Trubus.id— Azolla sudah terbukti meningkatkan produksi padi karena mampu menghasilkan nitrogen yang diperlukan tanaman. Tumbuhan air itu mengumpulkan 2—4 kg nitrogen/ha/hari setara dengan 10—20 kg amonium sulfat.
Kemampuannya mengikat nitrogen karena peran ganggang biru Anabaena azzolae. Keduanya melakukan simbiosis mutualisme—saling menguntungkan. Azolla menghasilkan nutrisi dan rongga daun untuk berlindung bakteri.
Sebaliknya si bakteri mengikat nitrogen untuk tanamannya. Dalam kondisi menguntungkan, populasi azolla berlipat ganda dalam waktu 3—5 hari. Kemampuan mengikat nitrogen jauh lebih banyak dibandingkan tanaman anggota famili Leguminsae alias kacang-kacangan.
Penggunaan azolla dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk buatan. Padahal, dalam jangka panjang pemanfaatan pupuk anorganik kurang menguntungkan bagi kesehatan manusia dan menipisnya hara tanah sehingga kritis.
Azolla juga sangat potensial sebagai bahan kompos untuk media tanaman dan pembasmi gulma. Sebagai pembasmi gulma, azolla mampu menyerap racun sehingga cocok untuk biofilter air.
Di Indonesia, pekebun mengenal kayu apu dapuk—sebutan azolla di Jawa Barat—digunakan sebatas di sawah. Itu pun karena tanaman itu tumbuh dengan sendirinya. Sudah waktunya pekebun melirik potensi azolla.
Andai saja produksi padi meningkat 10% saja, alangkah bahagianya petani. Toh tanaman itu mudah dijumpai di mana-mana. Penelitian membuktikan, azolla bukan saja penghasil pupuk nitrogen, tetapi ternyata kaya protein.
Kadar protein dan lemak jenuhnya lebih tinggi dibanding dengan berbagai jenis hijauan lain. Sebaliknya kadar selulosa jauh lebih rendah sehingga mudah dicerna. Kandungan lizin 0,42% lebih tinggi dibandingkan konsentrat pakan campuran beras pecah, jagung, dan dedak.
Setiap 10—20 kg azolla setara dengan 1 kg dedak gandum sehingga sangat baik bila digunakan sebagai pakan ternak dan ikan. Penambahan azolla mampu mensubsitusi pakan hingga 40%. Dengan begitu biaya pakan lebih rendah. Sebagai pakan ikan, cukup ditebar ke kolam. Ikan leluasa melahapnya lantaran tersedia setiap waktu.
Cukup mudah jika hendak membudidayakan azolla. Siapkan sebidang tanah berukuran 100 m² untuk persemaian. Sebaiknya tanah itu dibuat seperti sawah yang tentu saja sudah dicangkul dan diairi setinggi 5—7 cm.
Masukkan sekitar 7 kg azolla ke kolam. Agar pertumbuhan lebih cepat, taburkan pupuk kandang saat persiapan kolam. Dalam tempo seminggu, permukaan air sudah tertutupi azolla.
