Wednesday, September 28, 2022

Mencicipi Manisnya Apel Manalagi di Bali

Rekomendasi

Trubus.id — Lazimnya, varietas apel manalagi tumbuh di dataran tinggi 700–1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun, di kebun milik Ketut Suryadi Putra, di Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, apel manalagi bisa tumbuh dan berbuah. Padahal, daerah itu termasuk dataran rendah, karena berketinggian hanya 500 mdpl.

Selain itu, pohon-pohon apel di kebun Ketut Suryadi juga lebih cepat berbuah. Tanaman apel itu mulai berbuah di umur 1,5 tahun setelah tanam. Bandingkan dengan tanaman apel manalagi di perkebunan di Kota Batu, yang baru mulai berbuah setelah 2 tahun ditanam.

Apel manalagi memiliki rasa manis. Menurut penelitian Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, apel manalagi memiliki nilai briks rata-rata 13,2.

Ukuran buah Malus sylvestris varietas manalagi di kebun Ketut Suryadi juga lebih besar ketimbang apel manalagi yang biasa beredar.

Ketut Suryadi mengatakan, apel manalagi yang beredar di Bali kebanyakan berukuran 9 sampai 10 buah per kilogram dengan harga Rp16.000. Satu kilogram apel manalagi dari kebun Ketut Suryadi sebanyak 5 hingga 6 buah, sudah termasuk ukuran buah apel manalagi yang besar.

Secara umum, menurutnya permintaan apel di Bali sangat tinggi. Apel menjadi komoditas penting untuk keperluan adat seperti sesajen dan kebutuhan industri hotel, restoran, dan kafe.

Sayangnya, produktivitas pohon apel di kebunnya masih rendah. Harap mafhum, pohon apel berumur 2 tahun masih belajar berbuah.

“Saat ini satu pohon hanya menghasilkan 3 sampai 7 kilogram apel, belum seragam dan belum optimum. Biasanya 1 pohon apel manalagi menghasilkan sekitar 20 kg buah,” jelasnya.

Ketut Suryadi membudidayakan apel manalagi secara organik dan memanfaatkan limbah-limbah organik. Ia memanfaatkan limbah peternakan yang difermentasikan dengan enzim, sisa-sisa panen buah nanas, pelepah pisang, dan kelapa.

Selain itu, ia menggunakan jerami di tanah sekitaran pohon apel sebagai penjaga kelembapan supaya tidak tergenang air.

“Pohon apel itu tidak boleh kekurangan air dan juga tidak boleh kelebihan air,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img