Wednesday, February 8, 2023

Melihat Prospek Pasar Walet pada 2023

Rekomendasi

Trubus.id — Volume ekspor sarang burung walet terus meningkat saban tahun. Puncaknya pada 2021 ekspor sarang burung walet mencapai 1.505,5 ton berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2022.

Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.312,5 ton. Dua negara utama tujuan perniagaan sarang burung walet adalah Hongkong yang menyerap 989,9 ton dan Tiongkok (228,8 ton) pada 2021.

Meskipun jumlah ekspor sarang burung walet terus meningkat, nyatanya ada penurunan dari segi nilai. Nilai ekspor sarang burung walet mencapai US$517.025.600 setara Rp8 triliun (kurs US$1 = Rp15.642) pada 2021.

Jumlah itu menurun dibanding tahun sebelumnya (2020) senilai US$540.361.600 atau Rp8,4 triliun. Apa penyebab penurunan nilai itu? Menurut Dr. Boedi Mranata, Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), ada dua faktor yang berpengaruh pada penurunan nilai ekspor.

Faktor pertama karena ada pengaruh penurunan ekspor langsung ke Tiongkok. Harap mafhum, Tiongkok ibarat lokomotif ekspor ke negara lain. Kerja sama resmi yang dibangun antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok sejak 2015 menjadikan nilai atau harga sarang burung walet ke Negeri Tirai Bambu itu lebih tinggi dibanding perniagaan ke negara lain.

Menurut BPS, ekspor sarang burung walet ke Tiongkok hanya 228,8 ton pada 2021. Jumlah itu menurun dibanding tahun sebelumnya (2020) yang mencapai 263,5 ton.

Secara nilai pun menurun hanya US$350.845.500 (2021) setara Rp5,4 triliun, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$416.764.700 (2020) atau sekitar Rp6,5 triliun.

Perniagaan langsung ke Tiongkok itu amat berpengaruh terhadap kontribusi nilai secara keseluruhan. Meski kuantitas ekspor dan nilai sarang burung walet ke Tiongkok menurun, jumlah itu lebih tinggi dibanding nilai ekspor ke Hongkong yang hanya menghasilkan US$93.005.500 setara Rp1,4 triliun.

Padahal, pasokan ke Hongkong mencapai 989,9 ton pada 2021. Menurut Ketua China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zhengjun, kebutuhan sarang burung walet Tiongkok rata-rata 700–800 ton per tahun.

Menurut Boedi, mengisi pasar Tiongkok relatif sulit. Eksportir mesti mematuhi beragam aturan ketat seperti lolos persyaratan kesehatan pangan, kandungan asam sialat sarang walet minimal 10%, dan keterlacakan produk. “Wajar saja harga ke Tiongkok lebih mahal,” kata Boedi.

Simak lebih lanjut prediksi pasar walet di Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023. Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023 mengupas tuntas berbagai jenis komoditas agribisnis yang bakal tren, mulai dari ikan hias, tanaman hias, buah, hingga sayuran.

Dapatkan Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peluang Bisnis Bibit Buah Naga

Trubus.id — Banyak yang tertarik untuk ikut mengebunkan buah naga kuning. Wajar saja, sebab banyak masyarakat yang menyukai buah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img