawa aktif xanthone. (Dok. Trubus)

Senyawa xanthone pada kulit buah manggis sebagai imunostimulan.

Trubus — Manggis berjuluk queen of fruit alias ratu buah. Daging buahnya lezat. Kulitnya berkhasiat sebagai superantioksidan untuk memacu regenerasi sel yang rusak. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Berna Elya, Apt., M.Si mengatakan, kulit manggis memiliki aktivitas antioksidan. Kulit manggis sebagai imunomodulator dan antikanker pada sel kanker payudara dan kanker kolon.

Hasil riset riset Limei Yu dan rekan dari Zhongkai University of Agriculture and Engineering, Guangzhou, Tiongkok, menunjukkan adanya senyawa fenolik yang berperan yakni xanthone dan epikatekin. Xanthone terdapat pada kulit buah (50 senyawa), kulit batang (18), daun (3), dan buah manggis (12).

Imunomodulator

Beberapa riset terdahulu melaporkan kandungan senyawa aktif xanthone dalam ekstrak etanol kulit manggis adalah alfamangostin, betamangostin, dan gamamangostin. Senyawa itu memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikanker, antibakteri, dan antituberkolusis. Yusuf Devina membuktikan khasiat kulit manggis sebagai imunomodulator.

Praktis konsumsi kapsul ekstrak kulit manggis. (Dok. Trubus)

Periset di Fakultas Farmasi Universitas Andalas menguji efek ekstrak kulit buah tanaman kerabat asam kandis itu pada uji praklinis. Ia menggunakan mencit sebagai hewan uji yang mengonsumsi sediaan ekstrak sekali sehari selama 6 hari berturut-turut. Yusuf membuktikan, alfamangostin efektif sebagai imunostimulan dan meningkat seiring penambahan dosis. Yusuf mengamati dosis alfamangostin paling efektif 10 mg sekali sehari.

Konsumsi kulit manggis bisa berupa ekstrak atau simplisia kering. Berna mengatakan, untuk membuat simplisia dengan mengiris kulit, mencuci bersih, dan mengeringkan dengan cara diangin-anginkan. Sementara untuk memperoleh khasiat dengan menyeduh atau merebus simplisia kering dan meminum airnya. “Rasanya agak pahit, kalau suka tidak apa-apa,” kata Berna.

Guru besar bidang ilmu fitokimia-fitokognosi itu menyebutkan kulit manggis memiliki aktivitas antidiare. Namun, ia mengingatkan agar konsumsinya tidak terlalu banyak. Musababnya kulit manggis mengandung tanin. Konsumsi tanin berlebihan menyebabkan sembelit. Menurut Berna pada hewan coba tikus, dosis aman yang 3 g per kg bobot tubuh.

Vishnu Priya bersama tim dari Saveetha University, Chennai, India, menggunakan dosis itu. Mereka memberikan Ekstrak kulit manggis sekali sehari selama 14 hari berturut-turut. Perlu ada uji toksisitas kronis untuk pemakaian jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau herbalis penting sebelum konsumsi kulit manggis agar tepat sasaran.

Daun manggis

Tak hanya kulit buah, ternyata daun tanaman berjuluk ratu buah itu juga memiliki efek imunomodulator. Itu hasil penelitian Yufri Aldi dari Universitas Andalas Padang bersama Sri Oktavia dan Sirda Yenni dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFarm) Padang. Periset menguji ekstrak etanol daun manggis pada mencit selama 6 hari berturut-turut.

Seduhan simplisia kering kulit Garcinia mangostana. (Dok Trubus)

Dosisnya ada tiga kelompok yakni 100 mg, 300 mg, dan 900 mg per kilogram bobot tubuh. Hasilnya, ketiga kelompok dosis terbukti memiliki efek imunostimulan. Efek imunostimulansia tertinggi terdapat pada mencit dengan perlakuan dosis 100 mg. Indeks fagositosis—mekanisme utama untuk menghilangkan patogen dan serpihan sel—pada kelompok itu 2,9.

Bandingkan dengan indeks fagositosis dosis 300 mg dan 900 mg hanya 0,8 dan 1,6. Ekstrak etanol daun manggis dapat meningkatkan persentase neutrofil segmen, eusinofil, monosit, dan limfosit mencit. Dokter di Kota tangerang Selatan, Banten, dr. Paulus Wahyudi Halim, Med. Chir, juga meresepkan kulit manggis kepada para pasiennya seperti Indah Rahayu—bukan nama sebenarnya.

Indah mengidap kista pada indung telur sebelah kanan pada awal 2012. Hasil ultrasonografi (USG) menunjukkan ada kista sebesar 4 cm. Paulus meresepkan kombinasi herbal kulit manggis, rimpang temulawak, pegagan, dan teki. Konsumsinya 3 kali sehari masing-masing 4 kapsul. Selain itu, Indah juga minum seduhan kulit manggis itu setengah gelas 3 kali sehari. Pada bulan Desember 2012, hasil USG menunjukkan ukuran kista yang mengecil menjadi 1 cm. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img