Friday, August 12, 2022

Maskot Senior Berjaya di Bumi Priangan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Juri lain, Hermansyah, menyalakan senter dan diarahkan ke tubuh cupang. “Kombinasi warna tubuhnya sangat indah,” katanya. Keistimewaan cupang koleksi Rahman Firdaus dari Jakarta itu diganjar dengan gelar grand champion.

Ikan bertubuh biru metalik itu menjadi yang terbaik saat kontes Betta Fans Club Bandung pada 25 April 2004. Baginya itulah gelar bergengsi pertama yang berhasil diraih. Ikan berumur 5 bulan itu menyisihkan 5 ekor rivalnya di partai puncak yang berlangsung di gedung Hyper Point, Bandung. “Maskot senior lebih rapi, tegak, dan indah,” ujar Isa Nugroho.

Rival terberatnya adalah cupang koleksi Betta Aduhai dari Jakarta kampiun di kategori dasar senior. Sayang, di babak akhir kemolekannya kurang tampak. “Seritnya kurang kompak,” kata Isa Nugroho. Padahal cupang itu pernah menyabet grand champion saat kontes di Senayan, Jakarta, pada Maret 2004. Kompetitor lain adalah jawara kategori maskot junior. Walau sosoknya bagus, tetapi ketika disenter serit tampak bocor.

Ketat

Partai final—untuk perebutan gelar grand champion—diikuti oleh 6 cupang di kelas serit. Mereka adalah para kampiun di setiap kategori, dasar, maskot, dan kombinasi masing-masing junior dan senior. Sedangkan para jawara kelashalfmoon yang terdiri atas 3 kategori tidak disertakan dalam perebutan grand cahampion.

Cupang koleksi Rahman Firdaus sukses menuju puncak setelah menekuk 14 pesaingnya di kategori maskot senior. Persaingan sengit tak terelakkan di kategori itu lantaran para peserta sejatinya bermutu apik. Namun, Santai—demikian nama cupang milik Rahman—menjadi yang terbaik. Bukaan serit 180o. Tubuh dan sirip amat proporsional,” kata Hermansyah, juri asal Jakarta.

Kompetisi di kategori maskot junior juga tak kalah seru. Maklum, di kategori itu 24 cupang beradu molek. Itulah kategori dengan peserta terbanyak. Soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Pertarungan alot, juri kesulitan untuk menentukan sang jawara. “Semua memiliki kombinasi warna yang bagus. Seritnya pun kompak,” kata Kamil, juri dari Jakarta.

Saking ketatnya persaingan di kategori maskot senior, sampai-sampai para juriberulang-ulang mengangkat penyekat akuarium. Maksudnya untuk mencermati mental cupang dan kerapian serit. Begitu pula senter acap dinyalakan untuk menelisik kesempurnaan warna dan keutuhan serit. Cupang koleksi Rahman Firdaus dari Jakarta akhirnya menjadi yang terbaik menyisihkan 23 peserta lain.

Perdana

Kontes itu merupakan kompetisi perdana yang diselenggarakan oleh Betta Fans Club Bandung. Kelompok penggemar cupang di Kota Kembang ingin terus melestarikan Beta splendens. Tercatat 147 cupang ambil bagian di kontes yang berlangsung di bilangan Pasteur, Bandung. Itulah koleksi-koleksi para hobiis di Bandung, Garut, Bekasi, Jakarta, dan Temanggung.

Hasrat berkompetisi para hobiis melegakan panitia, hingga jumlah peserta melebihi target . “Antusiasme peserta sangat bagus,” kata Setiawan Budisuwandi, ketua panitia. Dan yang lebih menggembirakan, kontes dipimpin oleh 3 juri: Isa Nugroho, Hermansyah dan Kamil dari Jakarta. Adu molek itu berlangsung lancar. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img