Friday, December 2, 2022

Langkah Anggun Dobermann Kampiun

Rekomendasi

Pantas jika Aston kebanggaan kennel von Ironman itu dianugerahi gelar terbaik. ‘Tubuh sempurna, karakter kuat, dan kesehatannya prima,’ kata Fernando. Pria yang sudah menekuni penjurian allbreed sejak 1999 itu juga melihat stamina Aston demikian tinggi. Itu tampak dari polahnya yang senantiasa lincah meski sudah dihajar terik matahari dalam lomba sejak pagi.

Aston masuk dalam perebutan gelar kehormatan setelah menyabet gelar juara grup 2 dengan menundukkan ke-5 rivalnya dari trah lain. Sejak itu langkahnya tak terbendung hingga meraih penghargaan tertinggi dalam pameran bertajuk Back to Back All Breed Dog Show pada 28-29 Juli 2007 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Keunggulan Aston membuat La Verne Light up My Life, shih tzu andalan Yenny Lielyana mesti tersisih. Trah mini peranakan lokal berumur setahun itu harus puas sebagai reserve best in show. Meski sebetulnya Fernando mengakui performa La Verne imbang dengan Aston. Namun, berdasarkan pengalamannya, ‘Membuat dobermann tampil baik saat kontes lebih sulit ketimbang shih tzu,’ tuturnya. Itu karena postur shih tzu senantiasa tertutup bulu, sementara dobermann sangat terbuka sehingga kelebihan dan kekurangannya tampak jelas.

Kelelahan

Persaingan sengit lainnya berlangsung saat pemilihan juara best in exhibition. Selaras dengan tajuk back to back, penjurian dilakukan 2 kali. Pemilihan pertama digawangi juri Jose de Barros Cabral. Sejak memasuki arena lomba, mata Jose tak lepas menatap Louis von Outrigers, dobermann andalan Kriston Lauw asal Medan dan Champion Foxfield’s Senior Moment, beagle betina andalan Tedy Effendi.

Louis tampil meyakinkan. Dobermann betina lokal berumur 19 bulan itu penuh percaya diri setiap kali melangkah: kepalanya selalu tegak. Pantas kalau Jose mendaulatnya sebagai jawara best in exhibition. Sedangkan saingannya, Senior Moment yang sama-sama lincah harus puas meraih gelar reserve best in exhibition. ‘Punggung bagian belakang anjing betina impor umur 3 tahun itu acap merendah ketika berjalan,’ ujar Jose menilai kekurangan Senior.

Pada babak kedua, Louis kembali menarik perhatian Elisabeth Gunter, pengadil lainnya dalam kontes itu. Kali ini, champion Forever Yours of Golden, golden retriever jantan kebanggaan Christopher dari kennel Golden Heaven mencoba menghadangnya. Namun, Louis tak tergoyahkan. Meski sudah berlaga sejak tengah hari, ia tetap energik. Di bawah tatapan tajam Elisabeth, ayunan kakinya santai dan berirama menjaga garis tubuh bagian atas tetap lurus. Sebaliknya, langkah Golden kerap agak terseok dan ekor turun seolah tenaganya sudah habis.

Oleh karena itulah sekali lagi Louis diganjar gelar prestisius: best in exhibition. Perjuangan gigih Golden, anjing impor yang beberapa jam sebelumnya menyabet predikat best of breed untuk trah golden retriever, dianugerahi sang juri asal Australia dengan titel reserve best in exhibition. ‘Sebenarnya kesehatan prima, tapi performa keseluruhan masih di bawah Louis,’ ungkap wanita yang mengawali karir juri dari trah boxer itu.

Karyaguna

Pameran yang diadakan oleh Perhimpunan Kinologi Indonesia wilayah Jakarta Raya itu kebanjiran peserta. Tercatat lebih 400 anjing dari berbagai ras, baik ukuran sedang hingga besar seperti dobermann, golden retriever, rottweiler, siberian husky, dan gembala jerman sampai ukuran kecil dan mini seperti yorkshire terrier, pomeranian, beagle, poodle, dachshund, dan shih tzu ambil bagian.

Selain pameran, acara itu dimeriahkan lomba anjing karyaguna. Pertandingan yang diikuti peserta dalam hitungan jari itu sukses menyedot perhatian pengunjung. ‘Kelas karyaguna dibuka untuk menampung anjing yang mempunyai kemampuan lebih,’ tutur Yudi Sutanto Candra, salah seorang pengurus harian Perkin Jaya.

Toh, Yudi menilai penyelenggaraan lomba karyaguna saat itu masih jauh dari sempurna. Idealnya kelas karyaguna diadakan di tempat tertutup dan steril dari intervensi manusia selain pawang. Kenyataannya, hari itu sebagian penonton berdiri sangat dekat dengan ring lomba. ‘Itu mempengaruhi konsentrasi anjing yang tampil,’ ujarnya. Lagi pula, pemilik yang serius melatih anjing dengan standar karya guna hanya sedikit.

Namun, peserta angkat topi untuk terselenggaranya pameran itu. ‘Tenda berpendingin bagi peserta sangat mermbantu menjaga stamina anjing dan pawang,’ ucap seorang peserta. Sayang beberapa peserta mengeluhkan keikutsertaan beberapa orang panitia dalam lomba dan beberapa kali terjadi kesalahan pencatatan nomor peserta.

Akibatnya pelaksanaan beberapa kelas molor karena panitia harus meralat data yang telanjur diisikan. Sebagai pengurus Perkin Jaya, Yudi mengakui, ‘Masih perlu perbaikan di sana-sini.’ (A. Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img