Thursday, August 18, 2022

Lewat Arisan Calon Jawara Didapat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kegembiraan segera menyeruak di ati Eko Sulistiyo ketika secarik kertas bertuliskan namanya muncul. Ia akan memiliki seekor piyik perkutut dari induk jantan winner C.7 dan betina winner C.23

Itulah kenangan Eko, kung mania di Jakarta pada akhir 2001 silam. Sebelumnya ia membeli sepasang induk itu bersama 14 orang temannya seharga Rp7.500.000. “Saya tidak mampu membeli induk semahal itu sendiri, ” tuturnya. Padahal, ia juga ingin memiliki perkutut yang berkualitas. Karena itu, ia memilih bergabung dengan kelompok arisan.

Ternyata cara itu membuahkan hasil. Kini hanya dengan Rp500.000 ia bisa memiliki burung klangenan yang bagus. Bidadari, piyik jantan yang diperoleh dari buah arisan itu kini telah memenangkan beberapa konkurs. Sebut saja di Bandung meraih juara 2 dan di Karawang menyabet peringkat ke-10.

Arisan

Tak hanya Eko yang mendapat perkutut idaman dengan biaya ringan. Eddy Sumarno, peternak di Depok, Jawa Barat, mendapatkan anakan dari pasangan kenamaan Leo Abimanyu (jantan) dan Leo Gatotkaca (betina). “Saya memperolehnya hanya dengan Rp500.000. Coba kalau tanpa arisan, Rp5-juta harus dirogoh dari kantong sendiri,” ujarnya. Kendati belum menunjukkan prestasi, Eddy bangga memilikinya karena pada perkutut itu mengalir darah juara.

Eko dan Eddy termasuk dua di antara 54 anggota TPM (Tim Perkutut Mania), kelompok penyelenggara arisan. Anggota lain tak hanya dari Jakarta, beberapa orang berasal dari Bandung, Batam, Kalimantan, dan Bali. Mereka terjaring melalui dunia maya.

Kelompok arisan ini terbentuk pada 2001. Berawal dari kumpul rutin sesama peternak lalu berkeinginan untuk meningkatkan kualitas perkutut Indonesia. Caranya, mau tidak mau induk yang digunakan peternak harus berkualitas. Namun, usaha untuk mendapatkan indukan bagus terbentur pada modal, sebab harganya mahal. Akhirnya tercetuslah ide arisan.

Peternak besar

Menurut Tony Surono, salah seorang pemrakarsa saat ini ada 12 pasang induk yang turunannya tengah diarisankan. Induk-induk itu dibeli dari peternak besar yang dikenal sering menelurkan burung juara. Di antaranya, Leo Bird Farm dan Campus di Bandung, Wat dan Tow di Tasikmalaya, serta Ina di Jakarta. Harganya berkisar Rp3,5-juta—Rp12-juta/pasang. Perkutut yang dijadikan arisan adalah pilihan para anggota. Setelah ada beberapa orang berminat terhadap perkutut yang sama, dilakukan negosiasi dengan pemilik.

Harga beli dibebankan pada peminat secara merata. “Biasanya sepasang indukan diperebutkan 8—15 peserta,” tambah Tony. Setiap anggota boleh memiliki saham pada beberapa pasang induk. Eddy misalnya ia memiliki saham pada 4 pasang induk sekaligus. Alumnus Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada itu memang berharap bisa memiliki lebih banyak materi yang bagus untuk mengisi kandangnya.

Dalam satu kelompok salah seorang ditunjuk untuk memelihara induk. Selanjutnya setiap dua bulan mereka berkumpul untuk mengundi piyik yang menetas dalam kurun waktu itu. Pada setiap putaran, seorang anggota berhak atas satu tetasan telur. Tak jarang seorang anggota langsung mendapatkan sepasang piyik sekaligus jika telur yang menetas 2 butir.

Jika semua anggota telah mendapat bagian, induk dijual atau diganti salah satunya. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas anakan. “Memang tak semua anggota mendapat anakan yang berkualitas. Namun, paling tidak darah jawaranya diwariskan pada keturunan berikutnya,” tutur Tony.

Tony mengakui tak mudah memasangkan induk. Terkadang mereka tak segera berjodoh, sehingga betina tak kunjung bertelur. Telur yang dihasilkan pun belum tentu menetas. “Akibatnya putaran arisan akan lebih lama,” ujar pemilik Trah Sejati Bird Farm itu. Meski begitu, para peserta arisan tetap sabar menunggu demi mendapat burung klangenan yang diidamkan. (Astutiningsih)

 

Previous articleBukan Arwana Biasa
Next articleVanili: Sekilo 3-Juta
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img