Friday, December 2, 2022

Mahkota Dewa Atasi Kanker Payudara

Rekomendasi

Air mata mengalir deras membasahi wajah bulat Hanna Sudariyati. “Rasanya ingin mati saja,” tutur wanita berkutit hitam manis itu. Hari itu dokter baru saja memvonis: Hanna positif mengidap kanker payudara. Berkat racikan mahkota dewa dan sepasukan herbal penakluk kanker, wanita cantik itu terbebas dari meja operasi.

Saat semua warga Dutakranji, Bekasi, gembira merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Hanna hanya meringis menahan sakit di payudara. Panas dingin merasuk sekujur tubuh wanita berambut keriting itu. Suhu tubuh mencapai 41ºC.

Nyeri di payudara tak seperti lazim dirasakan saat haid. Hatinya kecut kala meraba ada benjolan sebesar telur di grandula mamae sebelah kiri. Ketakutan munculnya kanker langsung melintas di benak perempuan 33 tahun. Tak tahan dibekap penasaran dan nyeri luar biasa, Hanna segera memeriksakan diri ke rumah sakit di Jakarta Pusat.

Dokter menyarankan tes ultrasonografi (USG) dan mammografi untuk memastikan benda asing dalam tubuh. Menurut dr Setiawan Dalimartha, dokter sekaligus herbalis di Jakarta, gejala kanker payudara tidak jelas. Makanya untuk mendeteksi perlu tes USG, mammografi , lalu biopsi. Jika hasilnya menunjukkan ada benjolan yang tak terkendali harus segera ditindaklanjuti.

Pengangkatan benjolan pertama dilakukan lewat operasi. Jika masih menyebar, dilanjutkan dengan kemoterapi. Bila sel jahat tetap bersarang, payudara harus diangkat. Meski tak menjamin kanker tak muncul lagi.

Pada 27 Maret 2004 hasil kedua tes keluar. Benar saja, pengujian itu menunjukkan ada benjolan di bawah aerola payudara kiri. Tertulis payudara kiri bobotnya lebih besar dibanding kanan. Diproyeksi CC tampak opasitas noduler 1,5 cm, batas tidak tegas, kutis retroareola menebal, dan ada retraksi papilla mencurigakan. Dokter pun mengetuk palu, Hanna mengidap kanker payudara.

Pisau bedah?

Usai vonis dijatuhkan, waktu bergerak cepat. Dokter memutuskan Hanna mesti operasi pengangkatan payudara. Hanna tak mampu mengambil keputusan penting itu sendiri sehingga minta pertimbangan suaminya, Liong Feng Fi alias Afi . Di tengah kegalauan hati, sepasang suami istri itu menyetujui operasi pengangkatan payudara.

Toh, rasa terombang-ambing dan ragu masih menggelayuti pikiran Hanna. Ia berdiam diri sambil meratapi derita yang baru saja terungkap daripada menemani Afi mengurus tetek-bengek menjelang operasi. Air mata terus saja menetes selama perjalanan kembali ke rumah.

Di kediamannya, pikirannya berubah. Hanna memutuskan menolak operasi. Langkah berikutnya, wanita ramah itu menghubungi rekan dan tetangganya. Salah satu rekan menyarankan untuk minum rebusan mahkota dewa Phaleria macrocarpa. Demi kesembuhan, Hanna menuruti saran itu.

Mahkota dewa

Afi mendukung upaya kesembuhan sang istri. Pria itu membeli ramuan mahkota dewa, temuputih, temumangga, pegagan, dan umbi daun dewa dari Ning Hermanto. Ning dikenal sebagai pelopor pengembangan mahkota dewa.

Sebanyak 3 sendok makan masingmasing simplisia kering direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, ibu 2 anak itu menyaringnya. Hasil rebusan yang tinggal segelas itu diminum sekaligus. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari masingmasing 1 gelas usai makan.

Terapi itu dibarengi dengan beberapa pantangan: mengkonsumsi tauge, sawi putih, kangkung, cabai, ikan asin, makanan awet, dan yang mengandung penyedap buatan. Ia pun mesti menghindari menyantap lengkeng, nangka, durian, dan nanas. Minuman dingin, soft drink, dan minuman yang beralkohol pun harus dijauhi.

Hanna disarankan untuk banyak mengkonsumsi kubis, leunca, lobak, buncis, wortel, pare, brokoli, sambung nyawa, dan bawang putih. Konsumsi jus belimbing manis, apel, jeruk, pepaya, dan ceremai dapat meningkatkan kerja mahkota dewa. Ia mesti menghindari stres dan menanamkan keyakinan bakal sembuh. Hasilnya pun mulai terasa. “Setelah mengkonsumsi mahkota dewa badan terasa enak,” ujar Hanna.

Sembuh

Bulan pertama terapi, Hanna dikejutkan dengan keluarnya nanah dari payudara kiri. Kejadian itu membuatnya panik. “Nanahnya kuning. Rasanya sakit sekali,” katanya. Namun, ia tetap bertahan meneruskan pengobatan. Menurut Ning, mahkota dewa ampuh untuk menghancurkan kanker. Benjolan disebabkan kanker akan mengecil dan umumnya keluar dalam bentuk nanah.

Peristiwa keluarnya nanah berlangsung hingga 3 kali dengan selang waktu satu bulan. Yang terakhir malah nanah berwarna hitam. Nyerinya pun tak terperi. Setelah itu benjolan hilang sama sekali.

Awal Maret 2004, Hanna kembali memeriksakan diri ke rumah sakit yang sama. Hasilnya sangat mengejutkan. Hasil mammografi membuat dokter tertegun dan langsung memberi ucapan selamat. “Selamat, kanker payudaranya sudah hilang,” tutur Hanna menirukan sang dokter.

Meski sudah terbebas dari benjolan di payudara kiri, Hanna tetap mengkonsumsi ramuan tradisional. Ia cukup meminum seduhan mahkota dewa kering tanpa herbal lain seperti saat terapi. Itu sekadar berjaga-jaga agar kanker payudara tak menghantui. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img