Thursday, January 22, 2026

Limbah hingga Minyak Asiri, Bawang Merah Jadi Sumber Peluang Usaha

Rekomendasi
- Advertisement -

Selain produk pangan, tim PKM ITS juga memperkenalkan pengolahan bawang merah menjadi minyak bawang. Produk ini umum digunakan sebagai bumbu tambahan pada mi dan nasi goreng untuk menghasilkan aroma gurih yang khas dan menggugah selera.

Tak hanya umbinya, limbah kulit bawang merah pun memiliki nilai guna. Menurut Dr. Afifah Rosyidah, kulit bawang merah mengandung senyawa aktif seperti scordinin, saltivatine, aliin, allisin, acetogenin, serta enzim saponin. Senyawa-senyawa tersebut bersifat tidak disukai serangga sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai insektisida dan pestisida nabati.

Kulit bawang merah juga kaya mineral, antara lain fosfor (P), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), besi (Fe), dan seng (Zn). Selain itu, terkandung pula hormon auksin dan giberelin yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Cara pembuatan pestisida dan pupuk cair dari kulit bawang relatif sederhana. Kulit bawang dimasukkan ke dalam botol, kemudian ditambahkan satu liter air bersih. Botol ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh selama tiga hari. Setelah difermentasi, larutan disaring untuk memperoleh ekstrak kulit bawang yang siap digunakan.

Aneka produk olahan bawang merah tersebut memang belum populer di masyarakat. Namun, Afifah menilai justru di situlah letak peluangnya. “Ini prospek usaha yang cukup menjanjikan ke depan,” ujarnya.
Bawang merah juga diketahui mengandung minyak asiri dengan aroma khas. Komponen utamanya meliputi trans-2-ethyl-2-butenal dan senyawa organosulfur yang memiliki berbagai khasiat. Potensi ini pernah dikembangkan oleh dosen Program Studi Farmasi Politeknik Harapan Bersama, Kabupaten Tegal, Heru Nurcahyo, S.Farm., M.Sc., Apt.
Heru memanfaatkan minyak asiri bawang merah sebagai bahan minyak oles beraroma menyegarkan. Awalnya ia menggunakan minyak kelapa, namun sifat lengketnya kurang nyaman di kulit. Minyak kelapa kemudian diganti dengan minyak zaitun yang menghasilkan minyak oles berwarna jernih kekuningan dan tidak lengket.
Ia meracik minyak oles dengan konsentrasi minyak asiri bawang merah 5% dan 10%. Uji coba menunjukkan bahwa konsentrasi 10% menimbulkan iritasi ringan pada kulit, sedangkan konsentrasi 5% memberikan sensasi hangat dan nyaman. Penambahan 5% minyak mentol membuat aroma bawang merah tidak tercium, sekaligus memberikan efek aromaterapi.
Dengan rendemen minyak asiri sekitar 1%, sebanyak 100 kilogram umbi bawang merah dapat menghasilkan sekitar 1 kilogram minyak asiri atau setara 1.250 ml. Jumlah tersebut cukup untuk memproduksi sekitar 2.500 botol minyak oles berukuran 10 ml dengan konsentrasi 5%.
Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa bawang merah tidak hanya bernilai sebagai bumbu dapur, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber pangan olahan, produk kesehatan, hingga bahan usaha berbasis limbah yang bernilai ekonomi

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img