Sunday, April 12, 2026

Melihat Masa Depan Pertanian di Macfrut 2026: Dari AI, Drone, hingga Agrivoltaik

Rekomendasi
- Advertisement -

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di bidang pertanian, mesin-mesin mutakhir, hingga solusi teknologi untuk praktik pertanian berkelanjutan dan hemat tenaga kerja. Sederet inovasi canggih tersebut bakal menjadi daya tarik utama pada ajang Macfrut 2026. Pameran perdagangan internasional rantai pasok buah dan sayur ini digelar di Rimini Expo Centre, mulai Selasa, 21 April hingga Kamis, 23 April 2026.

Selama tiga hari pameran, pengunjung area Pre-Harvest (prapanen) akan diajak melihat langsung masa depan budidaya buah dan sayuran di dua lahan uji yang mencakup total area seluas 2.500 m2.

“Macfrut 2026 akan memamerkan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan dalam pertanian: dampak lingkungan yang rendah, pengurangan tenaga kerja – yang kini semakin langka – penurunan konsumsi air, dan solusi pembibitan tanaman inovatif yang dapat mengatasi tantangan akibat perubahan iklim,” kat seorang ahli agronomi yang bertahun-tahun mengoordinasikan kegiatan ini bersama Marco Pattaro, Luciano Trentini.

Pameran juga mempresentasikan sistem pengumpulan data baru dengan pemantauan yang semakin efektif menggunakan kecerdasan buatan, serta mesin inovatif yang membantu petani membuat keputusan harian. Penjelajah (rovers) dan drone juga ditampilkan karena peran krusialnya bagi sektor buah dan sayur di masa depan.

Inovasi Hortikultura dan Buah

Aula A1 khusus didedikasikan untuk hortikultura, menampilkan komoditas penting bagi sektor pertanian Italia seperti sayuran daun muda dan wortel. Area ini memamerkan sistem pengolahan tanah inovatif, teknik tabur benih baru, penggunaan mesin tanam, serta penyiang gulma yang efisien dengan dampak lingkungan lebih rendah.

Sementara komoditas buah-buahan menjadi pusat perhatian di Aula C1 yang disulap menjadi kebun apel, ceri, dan anggur. Konsep ini mengilustrasikan bagaimana pekerjaan petani di lahan luas bisa direplikasi di dalam ruang yang lebih sempit. Pemasangan jaring antihujan es dan panel agrivoltaik mendemonstrasikan potensi keuntungan finansial dari teknik ini pada iklim yang kini ditandai suhu tinggi dan hujan lebat singkat.

Sistem agrisurya yang dipamerkan memberi gambaran kepada pengunjung mengenai besaran pendapatan dari produksi energi sekaligus ragam manfaat pengelolaan kebun. Tak ketinggalan, sistem irigasi juga mendapat sorotan khusus.

“Proyek lahan uji ini adalah sebuah usaha logistik dan organisasi yang sangat besar, di mana perakitan dan pembongkarannya saja memakan waktu lebih dari 1.000 jam,” kata Trentini. Tur teknis tersedia bagi delegasi, menciptakan diskusi interaktif antara produsen dan pengunjung. Inisiatif komprehensif ini mengukuhkan ajang Macfrut sebagai pameran inovasi terdepan di sektor prapanen.

Area Pre-Harvest kembali menjadi tuan rumah demonstrasi Acqua Campus yang fokus pada manajemen air inovatif yang berkelanjutan. Di area interaktif seluas 1.000 m2 ini, pengunjung bisa mempelajari inovasi lahan terbuka seperti solusi hemat energi, layanan ekosistem, Irriframe, hingga aplikasi AI. Dikoordinasikan oleh ANBI dan CER, area ini memamerkan sistem irigasi tercanggih dan menawarkan kesempatan jejaring bersama peneliti, konsorsium reklamasi, serta pakar agronomi.

Menengok Inovasi Masa Depan Pertanian di Macfrut 2026: Dari AI, Drone, hingga Agrivoltaik

Kecerdasan buatan (AI) di bidang pertanian, mesin-mesin mutakhir, hingga solusi teknologi untuk praktik pertanian yang berkelanjutan dan hemat tenaga kerja. Sederet inovasi canggih inilah yang bakal menjadi daya tarik utama di dua area dinamis pada ajang Macfrut 2026.

Pameran perdagangan internasional untuk rantai pasok buah dan sayuran ini rencananya akan digelar di Rimini Expo Centre, mulai Selasa, 21 April hingga Kamis, 23 April 2026 mendatang.

Selama tiga hari pameran, para pengunjung yang menyambangi area Pre-Harvest (pra-panen) akan diajak melihat langsung seperti apa masa depan budidaya buah dan sayuran. Menariknya, pameran ini menghadirkan dua lahan uji (test fields) sungguhan seluas total 2.500 meter persegi yang terbagi di dua aula pameran.

