Sunday, November 27, 2022

Kunyit Butuh Pasokan

Rekomendasi

Selanjutnya Jawa Tengah dengan luas penanaman 180 ha. Lokasi tersebar di Karanganyar, Kebumen, Cilacap, dan Semarang. Sentra berikutnyaialah Jawa Timur dengan luas 198 ha. Lokasi penanaman tersebar di Nganjuk, Madiun, Pacitan, Madura, dan Ponorogo.

Bonny Indra Setiawan dari Temu Kencono, perusahaan yang berkebun diDesa Sumurejo, Gunungpati, Semarang,itu kini sedang memperluas penanaman kunyit. Semula hanya 2 ha, kini bertambah hingga 5 ha. Peningkatan itu mengikuti permintaan beberapa konsumen dari Jakarta dan Semarang yang minta dipasok secara kontinu.

“Setiap bulan rata-rata mengirim 1 ton kering,” ujar Yoyo Sutoyo marketing Temu Kencono. Menurut lulusan Fakultas Ekonomi Undip itu, untuk memenuhi permintaan, mereka menjalin kemitraan dengan pekebun-pekebun setempat. Sekilo kunyit basah rata-rata dibeli dari pekebun Rp1.000 per kg. Setelah dikeringkan menjadi simplisia, harga jualnya Rp18.500 per kg pada Febuari 2004. “Harga berfluktuasi setiap pekan mengikuti pasar,” ujar Yoyo. Sekilo kunyit kering diperoleh dari 7 kg kunyit basah.

Kelompok Tani Tatacara Guyub di Desa Campurrejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Semarang kini bermitra langsung dengan Sidomuncul. Tak kurang dari 50 ha lahan dipakai untuk menanam kunyit. Menurut Muhammad Surur, ketua kelompok, sejak budidaya hingga pascapanen mereka dibimbing langsung oleh Sidomuncul. Memasuki Agustus depan, panen perdana akan dilakukan di sana.

“Itu upaya untuk memecahkan kualitas yang selama ini bervariasi dari sumber yang tidak jelas dan tidak kontinu,” papar Bambang Supartoko. Meski demikian menurut Bambang, pekebun binaan itu hanya memenuhi 10% dari total kebutuhan pabrik. Sisanya masih mengandalkan pengepul.

Seiring mulai maraknya pekebun kunyit, peneliti pun terpacu menciptakanklon-klon unggul (baca: Kunyit, Harapan dari 10 Klon Unggulan hal 62—63) Menurut Drs Cheppy Syukur, kepala Subdin Program Puslitbangbun, Bogor,beberapa klon untuk berbagai kepentingan sudah berhasil diciptakan. Untuk industri obat tradisional, makanan dan minuman diarahkan pada klon kunyit yang berimpang besar dengan kandungan atsiri sedikit. Sebaliknya untuk kebutuhan fitofarmaka dan kosmetika, klon kunyit berkadar atsiri tinggi yang pantas ditanam pekebun (Dian Adijaya S/Peliput: Bertha Hapsari & Rachmansyah Darmawan)

 

Previous articleBukan Arwana Biasa
Next articleVanili: Sekilo 3-Juta
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img