Thursday, September 29, 2022

Kulit Salak Dinilai Berpotensi Jadi Obat Kanker Lidah

Rekomendasi

Trubus.id — Selain memiliki cita raza lezat, salak pondoh Salacca zalacca dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Pemanfaatan itu terletak pada kulit salak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) kulit salak pondoh berpotensi jadi obat kanker lidah.

“Kulit salak pondoh seringkali hanya dibuang sebagai limbah karena dianggap tidak dapat dikonsumsi. Padahal, kulit salak pondoh mengandung berbagai senyawa aktif yang bemanfaat bagi tubuh,” kata Mutia Fitri Akmalia, mahasiswi Pendidikan Dokter Gigi UGM, seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis (15/09).

Mutia menjelaskan, kulit salak pondoh kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenol, triterpenoid, saponin, dan alkaloid. Berbagai senyawa tersebut memiliki beragam manfaat bagi tubuh termasuk sebagai antitumor.

Di bawah bimbingan Prof. drg. Supriatno, M.Kes., MD.Sc., Ph.D., Mutia dan tim meneliti pemanfaatan kulit salak sebagai agen antimigrasi sel kanker, khususnya kanker lidah. Kanker lidah atau oral tongue squamous cell carcinoma (OTSCC) merupakan neoplasma ganas mematikan yang paling sering terjadi di rongga mulut.

“Kanker jenis ini dapat menyebar hingga ke paru-paru dan hati, di mana salah satu tahap penting dari proses persebaran tersebut adalah migrasi,” tuturnya.

Mutia dan tim memulai penelitian dengan membuat ekstrak kulit salak. Ekstrak yang diperoleh kemudian dikeringkan dan digiling sampai menjadi serbuk. Setelah itu, mereka merendam serbuk dalam larutan etanol selama 24 jam untuk mendapatkan ekstrak kental.

Mereka melakukan pengujian akan hambatan migrasi kemotaksis sel kanker lidah manusia H357 dengan berbagai konsentrasi dari ekstrak kulit salak pondoh. Hasilnya menunjukkan aplikasi ekstrak kulit salak pondoh berpengaruh pada penurunan migrasi sel kanker.

Jumlah sel kanker H357 yang bermigrasi menurun pada penggunaan ekstrak kulit salak pondoh yang lebih tinggi. Penurunan kemampuan migrasi sel H357 tersebut kemungkinan diinduksi oleh beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam kulit salak pondoh, seperti flavonoid DDMP dan butyrolactone.

Meski penelitian sudah menunjukkan hasil positif, Mutia dan tim menilai ke depan masih diperlukan penelitian lanjutan hingga tahap klinis. Harapannya, dengan adanya penelitian lanjutan dapat mengangkat derajat kulit salak pondoh sehingga pendapatan petani salak juga meningkat. Selain itu, menjadi alternatif terapi kanker lidah yang alami dan mudah didapatkan.

Tim peneliti pemanfaatan kulit salak sebagai agen antimigrasi sel kanker lidah ini terdiri atas Mutia dan Agita Brianisa (Higiene Gigi 2019), Andini Safa Ramadhanty (Pendidikan Dokter Gigi 2019), Adventya Pinkan (Higiene Gigi 2019), serta Ane Tefvy Setyorini (Biologi 2019).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Menikmati Lezatnya Durian yang Paling Disukai Bung Karno

Trubus.id — Durian memang banyak penggemarnya. Buah yang dikenal sebagai raja buah itu pun konon menjadi salah satu buah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img