Sunday, August 14, 2022

Luka Kanker pun Kering

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Binahong terbukti secara ilmiah ampuh mengatasi lukaBinahong membantu menyembuhkan luka akibat kanker stadium lanjut.

 

Lina Mardiana mengombinasikan binahong sebagai obat luka dan herbal antikanker seperti daun sirsakSelama terapi pengobatan luka kanker hindari konsumsi kacang-kacanganLuka Akibat KankerUsia Jasmine Prameswari-narasumber menolak nama sebenarnya disebut-baru 24 tahun dan belum menikah. Namun, karyawan sebuah pabrik plastik itu menderita kanker payudara stadium lanjut. Menurut dokter dan herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, perempuan berisiko menderita kanker payudara saat berusia lebih dari 50 tahun. Data statistik Badan Kesehatan Amerika Serikat menyebutkan semakin bertambah usia, prevalensi kanker payudara kian meningkat.

Pada usia lebih dari 30 tahun, misalnya, 1 di antara 36 perempuan menderita kanker payudara. Ketika usia bertambah menjadi 80 tahun, tingkat kejadian justru meningkat, yakni 1 di antara 24 perempuan menderita kanker mematikan itu. “Namun, bila ada faktor pemicu kanker payudara seperti paparan zat pemicu kanker, kanker dapat menyerang di usia muda,” ujar Sidi.

Kanker menyebar

Kanker menyebabkan luka di payudara Prameswari seukuran telapak tangan orang dewasa dan beraroma kurang sedap. Wajahnya pucat dan tubuhnya lemas. “Duduk saja sulit,” ujar Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta yang membantu pengobatan Prameswari. Perawat luka akut dan kronis dari Dharma Mulia Care di Denpasar, Provinsi Bali, Ners, I Made Sukma Wijaya SKep CWCC, mengatakan bahwa 5-10% pasien kanker metastasis mengalami luka kronis. Metastasis berarti sel kanker telah menyerang organ lain.

Luka itu terjadi bila kanker yang tumbuh di bawah lapisan kulit mengalami metastasis merusak jaringan kulit. Luka kanker menghambat dan merusak pembuluh darah tipis di jaringan kulit. Akibatnya, jaringan kulit menjadi mati atau nekrosis karena kekurangan oksigen. Jaringan nekrosis merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Bakteri itu menginfeksi dasar luka kanker sehingga menimbulkan bau tak sedap.

Infeksi itu merusak kelenturan saluran kapiler sehingga menimbulkan cairan luka atau eksudat yang banyak. Eksudat yang banyak menimbulkan iritasi di sekitar luka dan gatal-gatal. Lina menduga Prameswari menderita kanker payudara stadium lanjut akibat paparan radiasi atau zat kimia berbahaya pemicu kanker selama bekerja di bagian pengolahan bijih plastik.

Prameswari menceritakan bahwa tiga rekan kerjanya juga menderita penyakit yang menduduki peringkat tujuh penyebab kematian di Indonesia itu. Seorang di antaranya meninggal dunia dan dua orang lainnya tidak diketahui kabarnya. Untuk mengatasi luka akibat kanker payudara, Lina membuat cairan kompres berbahan daun binahong Anredera cordifolia. Mula-mula Lina menutup luka itu dengan kain kasa putih.

Kemudian Lina meremas-remas 15 daun binahong segar hingga keluar lendir, lalu meletakkan di atas kain kasa itu dan menutup dengan kasa. Menurut herbalis itu remasan daun tidak boleh langsung mengenai luka. Sebab, pasien merasa sakit saat remasan daun mengering dan hendak membersihkan serpihan daun. “Kompres diganti 2 kali sehari,” ujarnya.

Lina juga memberikan ramuan binahong bersama herbal lain seperti daun sirsak, benalu teh, rumput mutiara, keladi tikus, dan temu putih dalam bentuk kapsul dan seduhan untuk menggempur sel kanker. Prameswari  mengonsumsi ramuan itu dua kali sehari masing-masing 2 kapsul. Setahun berlalu, kini luka di payudara Prameswari sudah mengecil, mengering, dan tidak mengeluarkan darah lagi. Ia pun sudah mampu bekerja kembali. Lina memperkirakan perempuan itu sembuh total setelah 4 tahun pengobatan.

Penyembuh luka

Selama terapi herbal, Lina menyarankan agar Prameswari menghindari konsumsi kacang-kacangan dan produk turunannya. Menurut Lina pangan berbahan kacang meningkatkan hormon estrogen. Konsumsi daging dan ikan, juga terlarang. Begitu juga buah tertentu seperti durian, nangka, dan cempedak. Lina juga melarang dia menggunakan bra berkawat karena dapat memicu kanker.

Lina menggunakan binahong untuk membantu menyembuhkan luka akibat kanker karena tanaman itu secara turun-temurun dipercaya sebagai penyembuh luka. “Peran binahong dalam ramuan itu sebagai antiradang,” ujar Lina. Faedah binahong sebagai penyembuh luka terbukti secara ilmiah. Hasil penelitian Isnaini Wahyu Hidayati dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, ekstrak binahong efektif mengatasi luka.

Dalam riset ilmiah itu salep ekstrak daun binahong berkonsentrasi 5% mampu mengurangi 70,64% luka bakar pada kelinci percobaan dalam 13 hari. Daya penyembuhan daun binahong terhadap luka itu lebih tinggi ketimbang salep penyembuh luka di pasaran yang hanya 61,63%. Isnaini menduga khasiat binahong menyembuhkan luka berkat senyawa saponin.

Senyawa itu berperan sebagai pembersih dan mampu memacu pembentukan kolagen I, salah satu protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Cara itu  terbukti efektif karena luka akibat kanker di payudara Prameswari cepat mengering. Tanaman yang dianggap gulma di Australia, itu terbukti manjur.  (Imam Wiguna/Peliput: Susirani Kusumaputri)

Keterangan Foto :

  1. Lina Mardiana mengombinasikan binahong sebagai obat luka dan herbal antikanker seperti daun sirsak
  2. Binahong terbukti secara ilmiah ampuh mengatasi luka
  3. Selama terapi pengobatan luka kanker hindari konsumsi kacang-kacangan
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img