Monday, November 28, 2022

Media Jamur Baru Tanah Rencong

Rekomendasi

Panen jamur dari tandan kelapasawit? Anggota famili Palmae itu dimanfaatkan Endang Puji Lestari sebagai media tanam jamur merang. Seperti namanya, Volvariella volvacea itu lazimnya tumbuh di media merang atau jerami padi. Sebelum digunakan sebagai media tanam, perempuan 44 tahun itu mengomposkan 1.600 kg tandan kosong-tanpa buah. Ia menumpuknya di atas lantai semen.

Setiap 10 cm lapisan, ia menaburkan dedak dan kapur. Untuk 1.600 kg limbah kelapasawit, ia memerlukan 40-50 kg dedak dan 24-30 kg kapur. Idealnya pH 6,8-7, kelembapan 60%, dan suhu 60oC. Mantan pengusaha wartel itu lantas menyelimuti tumpukan kompos dengan plastik terpal selama 8 hari. Selama itu pula, tak ada perlakuan apa pun seperti pengadukan atau pembalikan. Pada hari ke-9, ia memindahkan media ke kumbung jamur merang.

Di sisi rumahnya berdiri 2 kumbung berukuran 5 m x 4 m. Di bagian tepi kiri dan kanan kumbung terdapat masing-masing 5 rak. Jarak antarrak 40 cm. Di atas rak itulah Endang meletakkan media tandan kelapasawit dengan ketebalan 20 cm. Setelah media tersusun di atas rak, ia melakukan pasteurisasi dengan memasukkan uap air panas ke dalam kumbung selama 10-12 jam hingga suhu dalam ruang mencapai 60oC.

Aliran uap air panas diperoleh dari pemanasan air dalam drum berbahan bakar kayu. Endang memanfaatkan 5 drum yang ditata secara horizontal. Artinya, drum itu ditidurkan masing-masing diisi air setinggi 20 cm. Dari drum-drum itu terpasang pipa besi untuk mengalirkan uap air ke kumbung. Begitu pasteurisasi berakhir, maka pengaliran uap air panas ke dalam kumbung dihentikan. Suhu media berangsur-angsur turun hingga 40oC. Suhu itu dicapai setelah 12-24 jam.

Setiap hari

Ketika suhu 40oC itulah Endang membibitkan jamur merang. Ia menaburkan bibit dari dalam kantong 250 g ke atas media tanam. Di Bandaaceh harga sekantong benih Rp500. Ia menghabiskan 100 kantong benih per kumbung. Setelah penebaran benih, Endang menutup kumbung selama 2-3 hari atau sampai miselium berupa benang-benang putih menyebar merata di atas media. Alumnus sebuah Akademi Sekretaris di Bandung itu menjaga suhu konstan 30-37oC.

Caranya dengan penyiraman berkabut. Biasanya Endang menyiram kumbungnya pada pukul 09.00 dan 16.00 pada kemarau; musim hujan, hanya pukul 09.00. Kira-kira 18-20 hari pascapenebaran benih, kemudian, jamur-jamur merang berwarna putih bersih memenuhi rak-rak di kanan-kiri kumbung. Itulah saat panen perdana.

Masa panen sampai 20 hari dan berlangsung setiap hari. Dari sebuah kumbung, ia memanen rata-rata 3.5 kg per hari. Dari dua kumbung itu, ia menuai 65-70 kg jamur merang tiap periode ‘tanam’. Endang menjual sayuran lezat itu Rp30.000 per kg segar. Biasanya konsumen langsung datang membeli jamur ke rumahnya. Dari penjualan 70 kg jamur, ia memperoleh omzet Rp2,1-juta dalam 40 hari.

Media tandan sawit itu dapat digunakan hingga 5 kali setelah dijemur sampai kering. Setelah itu media dikomposkan lagi dan pasteurisasi ulang. Artinya, dari 5 kali budidaya jamur merang, Endang meraup omzet Rp10,5-juta. Biaya produksi di luar kumbung dan tenaga kerja sekitar Rp2,1-juta, sehingga laba bersihnya Rp8,4-juta dalam 6 bulan atau Rp1,400.000 per bulan.

Jerami sulit

Sejatinya, laba yang ditangguk Endang lebih besar. Kendalanya adalah biaya pembelian tandan yang mencapai Rp3-juta per 1.600 kg. Tandan itu diperoleh di perkebunan kelapasawit di Langsa, perbatasan Aceh dan Medan, dicapai 8 jam dari kediaman Endang. Di Langsa sebetulnya tandan gratis. Namun, Endang harus membayar biaya transportasi dan tenaga untuk mengangkut yang nilainya Rp1,6-juta.

Selain tandan kelapasawit, di sekitar hunian Endang sebetulnya tersedia jerami. Bahan itu juga gratis. Namun, ia mengeluarkan biaya pengangkutan Rp1,5-juta untuk sekali budidaya. Lagi pula, ‘Kalau sedang tidak musim panen padi, jerami sulit didapat. Sedangkan tandan sawit selalu ada,’ kata Endang.

Sukses pekebun seperti Sarwan dan Endang memantapkan gerakan Jaringan Udeep Beasaree (JUB)-jaringan hidup bersama-mengembangkan bisnis ini untuk memulihkan ekonomi. Aliansi dari 23 desa dengan sekjen bernama Afrizal ini bertekad kembali ke kampung halaman dan membangun desanya. Endang diundang untuk membagi pengalamannya kepada warga desa-desa anggota JUB misalnya di Desa Lamanyang dan Lamjame.

Budidaya jamur merang dengan tandan kosong kelapa sawit selain menguntungkan secara ekonomi, juga positif terhadap lingkungan. Pabrik minyak sawit bisa menghasilkan limbah tandan kosong sekitar 23%. Meskipun sudah dimanfaatkan baik untuk pupuk kelapa sawit atau untuk bahan bakar, tapi masih banyak tersisa. Jika budidaya jamur dengan tandan kosong menjamur, tak hanya perekonomian saja yang pulih tapi juga bau busuk dan lalat di tumpukan tandan kosong tak kan tampak lagi. (NS Adiyuwono, ahli budidaya jamur di Bandung)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img