Thursday, August 11, 2022

Lezatnya Anggrek dalam Semangkuk Sayur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Setelah keranjang rotan itu penuh, mereka pun bergegas pulang. Setiba di rumah, anggrek bermahkota putih bersih itu tidak diletakkan di vas atau pot bunga untuk hiasan meja. Dalam keadaan segar, bosek mabudak—sebutan orang Dayak untuk anggota famili Orchidaceae itu—dimasukkan ke dalam panci. Setelah dicuci bersih, bunga itu pun siap dimasak menjadi sayur.

Hari itu Awing—sebut saja demikian—berencana memasak tumis anggrek. Bumbu tumis telah disiapkan. Sejumput garam, irisan bawang merah dan putih, gula merah, irisan jahe, dan cabai. Dengan terampil tangan wanita Dayak Lun Dayeh itu mengulek bahan di tatakan kayu. Setelah halus, bumbu dimasukkan bersama sekeranjang anggrek ke dalam wajan. Selang berapa menit, wangi tumis anggrek menguar kala disajikan di atas meja makan.

Bunga putih

Begitulah masyarakat Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, menikmati keindahan anggrek alam. Di sana cuaca dan iklim memang sangat cocok untuk pertumbuhan kerabat vanili itu. Suhu mencapai 18—200C pada malam hari dengan kelembapan udara rendah. Tak heran, bila setiap hari ada saja bunga putih bermekaran di Desa Long Bawah, Long Api, dan sekitarnya. “Biasanya ia berbunga lebat pada Agustus, menjelang musim hujan,” ucap Ir Heru Wihartopo, staf Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan.

Sosok cantik dan anggun, berwarna putih bersih. Itulah sebabnya ia dikenal dengan nama bosek mabudak (bosek=bunga, mabudak=putih, bahasa Dayak, red). Sewaktu muda, di tepi bunga terdapat garis ungu seperti pada lidah. Lidahnya lebar berwarna ungu dengan kombinasi kuning.

Sosok tanaman kecil dengan batang memanjang ke atas. Daun berwarna hijau, lanset, panjang, dan berhadaphadapan. “Sekilas daunnya seperti daun dendrobium,” ucap Heru.

Anggrek bambu

Selain bosek mabudak, masyarakat Dayak juga mengkonsumsi anggrek bambu. Disebut begitu karena di dalam hutan ia tumbuh menjulang hingga 1—2 m seperti bambu.

Tidak berbeda dengan anggrek putih, bosek fuluh—bahasa Dayak yang berarti bunga bambu —juga tampil cantik dan menawan. Mahkota putih dihiasi garis merah di sepanjang tepi bunga. Lidah putih berhias kuning kemerahan tampak anggun. Daunnya mirip rumput gajah tetapi posisi daun tegak dan saling berseberangan.

Bunga yang tumbuh lebat saat musim kemarau itu banyak ditemukan di hutan Malin, Krayan. Usai bersawah, penduduk Krayan yang melintasi hutan itu tak lupa memetik beberapa tangkai untuk dimasak. Biasanya ia dicampur dengan rajangan tunas pakis merah. “Hm…enak lo,” tutur Heru yang pernah bertugas di Krayan selama belasan tahun. Berbeda dengan anggrek putih, bosek fuluh ditemukan di tanah berpasir maupun liat.

Lepeo

Lain Krayan, lain pula Bulungan—kabupaten tetangga Krayan. Di hutanhutan sepanjang Sungai Kayan, Bulungan, tumbuh tanaman merambat yang buahnya dapat dimakan. Masyarakat setempat menyebutnya lepeo. Menurut Ir Luthfi Bansir, penduduk Bulungan, nama lepeo konon berasal dari plesetan kalimat “I Love You”.

Jika diteliti secara saksama bentuk lepeo mirip hati. Seluruh permukaan buah diselimuti kulit keras berwarna ungu kehitaman. Bentuknya pipih mirip jengkol. Sebelum dicicipi sebagai camilan sore hari, ia terlebih dahulu direbus selama 5—10 menit. Setelah matang, kulit lepeo yang keras mudah terkelupas. Saat semua kulit terlepas, daging berwarna putih keabuabuan sungguh menggugah selera. Biasanya lepeo dihidangkan bersama secangkir the atau kopi pada sore hari.

Nah, jika Anda berkesempatan menyambangi 2 daerah di Kalimantan Timur itu, cobalah untuk mencicipi menu spesial ala Krayan dan Bulungan. Kenikmatan semangkuk anggrek sayur kala bersantap siang, lalu sepiring lepeo rebus bersama secangkir the akan melengkapi perjalanan Anda. (Rahmansyah Dermawan)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img