“Macfrut 2026 akan memamerkan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan dalam pertanian: dampak lingkungan yang rendah, pengurangan tenaga kerja – yang kini semakin langka – penurunan konsumsi air, dan solusi pembibitan tanaman inovatif yang dapat mengatasi tantangan akibat perubahan iklim,” jelas Luciano Trentini.

Trentini merupakan seorang ahli agronomi berpengalaman yang sudah bertahun-tahun berkolaborasi dengan Marco Pattaro untuk mengoordinasikan dan menyelenggarakan kegiatan pameran ini.

Lebih lanjut, pameran ini juga akan mempresentasikan sistem pengumpulan data baru yang menggunakan sistem pemantauan yang semakin efektif, di mana beberapa di antaranya sudah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Ada pula mesin serta peralatan inovatif berbasis teknologi baru yang siap membantu petani dalam membuat keputusan sehari-hari di kebun.

Bahkan, kendaraan penjelajah (rovers) dan drone juga akan ditampilkan, mengingat teknologi ini diproyeksikan memegang peran krusial bagi masa depan sektor buah dan sayuran.

Inovasi Hortikultura dan Buah-buahan

Bergeser ke Aula A1, area ini akan didedikasikan khusus untuk hortikultura. Pengunjung bisa melihat berbagai pilihan tanaman yang punya peran penting di sektor pertanian, seperti sayuran daun muda (baby leaf greens), wortel, dan beberapa jenis sayuran lainnya.

Aula ini juga menjadi tempat unjuk gigi untuk sistem pengolahan tanah yang inovatif, teknik penaburan benih terbaru, penggunaan mesin tanam, sampai langkah-langkah pengendalian gulma menggunakan mesin penyiang yang efisien dan minim dampak lingkungan.

Sementara itu, komoditas buah-buahan akan menjadi bintang utama di Aula C1. Area ini disulap menjadi kebun buah yang menampilkan pohon apel, ceri, dan kebun anggur. Lewat kebun ini, pengunjung bisa melihat simulasi bagaimana praktik pertanian di lahan yang luas ternyata bisa direplikasi dan diterapkan di ruang yang lebih sempit.

Pemasangan jaring anti-hujan es dan panel agrivoltaik di area kebun percontohan ini juga siap memamerkan potensi keuntungan finansial dari teknik-teknik inovatif tersebut. Hal ini sangat relevan dengan kondisi iklim saat ini yang kerap berubah-ubah, ditandai dengan periode suhu panas yang panjang, curah hujan rendah, dan diselingi hujan lebat yang singkat.

Sistem agrisurya (agrisolar) yang dipamerkan akan memberi gambaran kepada pengunjung tentang seberapa besar pendapatan yang bisa dihasilkan dari produksi energi sekaligus manfaatnya untuk pengelolaan kebun. Tentu saja, sistem pengairan atau irigasi juga mendapat sorotan khusus di Aula C1 ini.

“Proyek lahan uji ini adalah sebuah usaha logistik dan organisasi yang sangat besar, di mana perakitan dan pembongkarannya saja memakan waktu lebih dari 1.000 jam,” tegas Trentini.

Nantinya, tur teknis juga tersedia bagi delegasi yang hadir sepanjang pameran berlangsung. Di sinilah para produsen akan mendemonstrasikan cara kerja mesin mereka, sehingga tercipta ruang diskusi yang hangat antara peserta pameran dan pengunjung.

Fokus pada Efisiensi Air di Acqua Campus

Area Pre-Harvest di Macfrut ini juga akan kembali menjadi tuan rumah bagi area demonstrasi Acqua Campus. Fokus utamanya adalah pengelolaan air yang berkelanjutan dan inovatif.

Di lahan eksperimental interaktif seluas lebih dari 1.000 meter persegi ini, pengunjung memiliki kesempatan untuk menggali lebih dalam soal inovasi teknologi terbaru di pertanian lahan terbuka. Sebut saja solusi penghematan air dan energi, layanan ekosistem, Irriframe, aplikasi AI, hingga demonstrasi langsung dan tur berpemandu dengan sesi pendalaman materi.

Area Acqua Campus ini dikoordinasikan langsung oleh ANBI (Asosiasi Reklamasi Lahan, Irigasi, dan Perbaikan Lahan Nasional) dan CER (Canale Emiliano Romagnolo). Menampilkan sistem irigasi paling mutakhir, area ini memberikan peluang emas bagi pengunjung untuk memperluas jejaring dan berdiskusi langsung dengan para peneliti, konsorsium reklamasi lahan, hingga para pakar pelatihan agronomi.

Cari tahu lebih jauh tentang Macfrut 2026 di sini: https://www.macfrut.com/en/


Artikel Terbaru

Mengubah Sampah Jadi Listrik di TPPAS Galuga Bogor: Peluang dan Tantangannya

Rencana menyulap tumpukan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, Provinsi...

More Articles Like This