Wednesday, September 28, 2022

Melihat Geliat Pertanian Organik di India

Rekomendasi

Trubus.id — Bertani organik dapat meningkatkan kesuburan tanah, menambah pendapatan, dan mengurangi dampak perubahan iklim. Itu kiranya yang menjadi alasan bahwa organik sebagai solusi terbaik, pangan tercukupi tanpa merusak alam. Seperti halnya, H.R. Jayaram, pemilik Kebun Sukrishi yang memilih pertanian organik di India.

Di kebun seluas 40 hektare, Jayaram menanam beragam komoditas mulai dari tanaman keras, pangan, sayuran, buah, hingga rempah.

Jayaram menuturkan, proporsi jenis tanaman di kebunnya adalah 30% tanaman keras, 20–25% tanaman pangan, serta sisanya sayuran dan buah.

Ia menanam tanaman keras seperti jati Tectona grandis, mahoni Swietenia mahagoni, sonokeling Dalbergia latifolia, cendana Santalum album, dan gaharu Aquilaria malaccensis. Komoditas itu menghasilkan pemasukan cukup besar setelah beberapa tahun ditanam.

Sementara itu, untuk tanaman pangan antara lain padi, sorgum, dan beragam sayuran. Di Kebun Sukrishi juga terdapat tanaman kelapa, bambu, serta buah seperti pisang dan nangka. Ada pula kelor, salam koja, serai wangi, dan kopi.

“Pilihan tanaman menjadi kunci penting bagi pertanian organik. Saya menanam komoditas yang berbeda sehingga biodiversitas di kebun cukup tinggi,” kata Jayaram.

Menurut Jayaram banyak manfaat didapat dengan tingginya keragaman tumbuhan. Biodiversitas tinggi mendorong kesuburan tanah, menekan penggunaan pestisida, dan membantu menjaga kelembapan.

Pada 2007, Jayaram mendirikan Green Path sebagai wujud inisiatifnya dalam menggerakkan pertanian organik. Melalui Green Path, Jayaram melahirkan banyak model agribisnis organik. Sebut saja toko pangan organik Era, restoran Forgotten Food, kafe Detox, dan Eco-Hotel Bengaluru. Yang terbaru, ia membuka wisata berbasis lingkungan forest bathing di Coorg Nature Resort dan layanan kesehatan holistik Aura Neo.

Sejatinya, geliat pertanian organik di Bengaluru memang menarik diamati dibanding kota lain di India. Musababnya, banyak petani organik dan perusahaan berbahan organik berlokasi di Bengaluru.

Menurut Jayaram, perkumpulan pelaku organik juga berkembang pesat. Pada 2004, Kota Bengaluru menetapkan kebijakan pertanian organik pertama di India. Sejak pandemi, Jayaram mengamati penjualan produk organiknya meningkat 20–25%.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img