Friday, December 2, 2022

Lidah Naga di Yogyakarta Laceleave di Surakarta

Rekomendasi

Yogyakarta pantas disebut sebagai barometer kontes. ‘Pemain tanaman hias di sana mampu menerjemahkan kualitas tanaman menjadi data kuantitatif,’ kata Freddy Wiyanto, pemilik Nurseri Millenium di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Data itu menjadi masukan pada sebuah software khusus dengan hasil akhir berupa daftar juara. Cara ala Yogyakarta itu diadopsi pada kontes adenium paling akbar di Tangerang, November 2006.

Hingga saat ini di Yogyakarta telah dibuat 3 software khusus untuk lomba tanaman hias: adenium, sansevieria, dan aglaonema. Dengan perangkat lunak ciptaan Rajendra Rochyat SP, programer di Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, Yogyakarta, itu semua peserta kontes dinilai juri. Setiap peserta memperoleh catatan kualitas tanaman-mirip raport di jenjang sekolah formal-yang dicetak pada sertifikat.

Penelusuran Trubus, sistem penjurian seperti itu merupakan revolusi besar-besaran di dunia tanaman hias. Lazimnya, juri kontes menyeleksi 10-20 peserta terbaik dari keseluruhan partisipan. Seleksi berdasarkan kesan keseluruhan tanaman. Tanaman terseleksi yang berhak dinilai lebih lanjut. Peserta lain hanya menjadi penggembira.

‘Bila semua peserta dinilai dan mendapat hasil penjurian, banyak hobiis bakal tertarik mengikuti kontes,’ ujar Rajendra. Dengan penilaian berkala, hobiis bisa memprediksi posisi koleksinya dibanding tanaman milik pesaing. Dengan pemberian sertifikat berisi poin penilaian, hobiis jadi terpacu untuk mendongkrak kualitas tanaman pada kontes berikutnya.

Sansevieria

Setelah sistem penjurian adenium diadopsi daerah lain, kini kontes sansevieria digelar di Kota Gudeg. Sepanjang 2006-2007 digelar 4 kontes lidah jin-sebutan sansevieria di Malaysia. Tiga di antaranya menggunakan sistem penjurian berbasis komputer.

Pada kontes terakhir, sebanyak 22 peserta berlomba di 3 kelas berbeda: umum di atas 30 cm, umum di bawah 30 cm, dan unik. ‘Peserta lebih sedikit karena secara alami merupakan seleksi dari 3 kontes sebelumnya. Yang kualitasnya tak membaik urung ikut lomba. Namun, dari segi hobiis yang berpartisipasi jumlahnya bertambah,’ tutur Drs Seta Gunawan, koordinator juri.

Peserta kontes berasal dari Temanggung, Wonosobo, dan Yogyakarta. Tiga lomba sebelumnya diikuti 25-35 tanaman dengan peserta dari seputaran Yogyakarta. ‘Itu pertanda tren lidah naga (sebutan sansevieria di Cina, red) mulai merambah ke daerah,’ kata Soedjianto, salah seorang juri.

Hasil pada kontes itu, sansevieria berdaun mirip lembing jadi pemenang kelas umum di atas 30 cm. Di kelas umum di bawah 30 cm, pemenangnya lidah jin S. cylindrica aethiopica bersosok roset. Di kategori unik, sansevieria dengan anakan memenuhi pot menjadi jawara.

A. jenmanii

Cerita di Surakarta lain lagi. Di kota pelopor tren anthurium itu digelar kontes kelas A. jenmanii, A. wave of love, dan campuran. Pembagian lebih spesifik karena, ‘Sulit menilai secara adil beberapa spesies berbeda dalam 1 kelas,’ ujar Agus Mulyadi, panitia penyelenggara. Pemisahan kelas itu juga dilakukan pada kontes di Semarang penghujung 2006 (baca: Lomba Tanaman Hias Home dan Garden Fair 2006 Superbum Guncang Sri Ratu, TrubusJanuari 2007).

Pada kontes di Surakarta, A. jenmanii kobra dan sendok milik Arry Seno Handoyo jadi pemenang ke-1 di kelas jenmanii dan campuran. Di kelas wave of love dirajai anthurium milik Pondok Flora. Dari Yogyakarta dan Surakarta, gelombang kontes menyebar ke daerah.

Contoh terdekat di Magelang, Jawa Tengah. Di sana digelar kontes sansevieria, anthurium, dan aglaonema pada 4 Maret 2007. Pada kelas Anthurium jenmanii, kobra koleksi Dewi Flora, Magelang mengalahkan kol milik Budi Ramayana asal Magelang dan naga milik Agung dari Purwodadi. Di kelas aglaonema merah majemuk, adelia kesayangan Lukman menaklukkan mance lompetch milik Endra Flora nurseri. Setelah Magelang, kota-kota lain siap mengikuti. (Destika Cahyana/Peliput: Hermansyah)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img