Sunday, November 27, 2022

Maut Akibat Sisik Nanas

Rekomendasi

Cupang sehat tampil cantik dan agresifPenyakit sisik nanas yang mematikan itu kini mengancam cupang.

 

Jentik nyamuk yang terkontaminasi bakteri menyebabkan penyakit sisik nanas pada cupangEdi Sudrajat “Sisik nanas penyakit yang paling ditakutkan pemain cupang.”Mati Karena DropsyWajah Hatta Gunawan tampak amat bahagia saat cupang raksasa miliknya meraih juara pertama kelas giant kombinasi pada Kontes Liga Cupang di Lubangbuaya, Jakarta Timur, pada awal Juli 2012. “Ini gelar juara yang kedua kalinya,” kata Hatta. Namun, kebahagiaan Hatta itu seketika berubah duka. Saat tiba di rumah usai mengikuti kontes itu, cupang kesayangannya terdiam di sudut akuarium.

“Ia malas bergerak dan tidak ngedok (sirip dan ekor membuka, red) walau pun saya sudah hadapkan dengan cupang lain,” kata Hatta. Tiga hari berselang perut cupang giant plakat itu membesar. Kekhawatiran pehobi cupang di Cakung, Jakarta Timur, itu pun semakin bertambah. “Jangan-jangan ia terkena sisik nanas,” ujarnya. Ia pun mencoba memberikan satu sendok teh garam pada air akuarium  untuk mematikan bakteri, tapi ikan tak kunjung pulih.

Buah nanas

Hatta menempuh jalan lain, yakni memberikan setetes obat antibakteri khusus untuk cupang di akuarium berukuran

15 cm x 15 cm itu. “Seluruh upaya itu gagal. Cupang tak juga sembuh,” kata Hatta. Dua hari pascagejala perut membesar, Hatta mendapati seluruh sisik cupang giant plakat miliknya seperti berdiri sehingga permukaan kulit cupang menyerupai kulit nanas. “Itu ciri-ciri penyakit sisik nanas,” kata juri nasional kontes cupang, Edi Sudrajat.

Menurut Edi sulit sekali menyembuhkan penyakit itu. “Kalau sudah ketahuan terkena sisik nanas, ya tinggal buang ke got,” kata Edi. Benar saja. Sepekan kemudian cupang jawara itu akhirnya meregang nyawa. Hingga kini penyakit itu belum ada obatnya. “Itulah alasan kenapa sisik nanas kini menjadi penyakit yang paling ditakuti pehobi dan peternak cupang,” tutur Edi. Menurut penangkar cupang alam di Tomang, Jakarta Barat, Hermanus J Hariyanto, penyebab penyakit sisik nanas atau dropsy adalah bakteri yang menyerang organ dalam ikan cupang.

“Bakteri itu biasanya terbawa bersama pakan seperti kutu air atau jentik nyamuk yang kurang steril. Bisa juga muncul karena air akuarium yang kotor karena jarang dibersihkan,” tuturnya. Peternak cupang di Petukangan, Jakarta Selatan, Enggan Priguna Sidarta, mengatakan cupang berukuran 4-5 cm berisiko tinggi terkena penyakit sisik nanas, yaitu sekitar 50%. “Pada ukuran itu cupang mulai diberi pakan hidup seperti kutu air dan jentik nyamuk. Jika kedua pakan itu tidak steril, maka penyakit akan menyerang,” kata Enggan.

Menurut pengamatan Enggan bentuk mahkluk mungil yang masuk ke dalam perut cupang itu seperti lintah, tetapi tanpa kepala. “Saat termakan cupang, dia tidak mati, tapi malah berkembang di dalam perut. Itulah yang menyebabkan perut cupang yang terkena sisik nanas membesar,” kata Enggan. Penyakit sisik nanas tergolong penyakit dalam. Artinya, “Penyakit itu hanya menyerang organ dalam ikan sehingga tidak menular ke ikan lain,” tuturnya.

