Wednesday, August 10, 2022

Lomba Tanaman Hias Flora Fauna Fair I 2006” Black Lipstik Raih Gelar Terbaik ”

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sri rejeki koleksi pemilik Giok Florist & Fashion itu meraih juara I di kategori merah rumpun. Sosok tanaman kompak dengan daun berwarna hijau tua. Penampilannya terlihat lebih manis dengan kehadiran garis merah di tepi dan tulang daun.

Pantas bila juri menobatkan aglaonema merah asal Th ailand itu sebagai yang terbaik. Penampilannya prima dan sehat. “Secara keseluruhan penampilannya bagus, ukuran tanaman dan pot serasi,” ujar Sukasdi, anggota juri. Tak sia-sia Handaka mempersiapkan sri rejeki itu sejak 3 bulan silam. Ia melakukan perawatan intensif mulai dari pemupukan sampai penyiraman. Setiap hari daun dilap agar bersih dan terhindar dari debu.

Sebetulnya penampilan runner up tak kalah cantik. Warna daun sri rejeki koleksi Kardiman itu lebih merah. Sayang, penampilan keseluruhan parumruay itu kurang menarik lantaran pot tidak sesuai dengan ukuran tanaman. Ia pun harus puas menempati posisi ke-2. Sementara peringkat ke-3 diduduki butterfl y milik Dian Lestari asal Purwokerto.

Flora Fauna Fair I 2006 di Semarang itu juga melombakan sri rejeki putih. Khaomungkon milik FX Yoyok menempati posisi teratas mengalahkan putri salju koleksi Sasra Handaka dan painted princess milik Kardi. “Warna daun aglaonema ini (khaomungkon, red) lebih cerah dibandingkan yang lain,” ujar Sukasdi.

Spesifi kan jenis lain yang dilombakan aglaonema batang tunggal. Penyelenggara membaginya dalam kategori merah dan nonmerah. Yang disebut pertama, mentahbiskan queen of siam koleksi Puji sebagai yang terbaik. Daun berbentuk bulat dengan warna merah terang. Posisi ke-2 diraih dud unyamanee milik Dian Lestari, sementara sri rejeki berdaun langsing koleksi Setyo Ajie Koemoro harus puas di peringkat ke-3. Sedangkan di kategori nonmerah, silver lipstic koleksi Siti Wahyu Hidayati di posisi teratas. Khaomungkon milik Sutrisno Budi sebagai runner up dan green zebra koleksi Rahman di tempat ke-3.

Komoditas lain

Pada hari yang sama, 14 Mei 2006, juga digelar lomba anthurium dan philodendron. Lagi-lagi koleksi Handaka meraih gelar terbaik. Philodendron eceng gondok miliknya nyaris tak ada cacat. Ia mengalahkan 2 philodendron milik Jonathan yang harus puas di posisi ke- 2 dan ke-3. Sementara di kelas anthurium, koleksi Setyo Ajie Koemoro ditetapkan juri Sukasdi, Nurdi, dan Debora Herlina, Setyo sebagai yang terbaik.

Lomba adenium dibagi dalam 10 kategori, di antaranya utama nonbunga large, prospek large, arabicum large, total performance small, dan unik. Yang disebut terakhir, dimenangkan adenium yang menyerupai bentuk hewan. “Tanpa melihat tema yang ditampilkan, orang pun sudah tahu kalau adenium ini seperti kijang,” ujar Saudi, anggota dewan juri.

Lomba kali ini tergolong istimewa lantaran mengikutsertakan anggrek. “Ini merupakan lomba yang kembali diselenggarakan oleh PAI (PerhimpunanAnggrek Indonesia, red) Semarang,” ujar Loka Gunawan, ketua juri. Menurut Wirakusuma, koordinator juri, kualitas tanaman peserta lomba di Semarang tahun ini setara peserta di Surabaya yang penampilannya bagus-bagus. Lomba anggrek diikuti 112 tanaman. Di antaranya 102 anggrek hibrid dan sisanya spesies.

Pemenang lomba anggrek yang diselenggarakan di Pasaraya Sriratu, Semarang, itu dendrobium spesies koleksi  Iwan Linuhung. Ia menyabet juara best species dan best of show. Dendrobium koleksi Iwan itu dipenuhi bunga mulai dari 1/3 pangkal batang ke atas. Lazimnya bunga hanya tumbuh di 1/3 bagian dari atas.

Penampilan pesaingnya, Blc. Shinfong lohyong, juga tak kalah cantik. “Dari segi warna ia lebih menarik dibandingkan best of show,” ujar Wira. Namun sayang, komposisi bunga kurang bagus lantaran menumpuk. Jika ketiga bunganya tampil sejajar tidak tertutup kemungkinan cattleya koleksi pemilik Himawan Orchid itu menempati posisi teratas. (Rosy Nur Apriyanti)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img