Saturday, December 3, 2022

Mahasiswa UGM Menyulap Genjer Menjadi Minuman Yoghurt

Rekomendasi

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat minuman yoghurt berbahan genjer. Genjer merupakan tanaman yang mudah ditemukan di lokasi dengan air dangkal seperti sawah, sungai, dan rawa, serta kerap dikonsumsi sebagai sayuran.

Annisa Nur Wijayanti, salah seorang mahasiswa yang membuat produk itu, mengatakan, genjer dipilih karena kandungannya berguna untuk mencegah dislipidemia serta gangguan pencernaan.

“Produk ini diciptakan dengan tujuan agar dapat menjadi minuman yang membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan serat harian dan melengkapi gaya hidup sehat,” kata Annisa dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada.

Annisa dan tim memberi nama produk olahan genjer itu YOGER (Yoghurt Genjer). YOGER dibuat dengan mengombinasikan olahan susu yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan genjer yang sudah dikeringkan dan diolah menjadi tepung genjer.

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, YOGER juga memiliki keunikan pada kemasannya yakni dilengkapi dengan QR Code untuk edukasi daur ulang kemasan dengan menghadirkan sistem dan edukasi daur ulang kemasan bernama Yo-Recycle!. 

“Sistem Yo-Recycle! merupakan suatu sistem daur ulang kemasan yang berisikan edukasi dan tata cara pengumpulan sampah produk YOGER. Sistem Yo-Recycle! terdapat pada kemasan produk YOGER berupa kode QR yang jika dipindai akan berisikan poster sistem Yo-Recycle!,” jelasnya.

Ia menuturkan konsumen dapat mengumpulkan kemasan botol YOGER dengan jumlah minimal 10 botol untuk ditukarkan suvenir menarik berupa produk YOGER. Diharapkan sistem Yo-Recycle! dapat berfungsi sebagai wadah pengumpulan kemasan botol produk YOGER agar tidak menjadi sampah dan mencemari lingkungan.

Sementara itu, Dr. Fatma Zuhrotun Nisa, S.T.P., M.P., dosen pendamping tim pengembangan YOGER, menambahkan, usaha YOGER memiliki prospek bagus.

Hal ini karena YOGER merupakan produk inovatif yang mengangkat sayuran kaya manfaat bagi kesehatan, tetapi jarang dikonsumsi atau jarang dikenal oleh masyarakat. Selain itu, YOGER memiliki rasa yang dapat diterima oleh masyarakat sehingga besar kemungkinan laku di pasar. 

“Bahan produksi juga cukup tersedia di daerah tertentu dan produknya mudah dibuat. Hanya saja mungkin perlu proses untuk mengenalkan produk ke masyarakat, seperti melalui iklan ataupun pameran-pameran agar semakin dikenal,” papar Fatma.

Sebagai informasi, Annisa mengembangkan minuman ini bersama 4 rekannya yang lain, di antaranya Silvestra Gratiana Tyas Vita Wimasari (FISIPOL), Sinatrya Larasati Putri (Fakultas Peternakan), Abdullah Faedi Rahman (Fakultas Geografi), dan Annisa Citra Gitaswari (FakultasTeknik).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img