Thursday, July 25, 2024

Kunyit dan Jahe Tampil Beda

Rekomendasi
- Advertisement -

Dengan wajah penasaran Dra Kasmawaty AP MM mendekati sebuah rangkaian bunga pada pameran Newline The Fantasy Flower 2005 yang berlangsung di Hotel Nikko, Jakarta. “Ini leunca kan?” tanyanya kepada Teresa Maria Ineke Turangan, sembari memegang untaian buah kecil berwarna hijau dan ungu. Teresa pun manggut mengiyakan.

Wajar saja bila staf ahli mentri bidang Hukum dan Politik, Kementerian Pemberdayaan Perempuan itu merasa asing. Umumnya hanya bunga potong yang digunakan sebagai elemen rangkaian. Itu bila mengacu pada kata merangkai bunga. “Sebenarnya kata itu kurang tepat, sudah semestinya diganti dengan desain fl ora,” kata Andy Djati Utomo, perangkai bunga di Jakarta. Dengan istilah itu tak hanya bunga, tapi daun, ranting, akar, dan buah dapat digunakan untuk rangkaian.

Karenanya leunca pun dipakai Nana Sihombing dan Polin Simanjuntak, siswa di sekolah merangkai bunga Newline, sebagai material dalam rangkaiannya. Kerabat tomat itu dipadukan dengan kacang panjang, echevaria, tilandsia, jerami, amarantus hijau, anthurium hijau, anthurium oranye, dan akar kering. Rangkaian dalam pot berbentuk balok berdiri yang diselimuti daun pisang itu pun menyedot perhatian pengunjung.

Bumbu masak

Desain tak kalah unik ditampilkan oleh MS Herly S Djuhadi. Ia menggunakan jahe dan kunyit sebagai bagian rangkaian. Di tangan Herly rimpang yang biasa dipakai ibuibu rumah tangga untuk bumbu penyedap masakan itu menjadi karya seni yang indah dipandang.

Perempuan apik itu memilih nuansa garden (kebun, red) sebagai tema rangkaian. Kunyit, jahe, kayu manis, ekor tupai, futoi, amarantus hijau, gandum, mawar kuning, batu-batuan, carnation, ivy variegata, dan silver dolar baby ditata cantik dalam sebuah pot berbibir rendah dan lebar. Sebagai pemanis hadir boneka kelinci dan burung sebagai “penghuni” kebun.

Rangkaian itu diletakkan lebih rendah dari pandangan mata. “Agar terkesan luas. Jika diletakkan di atas atau sejajar pandangan mata, hanya satu sisi saja yang terlihat,” ujar Andy, pengajar Newline. Tatanan fl ora seperti itu pantas untuk mempercantik suasana acara informal, seperti arisan atau resepsi pernikahan berupa garden party (pesta kebun, red).

Ranting

Andy membuktikan, tak hanya bunga yang bisa indah dalam rangkaian. Pemegang sertifi kat American Institute of Floral Designer itu menganyam ranting menjadi bola raksasa dengan diameter sekitar 1 m. Jalinan anthurium choco, daun philodendron, burgundy, rose tropical, gandum, dan rudbecia yang melingkari bola ranting itu membuat penampilannya kian cantik.

Ranting pun menjadi pilihan Irawati. Cymbidium mini berwarna kuning dan merah diselipkan pada sela-sela ranting yang ditata. Sebagai tambahan rose milva, equador, celosia merah, dan asparagus bintang hadir di bagian atas rangkaian. Hasilnya, sebuah desain fl ora yang mempesona. (Rosy Nur Apriyanti)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img