Tuesday, November 29, 2022

Lengkeng Mudah Bersalin

Rekomendasi

Pingpong merah itu muncul pada 5 pohon di antara 100 pingpong di kebun milik Rusdiyanto. Kebun seluas 2 ha itu terletak di Desa Kubangdeleg, 15 km dari pusat kota Cirebon. Menurut Sobir, PhD warna kulit berubah menjadi merah solid karena adanya segregasi atau pergeseran sifat. ‘Lengkeng seperti rambutan, menyerbuk terbuka sehingga tingkat heterozigot tinggi,’ kata kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB itu. Artinya, meski biji berasal dari penyerbukan sendiri, peluang untuk berubah dari sifat induk sangat tinggi.

Greg Hambali di Bogor menganggap perubahan warna pingpong milik Yanto – sapaan Rusdiyanto – bukan karena pergeseran sifat genetik. ‘Dilihat dari daun atas yang berubah warna dan bentuk, itu karena ekspresi pohon yang stres atau sakit,’ kata konsultan di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, itu. Pohon stres karena iklim Cirebon kering dan panas. Keracunan garam, mangan, atau besi pun bisa menjadi penyebab. Maklum, air tanah di kebun Yanto rasanya asin. Itu ciri masuknya air laut ke air tanah.

Dugaan lain, warna buah mata naga – sebutan lengkeng – berubah karena pengaruh cahaya matahari seperti pada kasus mangga. Contohnya mahachanok, bagian kulit yang terkena sinar matahari langsung berwarna merah sedangkan yang membelakangi, hijau.

Kulit merah

Dugaan itu diperkuat dengan penampilan pingpong di kebun Yanto. Dompolan pingpong sangat sedikit. Jarak antarbuah renggang sehingga tak saling menutupi. ‘Sinar matahari mengenai seluruh bagian kulit. Akibatnya warna merah keluar dari semua permukaan kulit,’ ujar Greg. Itu karena munculnya antosianin dari glukosa – hasil fotosintesis – yang berubah karena bantuan sinar matahari gelombang pendek yang tidak kasat mata.

Lantaran itu Greg pesimis warna merah itu stabil. Master plant biology dari Universitas Birmingham, Inggris itu menyarankan pengujian lanjut. Caranya, benamkan bahan organik matang di sekeliling pohon atau tanam kerabat rambutan itu di lokasi lain. Menurut Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS, ahli buah di Bogor, pengujian untuk memastikan karakter itu bersifat genetik, bukan pengaruh lingkungan atau fi siologi. Bila penampilan buah dan daun berubah, artinya sifat itu tidak stabil. Sebaliknya, jika penampilan buah dan daun konsisten, sifat sudah stabil.

Bila stabil, varian pingpong merah itu layak dikembangkan secara komersial. ‘Warna buah memukau, konsumen pasti terpikat,’ kata Sobir. Namun, varian lengkeng seperti itu ada kelemahannya. Sulit membedakan buah muda dan matang. Maklum, kulit buah tidak berubah sejak pentil hingga sebesar koin seratus rupiah. Selain itu, buah harus dipastikan kualitasnya terlebih dahulu. Contohnya rasa dan produktivitas. Sayang, ketika Trubus datang pada akhir Desember 2008, buah belum matang maksimal sehingga tak bisa dicicipi.

Biji kecil

Nun di Surabaya, varian pingpong juga ditemukan di kebun CV Bhakti. Dari 76 pohon, 3 di antaranya berbiji kecil, 3x lebih kecil dibanding normal. Dengan begitu daging buah jadi lebih tebal. Varian pingpong itu kian sempurna dengan karakter buah yang kering dan manis. Meski tak sekering itoh, pingpong ini lebih kering dibandingkan pingpong pada umumnya. Rasa manisnya sama dengan pingpong biasa.

Karakter pingpong yang kering merupakan kabar gembira bagi pekebun. Pasalnya, lengkeng asal Vietnam itu jarang dikebunkan secara komersial lantaranberbiji besar dan produktivitas rendah. Dagingnya becek sehingga tak disukai konsumen. Itu juga yang terjadi di negeri Siam. ‘Di Thailand pingpong tak berkembang lantaran (daging, red) berair, sedangkan konsumen suka yang kering,’ ujar Surawit Wannakrairoj, PhD, associate professor Departemen Hortikultura Universitas Kasetsart.

Varian-varian pingpong berdaging tebal sebenarnya telah muncul di kebun Prakoso Heryono di Demak pada 2005. Ia juga ditemukan di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, dan kebun Isto Suwarno di Prambanan, Klaten, dan di kebun dr Purwoko SP, vetmed di Serang.

Varian lengkeng tak hanya ditemukan pada pingpong. Di Singkawang, Kalimantan Barat, dari 178 diamond river asal okulasi yang ditanam Ir Hendrik Virgillus MS, 2 pohon mengalami pergeseran sifat. Lazimnya diamond river berdaging becek. Namun, 2 diamond river di kebun itu berdaging kering dan berbiji lebih kecil.

Menurut Drs M Jawal Anwarudin Syah MS varian lengkeng yang muncul dari bibit asal perbanyakan vegetatif sangat langka. Itu namanya point mutasi. Artinya bagian tunas mengalami mutasi. ‘Tapi peluangnya sangat kecil,’ tambah peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Banyak tetua

Menurut Reza perubahan sifat pada buah juga bisa disebabkan kondisi lingkungan dan batang bawah yang digunakan. Namun, sifat-sifat itu bukan mutasi karena tidak berubah secara genetik. Buah di daerah panas cenderung menghasilkan daging buah lebih kering daripada di daerah lembap.

Lengkeng introduksi seperti pingpong dan diamond river memang gampang bermutasi. Musababnya, mereka memiliki tingkat heterozigot tinggi. Bahkan menurut Greg besar kemungkinan pingpong itu hibrida dari beragam tetua di alam sehingga banyak varian ketika ditanam dari biji.

Seperti diketahui, dulu dalam satu pohon lengkeng hanya terdapat bunga jantan atau betina. Kemudian disilang-silangkan sehingga muncul bunga jantan dan betina dalam satu pohon. Akibanya keragaman genetik semakin tinggi. Lengkeng yang dihasilkan pun memiliki beragam karakter. Salah satunya pingpong berkulit merah di kebun Yanto. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana, Faiz Yajri, dan Tri Susanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img