Trubus.id— Selama ini durian dikenal sebagai raja buah lantaran kelezatan daging buahnya. Padahal terlepas dari itu, selain daging buah, bagian lain seperti kulit dan biji durian terbukti memiliki beragam manfaat.
Lulur kulit durian
Minawati dan rekan dari Universitas Hamzanwadi, Nusa Tenggara Barat, menggunakan kulit buah durian (Durio zibethinus) bagian dalam (albedo) sebagai bahan dasar lulur.
Hasil penelitian menunjukkan formulasi lulur yang mengandung 3% kulit albedo menghasilkan uji terbaik. Salah satunya dilihat dari uji daya lekat yang mencapai 2,2 menit.
Flavonoid dalam kulit durian berfungsi sebagai antioksidan untuk menjaga kesehatan tubuh. Antioksidan dalam dunia kosmetik berfungsi memperbaiki sel-sel kulit yang rusak akibat radikal bebas.
Plastik cepat terurai
Plastik itu hanya memerlukan waktu dua bulan untuk bisa terurai. Plastik cepat urai itu berbahan pongge alias biji durian kreasi Fajar Bayu Prakoso, Andika Cahya Widyananda, Annisa Fakhriyah Rofi, Dyah Ayu Permatasari, Tedjo Pradipto, dan Adiyat.
Menurut persiet di Program Studi Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada itu dari 50 gram campuran tepung pongge menghasilkan 4 lembaran bioplastik berukuran 13 cm × 13 cm per lembar. Permukaannya rata dan tidak ada yang gosong dengan ketebalan 0,5—1 mm.
Durian usir nyamuk
Ekstrak kulit durian berguna sebagai racun pengusir nyamuk cair elektrik. Kulit durian mengandung senyawa flavonoid yang aromanya tak disukai nyamuk.
Demikian riset Jessica Karli dan Yosephin Livia, peneliti muda asal SMA Cita Hati Surabaya, Jawa Timur, yang dipublikasikan di International Conference of Young Scientist (ICYS) di Pszczyna, Polandia.
Sebanyak 100 g kulit terluar durian dihancurkan lalu ditambah 25 g daging buah dan 200 ml air. Cairan disaring dan ditambah 30 ml alkohol.
