Friday, December 2, 2022

Legenda 4 Panasea

Rekomendasi

Penyakit apa pun niscaya sembuh dengan herba-herba itu. Itulah sebabnya cucu Apollo abadi namanya sebagai penyembuh mujarab. Ikon itu bertahan hingga kini, panasea adalah sebuah obat yang mampu menyembuhkan aneka penyakit.

Nun jauh dari Yunani-tempat lahirnya mitologi Panasea-, di Nusantara juga bermunculan obat-obat mujarab. Awal 2005 dari daratan Papua menyeruak buah merah. Secara turun-temurun Pandanus conoideus itu dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Hingga akhirnya Drs I Made Budi MS, peneliti Universitas Cenderawasih, menguak rahasia senyawa aktif dalam buah kerabat pandan itu. Senyawa yang dimaksud antara lain karotenoid 12.000 ppm dan betakaroten 11.000 ppm.

Tak lama berselang, khazanah pengobatan diramaikan oleh minyak kelapa murni yang populer sebagai virgin coconut oil (VCO). Tak hanya di Indonesia, pemanfaatan VCO malah lebih mengglobal. Maklum ketersediaan bahan baku cukup luas di berbagai negara. Senyawa aktif dalam VCO antara lain asam laurat hingga 48%. Di tengah popularitas minyak perawan, di ujung timur negeri ini kembali muncul obat baru: sarang semut.

Myrmecodia pendans itu digunakan sebagai obat oleh sebagian masyarakat di bagian barat Lembah Baliem. Di negeri jiran seperti Malaysia dan Vietnam sarang semut juga dimanfaatkan. Uji invitro menunjukkan, sarang semut ampuh mengatasi sel kanker dengan mekanisme antiproliferasi. Dr Muhammad Ahkam Subroto, periset Pusat Penelitian Bioteknologi, membuktikan sarang semut juga tokcer mengatasi asam urat.

Mujarab

Episode berikutnya, teripang. Malaysia dan negara-negara Eropa lebih dulu memanfaatkan satwa laut itu sebagai obat. Masyarakat Indonesia baru setahun terakhir menggunakan ekstrak haisom julukan bagi teripang (bahasa Cina: hai=laut, som=ginseng). Keempat obat-buah merah, VCO, sarang semut, dan teripang-itu mempunyai kesamaan: secara empiris mampu mengatasi bermacam-macam penyakit maut.

Diabetes mellitus, hepatitis, hipertensi, dan beragam kanker hanya beberapa penyakit yang mampu disembuhkan oleh keempat obat itu. Oleh karena itu julukan panasea alias obat mujarab pun disematkan kepada 4 sekawan itu. Mungkinkahsebuah obat-sekali lagi hanya satu buah obat-mampu menyembuhkan gejala beragam penyakit? Jawaban para dokter terbelah atas pertanyaan itu. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

Menurut dr Willie Japaries MARS sangat mungkin sebuah obat mengatasi beberapa penyakit. ?Di dunia medis mungkin saja. Contoh diare bisa diberi ambisilin, infeksi tenggorokan juga ambisilin, begitu juga tifus,? ujar dokter sekaligus pengobat komplementer alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Artinya, dari sudut pandang Willy, buah merah, VCO, sarang semut, dan teripang sangat mungkin mengobati beragam gejala penyakit. Tentu saja, hipotesis itu mesti dibuktikan dengan serangkaian uji.

Namun, dengarlah pendapat dr Paulus Wahyudi Halim, dokter sekaligus herbalis di Serpong, Provinsi Banten. ?Tak ada peluru ajaib untuk mengatasi berbagai penyakit. Penyembuhan itu bersifat individu, bukan massal,? kata alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu. Di antara 2 opini di kutub yang saling berseberangan, pendapat mana yang mesti diikuti pasien? Masyarakat tampaknya abai akan pro kontra itu. Bagi mereka kesembuhan lebih penting daripada bagaimana sebuah obat menyembuhkan.

Pantas banyak pasien yang menyandarkan harapan kesembuhan pada obat-obatan alami itu. Itu setelah obat-obatan kimiawi gagal menyembuhkan derita panjangnya. Fenomena itu diikuti oleh sebuah evolusi: dokter pun turut memberikan, bahkan mengkonsumsi sendiri, obat-obatan herbal itu. Disebut evolusi lantaran pada dekade 1980-an dokter yang meresepkan herbal dicap terkun akronim dokter dukun. Namun, kini sebutan yang lebih mendiskreditkan para murid Hipokrates-julukan bagi para dokter-luntur sudah.

Bingung?

Maraknya komoditas berkhasiat obat menyebabkan konsumen mempunyai banyak pilihan untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun, di sisi lain boleh jadi konsumen pun bingung memilih. Harap mafhum ke-4 panasea itu secara empiris mampu mengatasi penyakit yang sama. Contoh, buah merah, VCO, sarang semut, dan teripang masing-masing terbukti mampu menyembuhkan diabetes mellitus.

Pertanyaannya, jika seorang pasien mengidap penyakit gula, misalnya, komoditas apa yang sebaiknya dikonsumsi? Begitu pun bagi pasien yang menderita penyakit lain. Pertanyaan itu mendorong Trubus menampilkan laporan khusus yang khas: 4 sekawan panasea berkaitan dengan penyembuhan diabetes, hepatitis, jantung koroner, dan kanker.

Ke-4 penyakit itu dipilih dengan pertimbangan tingginya prevalensi di masyarakat. Sebetulnya panasea apa yang paling tepat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit itu? Bagaimana duduk perkaranya? Jawaban atas banyak pertanyaan yang singgah di benak pasien dituangkan dalam 4 tulisan dalam laporan khusus. Dengan demikian, kebimbangan pasien segera terkikis. (Sardi Duryatmo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img