Berbeda dengan penyakit white spot atau mata bengkak yang menyerang bagian luar ikan. “Cendawan penyebab white spot yang menempel di sisik cupang bisa menempel ke cupang lain dan menularkan penyakit,” kata Enggan. Gejala penyakit sisik nanas tergolong khas: perut membesar dan sisik berdiri seperti kulit nanas. “Biasanya perut mulai membesar sekitar 2-3 hari setelah ikan terlihat mogok makan dan malas ngedok,” kata Enggan.

Banyak mati

Menurut Enggan tingkat kesembuhan penyakit dropsy hanya 20% atau 80% di antaranya mati. “Itu juga tergantung kondisi stamina ikan sebelum terserang. Kalau sebelumnya stamina ikan prima kemungkinan bisa sembuh, tapi kalau tidak, ya mati,” kata Enggan. Hermanus menuturkan jika ikan sisiknya menyerupai kulit nanas peluang sembuh hanya 1%, sedangkan 99% sisanya mati.

Beberapa pehobi dan peternak sering keliru menangani cupang yang terserang dropsy. Mereka beranggapan ikan sakit butuh air yang terus-menerus bersih. “Akhirnya mereka mengganti air akuarium setiap hari, malah ada yang sehari dua kali,” kata Enggan. Menurutnya cara itu kurang tepat. “Penanganan seperti itu malah membuat ikan tambah stres sehingga sulit tertolong. Sebaiknya ganti air setiap 3 hari sekali, saat perut ikan kembung atau seminggu sekali bila sisik ikan sudah seperti nanas,” kata pemain cupang sejak 2002 itu.

Untuk pengobatan penyakit sisik nanas, Enggan sudah mencoba sekitar 20 obat-obatan ikan yang dijual di pasaran. “Rata-rata obat tidak mampu menolong, tapi saya sudah menemukan yang lumayan manjur,” tutur Enggan. Obat itu sebetulnya bukan untuk mengobati penyakit cupang. “Yang saya gunakan obat antibakteri untuk ikan louhan berupa tablet,” tutur pria 37 tahun itu. Dosisnya setengah dari dosis untuk louhan atau setengah tablet.

Ia masukkan tablet antibakteri dalam seperempat gelas air sambil diaduk hingga obat hancur, tapi tidak sampai larut dalam air. Setelah itu tuang ke dalam akuarium. Selama pemberian obat ikan tidak diberi makan. “Jika stamina ikan sebelum terserang bagus, ikan bisa sembuh sekitar 10 hari kemudian,” kata Enggan. Namun, meski berpeluang sembuh, tapi tingkat keberhasilannya masih rendah. Dari sepuluh ikan yang Enggan tangani baru tiga yang berhasil sembuh, sisanya tidak tertolong.

Menurut Hermanus tingkat keberhasilan penanganan cupang yang terserang dropsy sangat tergantung pada keinginan makan si ikan. “Ikan harus bisa memakan obat yang diberikan. Sebab, pengobatan dengan merendam ikan pada larutan obat tidak efektif karena bakteri berkembang di dalam saluran pencernaan, bukan di permukaan tubuh ikan,” tutur Hermanus. Itulah sebabnya, lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit mematikan itu.

Pehobi mesti menjaga kebersihan pakan maupun air akuarium. “Setiap dua atau tiga hari sekali kuras air lalu bersihkan akuarium,” kata Enggan. Pakan seperti kutu air atau jentik nyamuk mesti steril dengan cara merendam pakan dalam larutan antibiotik. Untuk 500 ml air, berikan 6-7 tetes obat antibiotik cair. Kemudian masukkan pakan, lalu diamkan sekitar 3 jam sebelum memberikan kepada ikan. Dengan cara itu, cupang akan sehat dan terhindar dari penyakit termasuk dropsy atau sisik nanas. (Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Mati Karena Dropsy
  2. Jentik nyamuk yang terkontaminasi bakteri menyebabkan penyakit sisik nanas pada cupang
  3. Cupang sehat tampil cantik dan agresif
  4. Edi Sudrajat “Sisik nanas penyakit yang paling ditakutkan pemain cupang.”
Previous articleSatu Sawah Dua Laba
Next articleTertawan Tubuh Besar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img