Friday, August 19, 2022

Media Tepat untuk sang Ratu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Usut punya usut ternyata cacing dan cendawan di akar penyebab kematian sang ratu daun. Dua mengganggu itu tertarik datang lantaran media yang digunakan terlalu padat, sehingga air siraman menggenang.

Banyak kolektor lain yang juga tidak seberuntung Lina. Lagi-lagi media yang jadi musabab aglaonema koleksi melayang. Maklum, tidak ada standar media yang tepat dan ideal untuk anggota famili Araceae itu.

Biasanya kolektor mempunyai campuran media sendiri yang paling cocok di daerah itu. Misal di daerah berhawa panas jangan menggunakan media terlalu poros seperti sekam bakar atau pasir malang. Kalaupun mau, mesti dikombinasikan dengan bahan lain yang menyimpan air, misal humus.

Media tanam penting karena mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Menurut Gunawan Wijaya, pemilik Wijaya Orchids di Sentul, Bogor, Jawa Barat, media yang baik membuat akar bebas bergerak sehingga leluasa mencari makan. Pada akhirnya tanaman tumbuh subur dan daunnya berwarna cerah.

Perbedaan lingkungan yang meliputi lokasi, suhu, dan kelembapan menjadi faktor penting penentuan media. Matahari langsung tidak dianjurkan untuk sang ratu daun. Makanya aglaonema mesti diletakkan di tempat ternaungi, misal dengan pemberian shading net.

Pilih yang ideal

Idealnya aglaonema membutuhkan media tanam yang porous. Sifat porous mampu mengalirkan air ke media sehingga air tidak menggenang. Air yang tergenang menjadi surga bagi cendawan. Pada akhirnya itu membuat tanaman mati.

Misal di Sentul, Bogor, yang suhu siangnya mencapai 30oC. Media yang dipakai harus mampu mengikat air, tapi tidak membendungnya. Gunawan menggunakan pakis sebagai media tanam utama. Pakis yang digunakan harus tua, getas, dan kadar airnya sedikit. “Kalau yang muda khawatir bercendawan karena masih basah,” ujar Gunawan.

Pakis dikombinasikan dengan arang sekam, kompos, dan humus. Perbandingannya pakis 60%, arang sekam 20%, kompos 5%, dan humus 5%. Bisa juga ditambahkan pasir malang dengan porsi 10%. “Pasir malang membantu porositas media,” jelas mantan pegawai salah satu bank swasta di Jakarta itu.

Lingkungan

Di Semarang, Frans Wiratmahusada menggunakan media sekam bakar, pasir malang, cocopeat, dan pupuk kandang. Komposisi masing-masing 4:1:1:½. Ke dalam campuran ditambahkan 3—4 kg dolomit untuk menaikkan pH media. Derajat keasaman yang baik untuk aglaonema berkisar 6—7. Sementara untuk daerah bersuhu dingin dan kelembapan tinggi, komposisi media lain lagi. Namun, intinya media tetap poros.

Dr Purbo Djojokusumo, pemilik Kreatif Flora di daerah Bogor, Jawa Barat, menggunakan media cocopeat (50%), sekam bakar (30%), kompos organik yang meliputi andam atau humus (10%), dan pupuk kandang (10%). Pakis boleh digunakan asal direbus dulu supaya cendawan dan kutu yang melekat mati.

Saat mengepotkan tanaman, taruh batubata atau styrofoam di dasar pot. Barulah media dimasukkan. Beri Furadan supaya serangga pengganggu enggan datang. Letakkan sang ratu di tempat ternaungi dengan shading net 80%. Bila aglaonema diletakkan di ruang tertutup,

tambahkan sirkulasi udara buatan dengan memasang kipas angin. Supaya lingkungan tetap lembap, lakukan pengkabutan 3 kali sehari. Jangan lupa pupuklah tanaman menggunakan pupuk slow release setiap 3 bulan.

Nah kini tinggal Anda menentukan media tanam yang cocok untuk sri rejeki kesayangan. Perhatikan lingkungan tempat Anda tinggal agar agalonema tumbuh sehat. (Dewi Nurlovi Permas)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img