Monday, August 8, 2022

Lebih Banyak Lebih Besar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Produktivitas telur melonjak drastis setelah puyuh mengonsumsi daun mengkudu. Ukuran telur juga makin besar.

Sejak September 2012, Slamet Wuryadi perlu 5 orang untuk memungut telur puyuh. Seorang pemungut telur memerlukan 5 jam untuk mengumpulkan 5.000 butir. Padahal, biasanya ia hanya dibantu 4 karyawan. Penambahan pemungut telur itu karena produktivitas puyuh melonjak drastis menjadi 80%. Artinya dari 35.000 puyuh produktif, Slamet Wuryadi panen 28.000 telur setiap hari.

Padahal, sebelum September 2012, produktivitas puyuh hanya 60% atau panen 21.000 butir per hari. Selisih produksi mencapai 7.000 telur setiap hari setara Rp7,7-juta. Harga telur puyuh di tingkat peternak di Sukabumi pada September 2012 mencapai Rp20.000 per kemasan terdiri atas 15-18 butir. Yang membuat peternak di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu girang bukan main bukan hanya lonjakan produksi yang fantastis.

Bobot telur

Bobot telur juga meningkat mencapai 11-12 g per butir. Bertahun-tahun memelihara puyuh, Slamet hanya memperoleh bobot rata-rata telur hanya 8-10 g per butir. Pantas bila pengepul yang membeli menyebut telur puyuh dari Slamet sebagai telur jumbo. Bisa menghasilkan telur jumbo itu memang menjadi angan-angan Slamet. Bobot telur kecil hanya terserap di pasar tradisional.

“Pasar modern susah karena standar ukurannya ketat. Yang diminta ukuran 12-13 g per butir,” kata pemilik Quail Farm itu. Semula Slamet memang dapat menghasilkan telur sesuai keinginan pasar swalayan itu, tetapi hanya 10% atau 2.800 butir. Kini hampir 100% memenuhi kriteria itu. Sudah begitu omzet Slamet terkerek. Harga telur jumbo Rp20.000 per 18 butir atau Rp 1.111 per butir; harga telur kecil berbobot 8 gram hanya Rp225 per butir.

Peningkatan produktivitas harian dan bobot telur itu tercapai setelah Slamet memanfaatkan daun mengkudu sebagai suplemen pakan puyuh. Ia menggunakan tepung daun mengkudu dari Dr Ir Yuli Retnani, ahli pakan unggas dari Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat. Slamet mencampur 38 kg tepung daun mengkudu dan 637 kg pakan pabrikan berbentuk tepung untuk 35.000 puyuh. “Jumlah tepung mengkudu 6% dari total pakan,” kata Slamet. Pemberian sekali setiap hari pada pagi hari.

Ide memanfaatkan daun mengkudu itu memang datang dari Yuli Retnani, dosen di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor. Menurut Yuli daun mengkudu mengandung senyawa aktif yang baik untuk kesehatan seperti senyawa flavonoid. Flavonoid berkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antibiotik alami. “Daun mengkudu juga tersedia melimpah, bahkan menjadi limbah,” kata Yuli Retnani.

Atasi kematian

Menurut Yuli Retnani masalah utama budidaya puyuh adalah tingginya kematian di tingkat day old quail (DOQ) alias puyuh umur sehari yang mencapai 4%. Kematian anak puyuh itu karena serangan bakteri Salmonella typhimurium yang menyebabkan diare. Selama ini peternak mengatasinya dengan obat antistres dan antibakteri yang banyak beredar di pasaran. Namun, penggunaan obat kimia itu ternyata meninggalkan residu berbahaya bagi konsumen telur.

“Padahal memakai daun mengkudu bakteri itu bisa teratasi,” kata alumnus Central Luzon State University, Filipina, itu. Yuli melakukan penelitian ekstrak daun mengkudu berkadar 5%, 10%, dan 15% pada puyuh starter. Riset itu memperlihatkan pemberian 15% ekstrak daun mengkudu memberikan mortalitas terendah, kematian hanya 0,67%. Jika dari 1.000 anak puyuh umur sehari, hanya 6 ekor yang mati. Padahal, semula mencapai 40 ekor mengacu pada angka kematian DOQ yang 4%.

Menurut Yuli itu flavonoid dalam daun mengkudu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhimurium dengan merusak dinding sel. “Aplikasinya bagi peternak dengan merebus satu kilogram daun mengkudu kering dalam satu liter air hingga tersisa 600 ml,” tutur Taryati, asisten peneliti yang membantu riset Yuli. Sukses mengatasi angka kematian anak puyuh, Yuli Retnani lantas menepungkan daun mengkudu dan mencampurkan dengan pakan.

Tujuannya menghambat bakteri salmonela. Pencampuran tepung daun tanaman anggota famili Rubiaceae itu menggembirakan: meningkatkan persentase induk yang bertelur dan meningkatkan bobot telur seperti di lokasi peternakan Slamet Wuryadi. Dalam riset itu pemberian 9% tepung dari total pakan memberi hasil tertinggi, 13 g per butir; tanpa perlakuan 10 g per butir.

Keistimewaan daun mengkudu juga terlihat dari peningkatan kemampuan bertelur harian. Jika di peternakan Slamet Wuryadi produktivitas melonjak hingga 80%, itu masuk akal. “Seiring penambahan usia, produksi puyuh juga akan meningkat,” kata Taryati. Sebagai gambaran puyuh betina dewasa hanya menghasilkan 8 butir setiap 2 bulan. Namun, setelah mengonsumsi daun mengkudu produksinya meningkat menjadi 36 butir setiap 2 bulan.

Menurut Yuli, kemampuan bertelur harian terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur puyuh dan berangsur-angsur menurun mendekati masa apkir pada umur 2 tahun. Keunggulan lainnya daun mengkudu manjur mempercepat matang kelamin. Riset ilmiah Yuli Retnani membuktikan bahwa pemberian 15% ekstrak daun mengkudu mempercepat matang kelamin 5-6 pekan lebih cepat. Itu artinya produksi telur dapat berlangsung lebih awal.

Menurut Soetoro Mangoensoewargo, peternak di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, keampuhan daun mengkudu dalam meningkatkan produktivitas menjadi kabar baik. Selama ini ia hanya memanfaatkan ramuan jamu dari ekstrak kunyit dan temulawak untuk mencegah puyuh-puyuhnya sakit. “Tapi kalau bisa sampai meningkatkan bobot telur dan menekan mortalitas saya mau mencoba daun mengkudu,” ujar Soetoro. (Rona Mas’ud)

Keterangan Foto :

  1. Daun mengkudu tingkatkan produksi telur puyuh
  2. Slamet Wuryadi, pemilik Quail Farm di Sukabumi
  3. Produksi betina mencapai 36 butir per 2 bulan
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img