Monday, November 28, 2022

Maskoki Dari Magelang Jagoan-jagoan itu Lahir

Rekomendasi

Di tangan Pieters, maskoki yang ditangkarkannya sanggup bersaing dengan maskoki kualitas dunia asal penangkar Cina.

Di kalangan penggemar maskoki nama Pieters Wiryopranoto sangat akrab terdengar. Kepiawaiannya menghasilkan maskoki berkelas juara sudah terbukti. Ambil contoh pada lomba Th e Jakarta Fish Exhibition & Contest yang berlangsung 24—27 Maret 2005 di Jakarta. Di kelas oranda yunior maskoki hasil tangkaran pria 2 putra itu berhasil mengandaskan 20 pesaing yang datang dari Jakarta, dan Bandung. Padahal, peserta asal Jakarta, misalnya, banyak menurunkan maskoki-maskoki berkualitas asal Cina.

Keandalannya juga terbukti di kelas ranchu yunior saat kontes Star Wars memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur pada 2004. Hasil tangkarannya menjadi kampiun dengan menyisihkan 25 ranchu lain yang juga didominasi tangkaran asal negeri Tirai Bambu. Kejadian itu kembali berulang saat even akbar Indonesia Fish 2004 di Semanggi Expo. Ranchu yunior dan ranchu senior pun sukses mendulang kampiun.

“Maskoki Pieters tak kalah dengan tangkaran Cina,” kata Lho lhong, ketua Borobudur Goldfi sh Society (BOGOS) yang bermarkas di Temanggung, Jawa Tengah. Lho lhong berkomentar demikian setelah menyaksikan betapa besar, gemuk, dan bulatnya maskoki tangkaran Pieters. Terbukti setelah membeli seekor ranchu berukuran 10 cm dari Pieters, gelar kampiun baby ranchu pun disabet tatkala kontes Th e Jakarta Fish Exhibition & Contest 2005.

Kawin alami

Sukses pemilik Tropis Aquarium di Magelang itu menghasilkan maskoki berkualitas, meniru ala penangkar Cina. Pemilihan induk misalnya. Indukan yang dipakai berkualitas tinggi. Calon induk minimal berumur 2 tahun. Dengan umur itu ketika ikan hoki memasuki masa subur, sel telur yang dihasilkan akan optimal. Efeknya kualitas koi pun tetap tinggi.

Menurut Pieters, induk yang dipakai harus memiliki ciri-ciri seperti berpenampilan rapi, tubuh bulat simetris, tidak cacat, dan sehat. Sebaliknya abaikan seandainya calon induk tampak kurus dan memiliki sirip ekor tunggal.

Induk yang akan dipijahkan dimasukkan ke bak-bak semen 1 m x 1 m berkedalaman 40—60 cm. Bak semen dipilih karena dapat menghindari fl uktuasi suhu antara siang dan malam. Perubahan suhu yang drastis menyebabkan ikan stres. Suhu tinggi membuat metabolisme di tubuh berlangsung lebih cepat. Akibatnya kadar amoniak hasil buangan tubuh hewan berdarah dingin itu meningkat. Sebaliknya, suhu rendah mengakibatkan ikan tidak mampu mencerna pakan dengan baik.

Alumnus Teknik Industri California State University di Amerika Serikat itu menghindari stripping yang justru banyak diterapkan penangkar lain. “Jika salah mengurut, bisa-bisa ikan rusak. Malah hanya bisa dipakai sekali pemijahan saja,” ujarnya. Wajar bila Pieters lebih memilih permijahan secara alami.

Perkawinan sedarah pun dihindari. Perkawinan ini memang dapat menghasilkan ikan bagus seperti mata besar pada jenis telescope. Sayang, ia berumur pendek. Sebab itu pria berkacamata minus itu memilih perkawinan silang lantaran diyakini lebih banyak memberi keturunan dengan sosok unggul seperti tubuh bulat telur dan sirip punggung berdiri tegak.

Ukuran seragam

Dalam penangkaran, Pieters memakai perbandingan jantan dan betina 1 : 2, dengan ukuran tubuh seragam. Induk perlu berukuran sama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bila jantan lebih kecil, persentase telur terbuahi sangat rendah. Sebaliknya, jantan besar akan lebih agresif sehingga betina rusak. “Idealnya calon induk seragam dalam ukuran dan umur,” tutur Pieters.

Waktu pemijahan dipilih pagi setelah sehari sebelumnya induk dipelihara bersama. Di kala pagi, berahi induk sedang memuncak. Betina matang gonad akan melepaskan sel telur disusul jantan yang mengeluarkan sperma. Sel telur yang dibuahi menempel pada media berupa ganggang atau tali rafi a yang sengaja dipasang di kolam pembiakan. Setelah terjadi pembuahan induk segera dipindah.

Setelah pemijahan kondisi induk biasanya menurun. Agar kembali segar, sebelum induk dikembalikan ke kolam asal, ia perlu dikarantina selama 2—3 hari. Selama pengasingan itu, air kolam diberi 100 g garam dapur agar induk cepat pulih.

Umumnya 2 hari setelah pembuahan, muncul burayak. Selang 2 minggu, saat ikan berukuran 1 cm, pindahkan ke kolam khusus berukuran 1,5 m x 1 m. Dua minggu kemudian, burayak dipindahkan ke kolam lain berukuran sama. Di kolam itu mereka dirawat hingga berumur 1,5 bulan sebelum dibesarkan lagi di kolam pembesaran.

Seleksi terbaik

Untuk mendapatkan maskoki berkualitas, pria yang rutin berburu maskoki unggul ke Cina itu melakukan seleksi ketat. Seleksi pertama dilakukan saat ikan berumur 2 minggu. Seleksi meliputi bentuk tubuh, kelengkapan organ, dan warna. “Hanya maskoki bertubuh proporsional, berorgan lengkap, dan akan berwarna cantik yang lolos,” kata Pieters.

Penyeleksian selanjutnya dilakukan saat maskoki berukuran 3 cm. Warna dan corak menjadi kriteria utama. Ikan bercorak kusam dan tidak beraturan tereliminasi. Seleksi terakhir dilakukan saat ikan mencapai panjang 5 cm. Kriteria juara seperti sisik tebal, mengkilap, dan tubuh bulat telur harus terpenuhi. Wajar bila dengan seleksi ketat itu tangkaran Pieters betul-betul berkualitas tinggi.

Untuk memaksimalkan penampilan, Pieters memberikan pakan sesuai umur maskoki. Pakan alami diberikan saat ikan berumur 2 minggu. Selanjutnya giliran kutu air diberikan begitu berumur 3 minggu. Setelah mulai bertambah besar, cacing sutera dan bloodworm yang kaya protein diberikan selang-seling. Pakan diberikan sehari 2 kali, pagi dan sore. “Jentik nyamuk sangat bagus diberikan untuk mempercepat pertumbuhan,” papar Pieters. Sayang, tak setiap saat maskoki dapat diberikan jentik nyamuk lantaran ia susah didapat. (Hawari Hamiduddin)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img