Thursday, August 11, 2022

Mangkhut Bebas Noda

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Manggis terbebas getah kuning berkat kapurSetelah bebas getah kuning produksi manggis di Lampung naik enam kali lipat.

Produksi meningkat karena volume buah yang layak jual meningkatCegah GambogeIr Gatot Azhari: Manggis di Lampung tumbuh mulai dari ketinggian 0 m dpl hingga di atas 800 m dplUsir Getah KuningMusthofa Salim, importir manggis di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, ingat betul 5 tahun silam manggis asal Lampung tak pernah dilirik. Hasil panen ratu buah dari provinsi di ujung selatan Sumatera itu sedikit, kualitasnya pun rendah. Hampir 50-80% buah terkena getah kuning atau gamboge. Akibatnya sosok sang ratu buruk: kulit dan daging buah penuh bercak kuning sehingga tak layak konsumsi.

Kini wajah manggis lampung berubah 180 derajat. Tak ada lagi noda kuning mengotori kulit buah. Sosok sang ratu bersih dan cantik. “Sekarang kejadian getah kuning paling hanya 10-20% dari hasil panen,” kata Ir Gatot Azhari, kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kota Bandarlampung. Hasil panen pun meningkat. Pada 2008 hanya 1.119 ton per tahun; 2009, 2.071 ton; dan melonjak 6.583 ton pada 2010. Kini produksinya melewati angka 9.000 ton.

Panen sela

Pantas saat ini tercatat 4 eksportir manggis dari Jakarta yang mengangkut sang ratu buah dari Lampung ke mancanegara. Sebut saja ke Taiwan, Hongkong, China, dan Timur Tengah. Ratu buah Garcinia mangostana asal Lampung juga istimewa karena nyaris tersedia sepanjang tahun. Pada September-November manggis berasal dari panen raya di Tanggamus.

Kabupaten dengan 20 kecamatan itu sentra terbesar di Lampung dengan 10 kecamatan yang menjadi lokasi kebun manggis. Pada puncak panen itu sebanyak 80-100 ton manggis diangkut seminggu 2 kali. Panen mangkhut-sebutan manggis di Kamboja-berasal dari 9.025 tanaman dewasa dari total 101.500 populasi. Berikutnya pada Februari-Maret dan Juni-Juli pasokan manggis berasal dari panen sela dengan hasil 40 ton per minggu. Di luar bulan itu manggis berasal dari sentra ‘kecil’ seperti Panjang dan Batuputu, Bandarlampung.

Menurut Ir Kus Hendarto MS, dosen agroteknologi di Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, musim panen yang berbeda di setiap daerah itu karena periode kering di setiap wilayah di Lampung beragam. Manggis terpicu berbunga lalu berbuah bila mengalami kekeringan di atas 3 bulan. Menurut Gatot manggis tersebar di Lampung mulai dari 0 m dpl di pinggir pantai selatan dan pantai timur Sumatera hingga wilayah perbukitan di atas 800 m dpl yang termasuk jalur Bukit Barisan. “Di setiap ketinggian periode musim kering tidak sama,” kata Gatot.

Hermalia, SP dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, menuturkan panen dari setiap wilayah di luar sentra Tanggamus itu jumlahnya setara dengan panen sela di Tanggamus. “Biasanya pengepul dari Tanggamus yang blusukan ke daerah lain mencari manggis. Merekalah kepanjangan tangan para eksportir,” kata Hermalia. Eksportir hanya mempunyai jaringan tataniaga manggis di Tanggamus sebagai sentra terbesar.

Kapur

Menurut Djoko Prabowo, SP kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, pekebun di Tanggamus mengatasi getah kuning dengan cara sederhana. Menjelang musim bunga mereka membenamkan kapur di sekitar tajuk sebanyak 1-2 kg per tanaman berumur di atas 20 tahun. Tanaman lebih muda hanya 0,25-0,5 kg per pohon. “Dulu kami mengira kapur hanya untuk menetralkan pH pada sawah. Ternyata kapur juga bisa mengatasi getah kuning,” kata Hasan Basri, pekebun di Tanggamus.

Riset Prof Roedhy Poerwanto, dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), menyebutkan getah kuning dihasilkan pada saluran getah yang berbentuk kanal bercabang pada kulit manggis. Getah kuning mengotori kulit dan daging buah akibat saluran pecah karena gangguan fisiologis. Contohnya kadar air tanah yang selalu berubah atau berubah tiba-tiba selama manggis fase berbuah. “Terjadi perubahan tekanan turgor secara mendadak di dalam sel sehingga dinding saluran pecah,” kata Roedhy.

Pecahnya dinding saluran juga berhubungan dengan rendahnya konsentrasi kalsium pada kulit manggis. “Kalsium berperan sebagai penguat dan perekat dinding sel agar saluran getah kuning tidak mudah pecah,” katanya. Kapur yang diberikan pekebun di Tanggamus, Lampung, berupa kapur kalsit CaCO3 yang memasok ion Ca2+. Menurut Roedhy kapur juga dapat diberikan dalam bentuk lain seperti dolomit (CaMg(CO3)2. Itu yang dilakukan Roedhy bersama para mahasiswanya saat meneliti pengendalian getah kuning di sentra manggis di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.

Pemberian kapur tidak boleh terlambat. Itu karena kalsium yang dibenamkan ke dalam tanah lambat diserap tanaman. “Bila kapur kalsit diberikan saat tanaman sudah berbunga, pengaruhnya kecil sekali sehingga getah kuning tetap ada,” kata Djoko. Toh, riset dari Surachart Pechkeo, Sayan Sdoodee, dan Chairatna Nilnond dari Department of Plant Science and Department of Earth Science, Faculty of Natural Resources, Prince of Songkla University, Thailand pada 2007, memberikan alternatif bagi pekebun yang terlambat membenamkan kalsit atau dolomit.

Ketiganya menyemprotkan 5-10% CaCl2 (kalsium klorida) dan 5 ppm B (boron) pada buah manggis muda berumur 6, 7, dan 8 minggu pascabunga. Bentuk CaCl2 lebih mudah larut dalam air sehingga dapat langsung diserap oleh buah. Boron berperan menstabilkan dinding sel yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dengan teknik itu buah yang terkena getah kuning hanya 0-10%.

Riset Yahmi Ira Setyaningrum dari Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, menyempurnakan teknik itu. Ia mencampur CaCl2 dengan asam sitrat sebagai surfaktan (perekat). Itu untuk menghindari Ca yang sudah larut dalam air mengendap kembali. Kalsium yang disemprotkan ke buah dapat langsung diserap. Sang ratu pun terbebas dari getah kuning. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

Keterangan Foto :

  1. Produksi meningkat karena volume buah yang layak jual meningkat
  2. Ir Gatot Azhari: Manggis di Lampung tumbuh mulai dari ketinggian 0 m dpl hingga di atas 800 m dpl
  3. Manggis terbebas getah kuning berkat kapur

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img