Saturday, June 22, 2024

Lomba Tanaman Hias Jakarta Orchid Festival 2006 : Kisah Baratayudha di Batavia

Rekomendasi
- Advertisement -

Pantas aglaonema milik Indri di Bogor itu meraih kemenangan di ajang lomba tanaman hias yang diselenggarakan di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta. Sosok tanaman kompak dan rapat. “Komposisi bagus. Ukuran tanaman dengan pot seimbang,” ujar Ansori, juri lomba. Daun bermotif batik dan berwarna solid itu membuat orang kagum. Tak salah bila srikandi diganjar nilai 328 oleh juri.

Pesaing terberatnya, luwai laiwan, mendapat nilai 315. Sebetulnya penampilan runner up tak kalah cantik. Aglaonema asal Th ailand milik Ani Soeroso di Jakarta itu terlihat sehat. Bentuk daun lebar dan berwarna kombinasi kuning tembaga dan hijau muda mengkilap. Sayang, penampilan keseluruhan sri rejeki itu kurang kokoh dibandingkan juara pertama.

Nonmerah

Jakarta Orchid Festival 2006 juga melombakan sri rejeki nonmerah. Perebutan tempat terhormat di kategori itu pun seru. Gelar juara 1 dan 2 direbut Harry Setiawan di Durensawit, Jakarta Timur. Sosok aglaonema asal Thailand itu kompak, rapat, dan prima. Motif daun yang menyerupai batik membuat penampilannya kian menarik. Ia diganjar nilai 319 oleh juri. Brave hearth yang berada di tempat ke-2 hanya mendapat nilai 317,5.

Posisi ke-3 ditempati aglaonema milik Ukay Saputra di Rawabelong, Jakarta. Sayang penampilan sri rejeki itu masih terlihat muda. Menurut Ansori bila sudah dewasa dan terlihat rimbun pasti dapat meraih juara pertama. Juri memberinya nilai 300,5.

Total jenderal ada 32 aglaonema merah dan 10 nonmerah beradu cantik memperebutkan gelar terhormat. Penilaian untuk kategori merah dibagi 2 tahap: 10 besar dan 3 besar. Trubus melihat persaingan sudah terlihat sejak tahap pertama. Empat juri— Debora Herlina Msc, Ansori, Syah Angkasa, dan Nurdi Basuki—beradu argumentasi untuk menentukan 22 aglaonema tak lolos seleksi.

Kategori lain

Tak hanya aglaonema yang menarik perhatian pengunjung. Perebutan posisi terbaik di kategori sansevieria juga berlangsung panas. Lidah mertua memperebutkan juara 3 besar diikuti oleh 16 peserta. Sansevieria masoniana variegata milik Iwan Hendrayanta di Permatahijau, Jakarta, meraih posisi teratas dengan poin 323,25. “Sansevieria ini termasuk yang paling langka,” ujar Nurdi, salah satu juri.

Penampilan lidah mertua itu cantik dengan pot keramik berwarna putih gading. Sosok tanaman sehat dan berdaun besar. Ia mengalahkan 2 rival terberatnya—sansevieria milik Ani Soeroso—masing-masing dengan nilai 315,5 dan 311,75.

Persaingan ketat pun terjadi pada kelas tanaman variegata. Yang disebutkan pertama diikuti 13 peserta. Zamioculcas variegata koleksi Tri Rahmadi dinobatkan sebagai yang terbaik dengan nilai 319,5.

Penampilannya kompak, mulus, dan besar. “Merawat seperti ini sampai besar tidak gampang. Perlu perlakuan khusus agar variegatanya tetap keluar,” kata Ansori. Posisi runner up diperoleh asplenium nidus variegata milik Ani Suroso dengan nilai 311,5.

Kontes tanaman hias Jakarta Orchid Festival 2006 itu juga melombakan kategori anggrek. Sebanyak 93 spesies dan hibrid. Paphiopedilum victoria-regina milik Syahrizal Siregar merebut gelar grand champion. Ia mengalahkan kampiun vanda robert delight “garnet beauty”, anggrek hibrid, milik Helena Patricia. “Anggrek spesies dengan penampilan prima seperti ini langka. Biasanya hanya berbunga 1 atau 2, tapi ini 3,” ujar Lukas Parnata, juri lomba. Pantas bila ia meraih gelar (Rosy Nur Apriyanti)

Grand champion diraih Paphiopedilum victoria-regina
Juara 1 kategori aglaonema nonmerah
Masoniana variegata, paling langka best of show.

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img