Friday, December 2, 2022

Kurangi Pupuk, Produksi Padi Menjulang

Rekomendasi

Yoyo Sunaryo memetik manfaat ganda-produksi padi meningkat dan hemat pupuk-itu sejak 2002. ‘Dulu hasil gabah mentok di angka 5,1 ton, sekarang mencapai 5,7 ton per ha,’ kata petani di Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Padi juga lebih bernas alias padat dan berisi. Ia ‘menumpangsarikan’ padi dan turi mini atas saran Ir Haryanto Hadiwikarta MSc, peneliti dari Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Menurut Haryanto, dengan penanaman turi mini, ‘Rata-rata produksi padi meningkat 5-11%.’ Alumnus Jurusan Tanah dan Kimia Universitas Ghent, Belgia, itu mengatakan bahwa sesbania meningkatkan efisiensi penyerapan nitrogen dan fosfor di dalam tanah. Pada umumnya petani memberikan Urea relatif memadai. Namun, tak semuanya terserap oleh tanaman karena sebagian menguap, erosi, terlarut dalam lumpur, dan tercuci. Sesbania rostrata berperan ganda. Pertama, sesbania mampu menangkap nitrogen yang berpotensi hilang. Maklum turi mini mempunyai bintil nitrogen di bagian akar dan batang.

Cepat berbunga

Turi mini menangkap nitrogen dan mengurai nitrat sehingga tanaman lebih mudah menyerapnya. Dengan demikian terjadi peningkatan efisiensi penyerapan nitrogen dan fosfor. ‘Peningkatan efisiensi mencapai 25%. Kandungan nitrogen dalam tanah meningkat dari 0,02% menjadi 0,24%,’ kata Haryanto.

Selain itu bakteri fiksasi nitrogen dalam sesbania menangkap nitrogen dari udara. Daya fiksasi nitrogen sesbania mencapai 4,7%, lebih besar dibandingkan anggota famili Fabiaceae seperti kacang tanah dan kedelai. Dengan kelebihan itu pantas bila produksi padi meningkat, meski jatah pupuk berkurang separuhnya.

Untuk mengukur efektivitas penangkapan nitrogen turi mini, Haryanto menggunakan isotop N-15 sebagai perunut kandungan nitrogen tanaman. Caranya dengan menanam turi mini di tanah yang diperkaya isotop N-15. Kemudian ia menganalisis N-15 yang terserap tanaman dengan emisi spektrometer. Hasilnya turi mini mampu menangkap 56,2-150 kg nitrogen per ha.

Fosfor tanaman meningkat. Sebab, dalam proses dekomposisi, turi mini mengeluarkan gugus karboksil yang bermuatan negatif. ‘Muatan negatif itu mengikat fosfat sehingga mudah diserap tanaman,’ kata Haryanto. Peningkatan penyerapan fosfor berdampak pada percepatan pembungaan hingga 7-10 hari. Artinya, masa berbunga padi 7 hari lebih cepat ketika di sekitarnya terdapat turi mini.

Yoyo Sunaryo membudidayakan turi mini berbarengan dengan penanaman padi. Turi mini tahan genangan air. Jadi, ketika menyemai padi, ia juga membibitkan turi mini. Pada umumnya, petani menanam padi berjarak tanam 25 cm x 25 cm dengan total populasi 160.000 per hektar . Ia menanam turi mini di antara baris padi (lihat ilustrasi) berjarak tanam 25 cm x 50 cm. Total populasi 80.000 turi mini per ha.

Sosok tanaman anggota famili Leguminoceae itu relatif pendek. Tinggi tanaman umur 45 hari hanya 30-40 cm, lebar tajuk 20 cm. Pada umur 45 hari, Yoyo mencabut semua Sesbania rostrata, mencacahnya menjadi bagian yang lebih kecil, dan membenamkannya di antara padi. Pengerjaannya relatif cepat, perlu waktu 1 hari oleh 20 tenaga kerja. Menurut Haryanto pada umur 45 hari, petani memanen 12-17 ton turi mini per ha. Itu setara 2 ton nitrogen.

Ketika pupuk langka seperti saat ini, penggunaan turi mini sangat membantu petani padi. Sebab, petani dapat menghemat penggunaan Urea hingga 150 kg setara Rp180-ribu. Sekarang harga sekilo Urea Rp1.200 per kg. Itulah sebabnya rekan-rekan Yoyo juga tertarik mengembangkan tanaman pendatang dari Afrika itu. Sayangnya, belum semuanya terpenuhi lantaran sumber benih masih terbatas.

Matahari meksiko

Alternatif pupuk hijau lainnya adalah bunga matahari meksiko Tithonia diversifolia. Tumbuhan itu juga kaya hara, yaitu 1,46-4,00% nitrogen, 0,3-1,3% fosfor, dan 1,8-5,1% kalium. Tanaman itu tumbuh baik di lahan yang kurang subur sekalipun. Ia banyak tumbuh sebagai semak di pinggir jalan, tebing, dan sekitar lahan pertanian. Permata Hati Farm, produsen sayuran organik di Bogor, Jawa Barat, memanfaatkannya sebagai pupuk hijau.

Cara penggunaannya persis turi mini, yakni dibenamkan ke dalam tanah. Pekebun tinggal memangkas bagian tanaman yang lunak seperti daun dan batang muda. Jadi bukan dicabut seperti turi mini. Kemudian benamkan pangkasan daun sedalam 20 cm ketika pencangkulan tanah hingga terdekomposisi selama 2-3 pekan. Tithonia diversifolia menghasilkan bahan kering 1,75-2 kg/m2/tahun. Kadar total nitrogen pangkasan 3,16%, sehingga menghasilkan 65 g nitrogen/m2/tahun.

Menurut Wiwik Hartatik, periset dari Balai Penelitian Tanah, pada budidaya sistem organik penggunaan bunga matahari meksiko dapat menghemat pupuk kandang. Biasanya Asep Miswan, petani sayuran organik di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, memberikan 25-30 ton pupuk kandang berupa kotoran ayam per ha. Dengan penggunaan bunga matahari meksiko sebagai pupuk hijau hanya 20 ton pupuk kandang.

Untuk meningkatkan kualitas pupuk organik, Wiwik menyarankan penggunaan pupuk organik berupa kotoran ternak dan pupuk hijau seperi matahari meksiko. Tujuannya agar kandungan hara dari kedua pupuk itu saling melengkapi. Dalam kondisi seperti ini ketika pupuk langka di pasaran, matahari meksiko dan turi mini menjadi penyelamat para pekebun. (Niken Anggrek Wulan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img