Wednesday, February 8, 2023

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Rekomendasi

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias pilihan pehobi atau pembudidaya. Oleh karena itu, tak heran banyak yang membudidayakan cacing sutra. Ada cara mudah sekaligus hemat tempat dan air untuk membudidayakan cacing sutra.

Ukuran kolam

Selain bisa dibudidayakan di kolam tanah berlumpur, Anda bisa membudidayakan cacing sutra menggunakan sistem budidaya apartemen. Untuk memulai budidaya cacing sutra sistem apartemen, Anda bisa menyediakan wadah berukuran 2 m × 1 m × 0,2 m yang berlapis plastik ultraviolet.

Wadah teratas merupakan bak filter yang dilengkapi pasokan air dengan sistem resirkulasi tertutup yang mengalir ke setiap bak di bawahnya. Itulah yang dinamakan budidaya cacing sutra sistem apartemen karena bak budidaya tersusun vertikal.

Media budidaya

Pada sistem itu pompa bekerja 24 jam dengan debit 1–3 liter setiap hari. Media pemeliharaan cacing sutra berupa campuran 80 persen lumpur, 20 persen bahan organik, 1 persen molase, dan 1 persen bakteri fermentor.

Setiap rak berisi 20 kg media pemeliharaan. Ketebalan media 13–14 cm, sedangkan ketinggian air 2 cm. Media didiamkan di rak sepekan. Setelah itu, tebar 1 liter benih cacing sutra di setiap bak budidaya.

Pemberian pakan

Cacing memerlukan pakan agar dapat hidup dan berkembang biak. Oleh karena itu, berikan pakan sekali sehari. Bahan baku pakan meliputi 30 persen ampas tahu, 30 persen bekatul, 15 persen limbah sayuran, 15 persen pupuk organik, 5 persen molase, dan 5 persen bakteri fermentor.

Waktu pemberian pakan mesti konsisten. Misalnya pakan diberikan pagi, hari berikutnya juga pagi. Disarankan untuk membuat pakan lebih dahulu sebelum media pemeliharaan. Dengan begitu, pakan siap digunakan setelah media terfermentasi sempurna.

Takaran pakan 1 ons per bak atau 5 ons setiap rak pada bulan pertama pascapenebaran benih. Bulan berikutnya penambahan media sekitar 0,5 ons. Sebelum memasukkan ke bak budidaya, encerkan pakan dengan air secukupnya sehingga lebih mudah tersebar.

Cek air berkala

Selain pakan, cek air secara berkala. Sesuai prosedur operasional standar pH 6–8, suhu air minimal 24°C–30°C, dan dissolved oxygen (DO) 2–7. Agar semua parameter itu terpenuhi, alirkan air baru dengan aliran kecil setiap hari. Kurang dari 50 liter air baru yang masuk sistem apartemen saban hari.

Lakukan pengadukan media 2 kali sepekan agar tidak muncul gas. Tiga bulan setelah penebaran bibit, Anda bisa memanen perdana cacing sutra. Panen dapat dilakukan pada pagi dan sore. Di waktu itu, cacing sutra muncul ke permukaan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kementan Dorong Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Kopi

Trubus.id — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada komoditas tanaman...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img