Thursday, August 18, 2022

Lebih Cepat Duplikasi Ara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pohon tin diminati pehobi sehingga perlu diperbanyak cepat.
Pohon tin diminati pehobi sehingga perlu diperbanyak cepat.

Dalam 3 pekan, sebatang tin menghasilkan 6 bibit.

Sebatang tin jenis red lebanese di depan rumah itu tumbuh subur setinggi hampir 2 m dalam pot berukuran 25 cm. Budi Hartono, sang pemilik, menanamnya dari setekan sepanjang kira-kira 20 cm yang ia peroleh dari teman pada 2011. Sejak semula pehobi di Jakarta itu berniat memperbanyak tin. Ia sempat mencoba menyetek potongan batang sepanjang 20 cm pada 2013. Pehobi memang lazim memperbanyak tin dengan setek.

Sayang upaya itu gagal. “Rupanya tidak semua jenis tin mudah berakar kalau langsung disetek,” kata Budi. Ia lantas mencoba cara lain, yaitu cangkok. Ternyata upaya itu berhasil. Dalam 4 pekan, cangkokan itu siap diturunkan dari pohon induk. Keberhasilan itu membuat Budi terpikir memperbanyak massal jenis yang terbilang langka itu. Ia lantas mencangkok massal bertingkat.

Cangkok bertingkat ala Budi Hartono.
Cangkok bertingkat ala Budi Hartono.

Sebulan siap
Tidak tanggung-tanggung, Budi langsung mengerat batang tanaman setinggi 2 m di 6 titik. Budi memilih tanaman induk dengan batang berdiameter minimal 1,5 cm. Syarat lain, tanaman sehat, daun lebar dan mempunyai banyak tunas daun. Karyawan asuransi di Jakarta itu lantas mengerat batang hingga terlihat bagian berwarna putih. Jarak antarkeratan untuk cangkok bertingkat minimal 20 cm.

Budi membuat 2 bentuk wadah media cangkok, memanfaatkan gelas bekas air mineral dan menggunaan plastik transparan seperti cangkok konvensional. Cangkok gelas memudahkan penambahan media dan air untuk mencegah cangkokan kekeringan ketika kemarau. Dengan cangkok bertingkat, ia bisa memperoleh 6 bibit dari batang sepanjang 2 m.

Budi Hartono menyingkat waktu perbanyakan dengan memasang banyak cangkokan dalam sekali cangkok. Nun di Kota Batu, Jawa Timur, Handa Sugiharto menyingkat waktu mencangkok dari semula 10 menit menjadi hanya 1 menit. Kuncinya adalah menyiapkan media dan wadah cangkok siap pakai. Setelah mengerat batang pohon induk, wadah berisi media langsung dipasang lalu diikat.

Komposisi media itu 60% sekam mentah, 28% serbuk sabut kelapa, 10% pupuk kandang terfermentasi, dan 2% pupuk organik. Keberhasilan cangkokan ditandai dengan keluarnya akar. Sebulan pascapencangkokan, bibit siap diturunkan dari pohon induk. Untuk mempercepat keluarnya tunas, Budi menjemur bibit itu selama 1 jam setiap pagi, hal yang tidak dilakukan Handa.

Selang 3—4 pekan pascapemisahan, bibit mulai mengeluarkan daun pertama. Cara Budi dan Handa menjadi terobosan untuk memperbanyak tin secara cepat, praktis, dan menghasilkan banyak bibit. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Cangkok Cepat

555_ 19_1

  1. Kerat batang induk.
  2. Kerik sampai bersih.
  3. Batang dengan kambium terlihat siap dicangkok.
  4. Siapkan media dalam plastik.
  5. Potong wadah media.
  6. Pasang di batang yang sudah dikerat.
  7. Lalu ikat erat agar tidak bergeser. Jika berhasil, wadah media dipenuhi akar.

Cangkok Massal

555_ 19

  1. Kerat batang induk.
  2. Kerik sampai bersih.
  3. Batang dengan kambium terlihat siap dicangkok.
  4. Pasang wadah cangkok di batang.
  5. Lekatkan agar media tidak tumpah.
  6. Isi media lalu ikat kuat.
  7. Jika berhasil, wadah media dipenuhi akar.
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img